Lucky Atau Edwin “Penunggang” Baru Banteng – Ambon Ekspres
Trending

Lucky Atau Edwin “Penunggang” Baru Banteng

AMBON, AE— Lucky Wattimuri dan Edwin Huwae diyakini akan masuk dalam daftar tiga nama yang lolos fit and proper test menjadi Ketua DPD PDIP Maluku.

Selain memiliki perolehan suara teratas, keduanya juga memiliki integritas, dan kapabilitas dalam pengelolaan organisasi partai politik. Satu nama terakhir, akan diperebutkan Mercy Barends dan Evert Karmite.
Pengamat politik Universitas Pattimura Ambon, Jen Latuconsina menilai, dalam momentum demokrasi saat ini, semua taktik dan strategi bisa digunakan memenangkan suatu pertandingan politik. Salah satunya adalah isu keterwakilan wilayah dan etnisitas.
Mercy Berends, kata dia, kemungkinan besar akan memanfaatkan dukungan kekuatan kader PDIP di wilayah Tenggara. Aspek demografi bargaining keterwakilan Tenggara di kepengurusan PDIP Maluku.  Barends akan mengkonsolidasi dukungan kekuatan pengurus PDIP se kabupaten/kota di wilayah Tenggara untuk mensupportnya dalam Konferda.
“Sehingga kemungkinan besar dia (Barends) akan menggalang dukungan dari Johan Werembinan dan Rahantoknan yang merupakan dua kader dari Tenggara untuk mendukungnya pada Konferda PDIP Maluku. Barends bakal menjadi kuda hitam,” ujar Latuconsina kepada Ambon Ekspres via seluler, Selasa (10/2).
Disinggung siapa berpeluang dari sekian nama yang disodorkan masuk dalam bursa calon ketua DPD PDIP Maluku menggantikan Karel Albert Ralahalu, dia tidak lari dari Lukcy Wattimuri dan Edwin Huwae serta Mercy Barends.
“Tapi yang bersaing secara ketat untuk merebut jabatan Ketua DPD PDIP Maluku yakni Lucky Wattimuri dan Edwin Huwae. Sementara Barends akan jadi kuda hitam,”sebutnya.
Semua kader PDIP Maluku yang bertarung memperebutkan jabatan Ketua DPD memiliki komitmen untuk menyatukan partai dari ancaman friksi yang berlarut. Pasalnya kata dia, mereka merupakan kader Marhaenis tulen yang mengerti roh partai dan keinginan kaders. “Semua figur ini adalah kader tulen Marhaenisme Soekarnoisme di Maluku,”kata dia.
Bahkan Latuconsina menilai,  friksi atau pergeseran yang menimbulkan perbedaan pendapat merupakan pantulan dari proses penjaringan bakal calon ketua. Semua perbedaan pendapat, termasuk pilihan politik saat penjaringan akan menyatu seiring terpilih ketua DPD.
“Menjelang dan saat Konferensi daerah (konferda) PDIP Maluku semua figur nampak terfaksi dan terfriksi karena kepentingan memperebut Ketua DPD PDIP Maluku. Tapi kalau salah satu yang terplih dalam Konferda sebagai ketua PDIP Maluku, semua gerbong yang berlawanan akan menyatukan berisan mensupport ketua terpilih,”papar dia.
Sementara itu pengamat lainnya dari Unpatti,  Johan Tehuayo, menilai, Lucky Wattimuri, Edwin Huwae dan Evert Kermite yang punya peluang besar menjadi ketua DPD PDIP Maluku. Alasannya ketiga kader PDIP ini memiliki dukungan yang cukup siginifikan saat proses penjaringan.
“Mereka diantaranya Lucky Wattimuri, Edwin Huwae dan Eevert Kermite. Ketiga figur ini masing-masing memiliki kapabilitas dan integritas serta loyal untuk memimpin PDIP Maluku kedepan,”kata Tehuayo.
Soal friksi yang sempat muncul dan sampai saat ini masih terlihat, Tehuayo mengatakan, akan segera berakhir saat Konferda menghasilkan kepemimpinan baru. Semua kelompok, berpikir untuk kepentingan partai dan konstituen.
Namun, kata Tehuayo, kondisi iut bisa tercipta jika proses penentuan ketua dilakukan sesuai dengan aturan prosedural dan mekanisme internal yang berlaku dan secara demokratis. Sehingga keputusan politik yang di buat oleh DPP dapat diterima dan dilaksanakan secara konsisten.
“Saya kira yang ketua terpilih yang akan menyelesaikan perbedaan kepentingan di kalangan elit. Karena pengelompokan ini hanya bersifat temporer di saat suksesi kepemimpinan di PDIP. Setelah struktur kepengurusan baru terbentuk maka kepentingan partailah yang dominan,” tandasnya.
Dalam konteks itu, maka proses manajemen partai akan semakin inklusif dan modern dalam pelaksanaan fungsi-fungsi politik. Terutama  fungsi komunikasi, rekrutmen politik, sosialisasi berbagai program partai secara eksekutif.
(TAB)

Most Popular

To Top