Bank Maluku Tanpa Nahkoda Tetap – Ambon Ekspres
Trending

Bank Maluku Tanpa Nahkoda Tetap

AMBON, AE— Sejumlah anggota DPRD Maluku mendesak pemegang saham PT Bank Maluku menetapkan direksi bank milik daerah itu. Mereka yang dipilih juga penting diketahui rekam jejaknya, termasuk memahami dengan baik tentang pengelolaan perbankan.
Desakan ini disampaikan tiga anggota dewan, masing-masing Abdullah Marasabessy, Amir Rumra, dan Dharma Oratmangun, kepada Ambon Ekspres secara terpisah, kemarin. Marasabessy mengaku, direksi dan komisaris yang ditetapkan tak boleh hanya memiliki pengalaman atau kapasitas didunia perbankan, namun memiliki moral. ”Tak hanya memiliki kapasitas pengetahuan perbankan, tapi faktor moral juga  penting untuk menyelamatkan Bank Maluku kedepan. Jadi komitmen moral mesti diperhatikan,”harapnya.
Ketua Fraksi NasDem ini menegaskan, persoalan di tubuh Bank Maluku saat ini sangat pelik. Kata dia, selain persoalan kredit macet, jaminan surat berharga valuta asing ikut menggangu kredibilitas bank itu.”Coba bayangkan nilai jaminan surat berharga sesuai informasi sebesar Rp 263 miliar. Itu berarti direksi dan komisaris sebelumnya harus bertanggungjawab. Nah, ini yang mesti diperhatikan dalam perekrutan direksi dan komisaris,” ingatnya.
Dia berharap, Bank Maluku kedepan dikelola oleh kalangan profesional. Apalagi, sebut dia, bank daerah ini mendapat kucuran serta anggaran daerah yang dititipkan di bank itu.”Bank Maluku kedepan mesti tingkatkan kinerjanya. Untung kebijakan pemerintah daerah  menaruh dananya di Bank Maluku. Kalau tidak , bank ini sudah kolaps,”sebutnya.
Rumra mengaku, pelaksana tugas Direktur Utama Bank Maluku saat ini memiliki kewenangan sangat terbatas. Dia berharap, direksi dan komisaris yang ditunjuk nantinya segera mengambil kebijakan untuk menyelesaikan persoalan kredit macet dan surat berharga. ”Apalagi, ada laporan ke Bareskrim soal jaminan surat berharga. Saya berharap, direksi dan komisaris yang ditunjuk harus profesional dan memiliki pengalaman dibidang perbankan agar mengelola bank kebanggaan masyarakat Maluku ini dengan baik,” imbuhnya.
Politisi PKS ini berharap, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK merekomendasikan direksi dan komisaris tidak asal-asalan. Kata dia, kapasitas dan kapabilitas mesti dikedepankan. ”Bank Maluku harus diselamatkan untuk menumbuhkan kepercayaan publik. Jangan sampai persoalan yang terjadi menurunkan tingkat kepercayaan kepada bank ini,”ingatnya.
Dia berjanji mendesak dewan agar membentuk panitia khusus soal Bank Maluku.”Ini agar Pansus punya kewenangan memanggil pihak-pihak terkait soal persoalan kredit macet dan jaminan surat berharga. Persoalan ini harus disikapi serius,”tandasnya.
Oratmangun melanjutkan, direksi dan komisaris kedepan mesti mengedepankan etika profesionalitas yang dibarengi dengan kredebilitas.”Tidak boleh terulang lagi menyangkut surat berharga ‘bodong’ yang akhirnya dipertaruhkan di valuta asing. Seingat saya, waktu pertemuan OJK dengan gubernur, OJK dengan cepat menditeksi dan pemegang saham melakukan langkah antisipasi untuk menyelamatkan performace Bank Maluku,” terangnya.
Tak hanya itu, lanjut politisi Golkar itu, persoalan kredit macet ikut menggangGu kredibilitas manajemen Bank Maluku. ”Saya menaruh harapan besar terhadap dua komisaris yang terpilih. Mereka adalah Jusuf Latuconsina dan Cak Saimima. Komisaris yang baru diharapkan mampu memberikan pikiran yang segar serta gagasan dan Kontrol yang cermat serta tepat sasaran untuk memajukan Bank Maluku,”tandasnya.
Dia juga berharap, direksi dan komisaris yang ditunjuk mempertimbangkan kemampuan manajemen perbankan. Apalagi, sebut dia, OJK ketika bertemu Gubernur, mengaku, laba Bank Maluku baik dan sehat.”Kedepan kami berharap tidak lagi terjadi kredit macet dan surat berharga bodong. Saya harap, komisaris yang ditetapkan saling melengkapi serta memiliki latar belakang perbankan dan akuntansi,” harapnya.
(JOS)

Most Popular

To Top