PU Diminta Berikan Sanksi Keterlambatan Proyek – Ambon Ekspres
Amboina

PU Diminta Berikan Sanksi Keterlambatan Proyek

AMBON, AE.—Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Ambon harus segera memberikan sanksi kepada pihak perusahaan yang menangani pekerjaan atau perbaikan jalan di Manusela Kebun Cengkeh Ambon. Pasalnya, pekerjaan tersebut sudah harus selesai di tahun 2014 dan bukan tahun 2015.

“Selaku anggota DPRD, kita memili- ki tiga fungsi yakni fungsi legislasi, b- udgeting, dan pengawasan. Se bagaimana terhadap semua pekerjaan, bahwa di tahun 2014 Komisi III telah turun lapangan dan melihat bahwa banyak pekerjaan yang belum selesai di Manusela dan Kate-Kate. Tetapi setelah beberapa hari kemarin, setelah kita tur un lagi ternyata pekerjaan di dua tempat itu telah selesai. Jalannya sudah mulai bagus. Tapi yang jadi pemasalahan ad alah keterlambatannya,” ungkap anggota Komisi III DPRD Ambon, Riduan Hasan kepada Ambon Ekspres di DPRD Ambon, Selasa (10/2).
Dikatakan, pekerjaan jalan disekitar Manusela sudah seharusnya selesai tahun 2014. Akan tetapi, pekerjaan tersebut mengalami keterlambatan hingga baru diselesaikan awal 2015. Dan jika dilihat dari sisi hukum, lanjut dia, maka pekerjaan tersebut harus dikenai sanksi berupa denda sesuai aturan. “Kepada Dinas PU harus segera memberikan denda keterlambatan bagi perusahaan yang menangani pekerjaan jalan tersebut. Semoga pekerjaan yag tersisa tahun 2014 semua pekerjaan sesuai dengan mekanisme,” jelas Politisi PBB ini.
Dirinya berharap setiap proyek yang akan direncanak an mulai dari saat pelelangan, kontrak, maupun penetapan pemenang perlu mengikutsertakan DPRD Ambon khususnya komisi III untuk terlibat be  rsama. “Semoga ini menjadi pengalaman bagi kita di komisi III sehingga di 2015 ini, mulai pada saat pelelangan hingga ketingkat pengerjaan kita dari komisi akan ikut serta mengawasi sehingga benar-benar proyek tersebut tidak bermasalah,” paparnya.
Ia menambahkan, perlu ada penambahan terhadap alat berat untuk setiap pekerj- aan maupun proyek demi kepentingan bersama. Karena ha nya ada tiga alat berat yang digunakan secara bergantian, hampir untuk seluruh proyek di Kota Ambon. Sehingga, banyak perusahaan yang berdalih bahwa pekerjaan tidak selesai dengan cepat akibat keterbatasan alat berat. “Proyek jalan Manusela kata mereka karena alat berat. Karena hanya ada tiga alat berat di Kota Ambon yang digunakan bergantian. Unt- uk itu kami berharap, agar kedepan tidak lagi keterlam batan terhadap penyelesaian proyek-proyek,” tutup Ri duan. (ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!