Penerbangan Soumlaki-Darwin Disetujui – Ambon Ekspres
Trending

Penerbangan Soumlaki-Darwin Disetujui

JAKARTA, AE— Gubernur Maluku, Said Assagaf mengatakan, Kementerian Perhubungan telah menandatangani persetujuan untuk membuka penerbangan Darwin-Soumlaki. Di sisi lain, Kepulauan Banda rencananya akan diambil alih pengelolaannya oleh Pemerintah Provinsi Maluku.

“Kementerian telah menandatangani persetujuan membuka penerbangan Soumlaki-Darwin. Semoga ini pertanda baik untuk membuka kesejahteraan bagi kantong-kantong kemiskinan di sana,” kata gubernur dalam Rapat Koordinasi dan Penyampaian Aspirasi Percepatan Pembangunan Daerah Maluku, bersama seluruh anggota SKPD Maluku, dan anggota DPR RI dapil Maluku serta DPD RI dapil Maluku, di Kantor Perwakilan Maluku, Jakarta, Jumat (13/2).

Hadir dalam rapat tersebut, Anggota DPD RI Anna Latuconsina, Novita Anakota, Nono Sampono MH, dan anggota DPR RI, Mercy Barends, dan Rohani Vanath. Edison Betaubun, Amrullah Tuasikal, dan John Pieris tidak menghadiri rapat tersebut.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Maluku memaparkan, pengembangan Banda juga telah dilakukan komunikasi, dan telah disetujui oleh pemerintah Pusat untuk membangun Bandara Banda yang baru. Karena bandara sekarang tidak bisa lagi diperpanjang.

Kepulauan Banda juga akan diupayakan untuk dipisahkan dari Malteng. Banda akan dibangun di bawah gubernur secara langsung. Jika tidak dipisah maka Banda sulit maju.
Selain membahas berbagai perencanaan dan pencapaian pembangunan Maluku, pihak Pemprov juga menyampaikan aspirasi yang akan dibawakan oleh para anggota DPR dan DPD untuk diperjuangkan di pusat.
Gubernur Maluku Said Assagaf mengatakan, tujuan pertemuan ini adalah memperjuangkan kepentingan rakyat Maluku, yang bisa dimasukkan dalam APBN.
Semoga program yang diusulkan dapat dikawal. “Kami juga telah melakukan beberapa pertemuan dengan para menteri, kami tanyakan kepada mereka kira-kira program apa saja yang bisa untuk membangun Maluku, yang bisa diakomodir dalam APBN,” kata Assagaf.

Terkait dengan Lumbung Ikan Nasional, Gubernur Maluku juga telah membicarakan secara langsung kepada Presiden RI.  “Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada perpres terkait lumbung ikan nasional, sehingga ada anggaran setiap tahun dari APBN. Kita tidak bisa bertahan hanya dengan MoU. Payung hukumnya harus jelas.” Katanya.

Terkait Blok Masela, juga telah dibicarakan secara proporsional. Namun hanya ada masalah Tekhnis pada pembagian hasil. “Tapi kepentingan saya adalah membangun Maluku secara bersama-sama,” katanya.
(fmc)

Most Popular

To Top