Menanti Niat Baik Jaksa – Ambon Ekspres
Trending

Menanti Niat Baik Jaksa

AMBON, AE— Kejaksaan Tinggi Maluku belum berniat memanggil Bos PT Nusa Ina Pratama, Yusuf Rumatoras, pelaku dibalik macetnya kredit PT Bank Maluku sebesar Rp12 miliar. Jaksa juga masih tertutup terkait alasan belum dipanggilnya Rumatoras untuk dimintai keterangan kembali.
Untuk kasus ini, sudah ada tiga orang dijadikan tersangka oleh jaksa, Eric Matitaputty dan Markus Panggohoy dan Mateos Matitaputty. Mereka adalah, pegawai biasa yang tak punya kewenangan untuk memutuskan pemberian kredit kepada debitur. Lalu siapa yang menyetujui penyaluran kredit tersebut, jaksa juga masih tertutup.
Rumatoras sendiri, baru satu kali dimintai keterangan oleh jaksa dalam status saksi. Setelah itu, tak pernah lagi ada kabarnya. “Sampai hari ini (kemarin-red),  Belum ada informasi  kapan yang bersangkutan  (Rumatoras-red) akan dipanggil lagi. Nanti kita lihat perkembangan kerja tim penyidik,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Bobby Kin Palapia, Selasa (17/2).
Palapia mengatakan, bila penyidik menilai masih membutuhkan keterangan Rumatoras, pasti akan dipanggil lagi. Ini baik untuk mengetahui ada tidaknya peran Rumatoras maupun untuk mengetahui peran pihak lain dalam kasus ini. “Prosesnya bertahap. Kita tidak bisa sekaligus. Dari bukti  serta keterangan yang sudah ada, baru dilihat tentang indikasi yang mengarah pada keterlibatan pihak lain,” jelasnya.
Penyidik, kata dia, tidak akan tebang pilih dalam menangani kasus pada bank plat merah itu. Dia menegaskan, kejati telah berkomitmen menuntaskan kasus ini, dengan memproses semua pihak yang diduga terlibat berdasarkan temuan penyidik.  Tidak terkecuali   Yusuf  Rumatoras dan petinggi Bank Maluku.
Saat ini, berkas tiga tersangka telah tahap satu, dari tim penyidik ke Jaksa Penuntut Umum. Penyidik masih menanti petunjuk dari JPU untuk memperbaiki berkas para  tersangka itu.
Pegiat anti korupsi,  Ikhsan Tualeka mengemukakan, dalam kasus ini, penyidik jangan hanya terhenti pada tiga tersangka saat ini, apalagi para tersangka  ini hanya bawahan. Semua pihak yang punya peran dalam proses kredit ini harus dimintai pertanggung jawaban.
“Saya kira bila penyidik mau objektif dan memeriksa dengan  sungguh-sungguh semua pihak yang terlibat dan bertanggung jawab atas kasus tersebut, pasti ada pihak lain  yang bisa dijadikan tersangka,” kata Tualeka. .
Dia menegaskan, indikasi keterlibatan petinggi Bank Maluku dan Yusuf Rumatoras sebagai debitur sangat kuat, bila melihat dari modus kasus ini.  Sehingga, penyidik perlu lebih profersional dalam bekerja.
Periksa Sahureka-Elisabeth
Tidak berbeda dengan kasus Bank Maluku, proses hukum atas kasus dugaan penyalahgunaan dana keserasaian Dinas Sosial Provinsi Maluku pun belum mengalami perkembangan yang berarti.
Hingga kemarin, penyidik baru memeriksa satu tersangka, yakni bos PT Beringin Dua,  Andreas Intan alias Kim Fui. Sementara dua tersangka lainnya,  yakni Direktur CV. Riayaya Thobyhend Sahureka dan Ongels Elisabeth dari CV Trijaya Lestari belum disentuh. Jaksa berdalih masih fokus memeriksa saksi untuk   berkas Kim Fui.
“Selama ini, yang bersangkutan (Kim Fui) masih  kooperatif, setiap dipanggil, selalu datang. Sehingga, belum saatnya ditahan,” kata “ kata Kasipenkum Kejati Maluku, Bobby Palapia.
Untuk dua tersangka lainnya, lanjut Palapia, pasti diperiksa. Namun agenda pemanggilan belum ditentukan, saat ini penyidik masih ingin merampungkan berkas Kim Fui dengan memeriksa saksi-saksi. “Untuk tersangka yang lain, pasti diperiksa. Kalau tidak diperika, bagaimana bisa merampungkan berkas mereka,” kata Palapia.
Terhadap Riayaya Thobyhend Sahureka dan Ongels Elisabeth, lanjut Palapia dapat dilakukan penahanan setelah keduanya diperiksa.  Sementara satu saksi lainnya, yakni  pimpinan Koperasi Pondok pesantren Khoirul Ummah, Syahroni Syafli dimasukkan dalam Daftar Pencaraian Orang sejak  tahun 2012 lalu.
Direktur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku, Jan Sariwating mengatakan, penyidik Kejati Maluku jangan membuat masyarakat bingung dengan penanganan kasus ini. Penyidik jangan menunjukkan kesan, hanya mengejar Andreas Intan, sementara tersangka lainnya tidak diperiksa hingga saat ini.
“Bila perlu, para tersangka ini ditahan saja, agar proses hukumnya berjalan lancar. Jangan sampai terjadi hal-hal yang menghambat, baru disesali. Ini kasus lama yang harus dituntaskan secepatnya,” kata Sariwating. (MAN)

Most Popular

To Top