Cara Lama Jegal Lucky Wattimuri – Ambon Ekspres
Trending

Cara Lama Jegal Lucky Wattimuri

AMBON, AE— Persaingan tak sehat mulai ditabuh jelang fit and proper test bakal calon Ketua DPD PDIP Maluku oleh DPP. Pembentukan opini publik dengan menyebar informasi seakan kandidat tertentu sudah menjadi ketua terpilih dan pesaingnya mendapat jatah  dalam momentum pemilihan Walikota Ambon, terus dilakukan.

Isu ini bukan pertama kali ditebar. Kubu bakal calon Ketua DPD PDIP Maluku, Lucky Wattimury, mengaku isu ini berulang kali ditebar untuk menjegal. Mereka mencontohkan, saat penentuan calon Ketua DPRD Provinsi Maluku tahun lalu, beberapa petinggi PDIP menggiring opini seakan-akan Edwin Huwae sudah menjadi ketua DPRD Maluku. Sedangkan Lucky diminta untuk fokus mempersiapkan diri jadi calon Walikota Ambon.

Kala itu, Kubu Lucki menggelar aksi di kantor DPD PDIP Maluku Karang Panjang bertepatan dengan pelantikan anggota DPRD Maluku. Mereka kecewa dengan dinamika politik yang dimainkan elit DPD PDIP Maluku yang menyebabkan Lucky tersingkir. Tapi tak bertahan lama. Pendekatan internal diambil melalui intervensi Karel Albert Ralahalu, dan kader yang mengaku simpati pada Lucky menerima keputusan itu.

Kini dalam proses perebutan Ketua DPD PDIP Maluku periode 2015-2020, cara serupa kembali dilakukan dengan modus lama. Lucky merasa “dijegal” secara tidak beretika. Mantan calon Walikota Ambon ini menilai isu yang dihembuskan saat ini sangat menyesatkan publik.

“Informasi itu sangat menyesatkan dan hanya untuk membentuk opini semata. Informasi ini juga pernah digunakan saat penentuan calon Ketua DPRD Provinsi Maluku beberapa waktu lalu. Kalau ada yang pakai informasi semacam ini lagi untuk menjegal saya jadi ketua DPD PDIP Maluku, sangat mengada dan terkesan kekanakan. Cara ini tidak baik,”tegas Lucky kepada Ambon Ekspres via sms, Jumat (13/2).

Soal isu dipersiapkan menjadi calon Walikota, Lucky membantah. Dia menegaskan, karier politiknya di Maluku kedepan hanya sebagai Ketua DPD PDIP Maluku dan telah mempersiapkan diri secara matang sebelum maju dalam bursa pencalonan.

“Kenapa bukan Edwin, Evert, atau Hendrik atau lainnya saja, yang dijadikan walikota? Mereka punya hak untuk jadi Ketua DPD atau calon walikota. Saya sudah sampaikan beberapa waktu lalu bahwa saya siapkan diri untuk Ketua DPD. Soal calon walikota silakan yang lain persiapkan diri,” kata anggota DPRD Provinsi Maluku dapil Kota Ambon ini.

Dia meminta dengan penuh kedewasaan, sebaiknya semua pihak menyiapkan diri dan menghormati semua proses yang sedang berjalan di DPP. ”Bahwa nanti setelah fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan), DPP akan rekomendir siapa yang namannya dibawa ke Konferda itulah keputusan. Jadi jangan ada informasi yang sesatkan publik,” pintanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDIP Maluku Rury Moenandar menyampaikan hal senada. Menurut dia, wacana yang tengah digulirkan tersebut hanya oleh badut-badut politik diinternal PDIP Maluku yang terkesan opurtunis.

“Isu (jadi walikota-red) itu hanya di kembangkan oleh orang-orang yang menurut saya cuma badut-badut politik. Mereka ini adalah orang-orang yang baru di PDIP lalu menjadi opurtunis atau mencari untung semata,” ungkap Moenandar via telepon, kemarin.

Moenandar melanjutkan, dalam beberapa kali tatap muka dan percakapan, Lucky menyampaikan telah menyiapkan diri dengan matang untuk memimpin partai berslogan wong cilik itu. Sehingga mustahil, lanjut dia, Lucky akan kembali jadi calon walikota.

“Dalam percakapan antara saya, Pak Lucky Wattimury dan beberapa orang teman, Pak Lucky telah mengambil sikap untuk siap memimpin DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku. Jadi apabila dipercayakan oleh DPP maka pak Lucky telah siap memimpin partai ini,” papar dia.

Mantan anggota DPRD Maluku ini mengimbau, agar seluruh kader PDIP Maluku menahan diri dan mengikuti serta mempercayai DPP melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Sembilan nama yang diusulkan. Juga setelah penetapan 3 nama yang akan dikirim kembali ke DPD untuk mengikuti Konferensi daerah (Konferda).

“Sebagai pimpinan PDIP Provinsi Maluku, saya mau bilang bahwa jangan lagi membangun opini atau wacana yang salah alias keliru yang pada akhirnya mempermalukan diri sendiri. Termasuk isu persiapan pak Lucky sebagai Walikota juga tidak benar. Kan belum ada penetapan. Karena itu saya pikir sebaiknya berhenti dengan isu-isu yang menyesatkan seperti itu,” kata Moenandar.

Saat ini sebanyak 9 nama calon ketua DPD PDIP Maluku hasil rapat Pleno telah diusulkan ke DPP, yakni adalah Lucky Wattimury, Edwin Adrian Huwae, Evert Herman Kermite, Mercy Barends, Sugeng Kowangit, Hendrik Sahureka, Paulus Werembinan, Jihan Rahantoknam, dan Tady Salampessy.

Direncanakan pekan depan atau sekitar 19 Februari, DPP menetapkan 3 nama. Mereka yang ditetapkan sebagai calon, selanjutnya dikembalikan ke DPD untuk mengikuti Konferda. Melalui mekanisme Musyawarah untuk mufakat, akan ditetapkan Ketua DPD PDIP Maluku pengganti Karel Albert Ralahalu.

Meski begitu, Moenandar menambahkan, bisa saja ada kader lain diluar nama yang diusulkan atau yang pernah dicalonkan oleh DPC-DPD saat penjaringan masuk 3 besar. Pasalnya, sudah pernah terjadi saat Pilkada Maluku 2013.  (TAB)

Most Popular

To Top