Menanti Generasi Baru Sekprov – Ambon Ekspres
Trending

Menanti Generasi Baru Sekprov

AMBON, AE— Sempat menjadi isu hangat di ruang publik beberapa waktu lalu, rencana Gubernur  Maluku Said Assagaff  untuk mengisi jabatan Sekretaris provinsi pengganti Ros Far-Far, kini menjadi redup. Padahal, Far-Far telah memasuki masa pensiun, sehingga harus diganti. Dugaan adanya konflik kepentingan dibalik lambannya  pergantian,  menguat.
Ros Far-Far diketahui telah memasuki pensiun. Kemudian,  masa pensiunnya diperpanjang sehingga sampai saat ini masih menduduki kursi yang menarik minat banyak pihak. “Saya kira  ibu Ros Far-Far  tidak bisa dipertahankan pada jabatan itu lagi, harus segera diganti, agar ada regenerasi dan penyegaran,” kata pengamat politik dan pemerintahan Universitas Pattimura (Unpatti)  Mohtar Nepa-Nepa, Rabu (11/2).
Kendati merupakan hak prerogatif  gubernur, namun sebagai orang nomor satu dilingkup pemerintahan  provinsi Maluku, gubernur perlu melihat pergantian sekprov sebagai kebutuhan organisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat mendesak. Sehingga, tidak dilakukan berdasarkan keinginan gubernur, tapi berdasarkan kebutuhan birokrasi.
“Saya khawatir, belum ada pergantian sekprov ini karena gubernur masih tersandera oleh kepentingan atau kekuatan politik lokal,” sebutnya.
Apalagi,  sejak awal gubernur telah menunjukkan semangatnya untuk melakukan perombakan  birokrasi, termasuk pada jabatan sekprov. Namun, gubernur baru melakukan rencananya tersebut untuk jabatan Eselon II- IV. Semntara jabatan sekprov dibiarkan terus dijabat Ros Far-Far.
Menurut Nepa-Nepa, bila gubernur tidak segera mengganti sekprov dengan pejabat yang lain, maka masyarakat bisa berspekulasi, masih bertahannya Ros Far-Far pada jabatannya karena ada skenario lain.
Pendapat yang berbeda datang dari pengamat politik dan pemerintahan lain dari  Unpatti,  Johan Tehuayo. Tidak ada kekuatan  kepentingan yang membatasi hak gubernur dalam melakukan pergantain sekprov. Dia lebih menilai sikap gubernur yang lamban dalam melakukan pergantian karena masih dalam proses pertimbangan untuk menggantikan Far-Far. Gubernur hanya perlu mencari pejabat yang mampu dalam segala hal yang berkaitan dengan jabatan tersebut.
Pengamat politik dan pemerintahan Jen Latuconsina menegaskan, pergantian sekprov tidak terlepas dari muatan politik.  Gubernur  dinilainya  tidak ingin mengecewakan pihak-pihak yang telah membantunya selama proses Pemilukada Maluku  2014.
“Gubernur pasti sudah siapkan orang untuk mengganti sekprov saat ini. Namun, masih menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pergantian. Bisa saja, yang disiapkan itu adalah orang yang telah membantu selama pilkada,” ungkapnya.
Sementara terkait keberadaan Ros Far-Far yang masih menjabat sekprov, Latuconsina mengatakan, bila berpatokan pada kebutuhan birokrasi, Far-Far sudah harus diganti. Apalagi Far-Far telah memasuki masa pensiun. “Kalau sudah memasuki pensiun, kenapa harus dipertahankan, sementara jabatan sekprov ini butuh penyegaran,” kata dia.
Dia melanjutkan, bentuk kepentingan lain yang juga menjadi pertimbangan gubernur adalah kepentingan semua pihak. Birokrasi pemerintahnan di Maluku adalah birokrasi akomodatif, kepentingan semua pihak perlu diakomodir dalam pengambilan keputusan. (MAN)

Most Popular

To Top