Pilihan Yang Terlambat – Ambon Ekspres
Trending

Pilihan Yang Terlambat

Jakarta, AE— Mahkamah Partai Golkar (MPG) akan menggelar sidang sengketa antara kepengurusan kubu Agung Laksono dengan kubu Aburizal Bakrie (Ical) hari ini. Ketua DPP Golkar kubu Agung, Leo Nababan menyatakan pihaknya telah mempersiapkan diri.
“Kami sudah siap besok (hari ini –red) sidang Mahkamah Partai yang dipimpin Pak Muladi jam 11.00 WIB,” kata Leo di laman detikcom, Selasa (10/2). Dia menyebut telah menyiapkan surat-surat yang berkaitan dengan hal yang akan disidangkan. Bukti-bukti pun telah disiapkan.
“Kita jalankan sidang Mahkamah Partai sebaik-baiknya karena yang saya dengar ini akan jadi contoh buat partai-partai lain menggelar sidang Mahkamah Partai,” imbuh Leo.
Golkar akhirnya menempuh mekanisme internal setelah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak menerima gugatan Tim Penyelamat Partai Golkar (TPPG) yang digawangi Agung Laksono. Sementara itu, gugatan kubu Ical di Pengadilan Negeri Jakarta Barat baru akan memutuskan hasil perkara pada 8 Maret 2015 mendatang.
Kubu Ical sendiri belum memastikan apakah akan hadir di sidang Mahkamah Partai Golkar. Mereka menganggap apapun keputusan MPG sudah terlambat dan tidak menyelesaikan masalah.
“Saya pribadi berpandangan, jalur penyelesaian perselisihan melalui Mahkamah Partai adalah pilihan yang sudah terlambat,” kata Bendum Golkar, kubu Ical, Bambang Soesatyo dalam keterangannya, Selasa (10/2).
Bambang menuturkan bahwa Mahkamah Partai Golkar sudah pernah mengeluarkan rekomendasi pada Desember 2014 lalu dan itu yang menjadi pegangan kubu Ical. Lagi pula, Ketua MPG Muladi berada di kubu Ical sehingga Bambang memprediksi apapun hasilnya nanti pasti akan dicap tidak netral.
“Saya sendiri sudah bisa memprediksi, siapapun yang dikalahkan di Mahkamah Partai nanti, pasti akan menuding Mahkamah Partai tersebut tidak netral. Karena ketuanya adalah Prof Muladi yang mendukung Munas Bali. Jadi, pasti kusut lagi,” ucap Sekretaris Fraksi Golkar di DPR ini.
Sidang Mahkamah Partai Golkar yang terbuka untuk umum akan dilakukan di Aula Kantor DPP Partai Golkar di Slipi. Meski sudah diundang, kubu Ical belum tentu akan hadir.
“Kendati kubu Ancol ngotot, kita sendiri belum memutuskan apakah akan hadir atau tidak mengingat proses pengadilan gugatan kami di PN Jakarta Barat sedang berjalan. Bagi kami, keputusan PN Jakpus yang menolak gugatan kubu Agung Laksono dan kawan-kawan, sebenarnya cukup memberi sinyal bahwa legal standing atau kedudukan hukum kelompok penyelamat partai itu tidak jelas,” ungkap Bambang.
“Menurut saya Lebih baik perselisihan ini dituntaskan di pengadilan. Toh hanya tinggal beberapa minggu lagi saja. Kalau kubu Ancol merasa paling benar, kenapa takut membuka kebenaran di pengadilan?” pungkasnya.
Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Ical menegaskan menolak adanya sidang Mahkamah Partai. Menurutnya, sidang Mahkamah Partai sudah dilakukan pada 23 Desember 2014.
“Tak akan ada sidang Mahkamah Partai. Karena Mahkamah Partai sudah bersidang pada 23 Desember 2014,” kata Ical saat melakukan jalan sehat di Car Free Day, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/2).
“Hasilnya bahwa Mahkamah Partai tidak bisa memutuskan dan menetapkan pada tiga alternatif. Pertama bahwa menyerahkan perkara pada internal partai Golkar. Kedua pada pengadilan dan ketiga munas baru,” tambah Ical.
Lanjutnya, dari data Kemenkum HAM yang baru, yang telah terdaftar adalah DPP Golkar hasil munas 2009 di Riau. “Jadi tidak ada Mahkamah Partai lagi, dan cuma ada 3 amar putusan,” jelasnya.
Ical tidak mempersoalkan apabila kubu Agung Laksono akan mengajukan kasasi. Namun tidak untuk Mahkamah Partai.
“Silakan (ajukan kasasi). Itu hak mereka. Tapi kesepakatan Agung adalah mengajukan kasasi tetapi untuk Mahkamah Partai sudah bersidang,” terang Ical.
(dtc)

Most Popular

To Top