Ngintip Orang Pacaran, Bentrok Meletus – Ambon Ekspres
Trending

Ngintip Orang Pacaran, Bentrok Meletus

Hila-Waitomu Baku Hantam

AMBON,AE— Gara-gara mengintip orang lagi pacaran, bentrokan massif pun terjadi. Dua kelompok warga dari Hila dan Waitomu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, saling serang. Akibatnya, tiga orang mengalami luka-luka, delapan rumah dibakar, 11 rumah dihancurkan. Kini situasi dibawah kendali aparat keamanan.

Tiga orang yang terluka, adalah Fajri Hatue (28) dengan luka tikam di punggung kiri dan kanan, Julfidi Watimurry (34), luka tembak pada paha dan tangan kanan dan Hasan Soulissa (24) luka tembak di pelipis mata kanan. Kini para korban menjalani perawatan di rumah sakit.

Dua desa ini bertetangga. Waitomu adalah dusun dengan desa induknya Hila.
Dari pantauan Ambon Ekspres sesaat setelah bentrokan terjadi, situasi mencekam masih terlihat di lokasi kejadian perkara (TKP) tepatnya, di ujung dusun Waitomu. Beberapa rumah yang dibakar massa masih mengeluarkan asap, sementara rumah yang tidak sempat dibakar terlihat rusak, pintu serta jendela kaca pecah.

Tidak hanya rumah, tenda maupun meja warga koyak dan sudah berada di atas jalan. Batang pohon, batu dan kayu tampak berhamburan disekitar lokasi itu.

Warga dusun tersebut juga terlihat terkosentrasi di sepanjang jalan, mereka pada umumnya para lelaki dewasa. Sebagian dari warga terpantau membawa barang-barang mereka, menjauh dari daerah perbatasan, warga yang rumahnya terbakar baru bisa mendatangi rumah mereka untuk mengambil sisa-sisa barangnya, setelah puluhan aparat keamanan bersenjata lengkap menduduki daerah perbatasan.

Sementara informasi yang diterima Ambon Ekspres, dari warga setempat, bantrokan terjadi sekitar pukul 12.30 WIT. Ratusan Warga datang membawa parang dan kayu serta batu. ”Saat kejadian saya sedang bekerja di Mamua, anak saya datang memanggil saya, saya langsung datang ke rumah. Tak lama kemudian lemparan batu terdengar diatas rumah, saya langsung keluar tanpa membawa apapun,” tutur La Samin.

Menurutnya, saat diserang, warga yang berada di perbatasan lari menyelamatkan diri ke tengah perkampungan.” Keadaan sudah tidak bisa lagi, kami semua lari ke atas. Sehingga mereka masuk ke daerah kami, dan rumah saya yang pertama mereka bakar. Padahal saya belum sempat mengambil ijazah kedua anak saya,” kenangnya.

Dikatakan, aparat keamanan terlambat mencegah amukan massa sehingga dengan leluasa massa masuk dan membakar rumah yang berada di ujung dusun tersebut. “Saat kejadian aparat mencegat kami untuk mendekati perbatasan, sementara mereka dibiarkan masuk membakar dan merusak rumah disini, mestinya mereka juga dicegat agar kejadiannya tidak seperti ini,” cetusnya.

La Samin berharap setiap persoalan sepeleh harus diselesaikan secara cepat agar tidak merugikan orang banyak.” Beginilah orang lain punya masalah kita yang jadi korban. Hal seperti ini harusnya jangan lagi terjadi,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolres Pulau Ambon dan Pp lease, Ajun Komisaris Besar Polisi Komaruz Zaman, menjelaskan kejadian ini berawal dari adanya kesalapaham antar pemuda. Yakni FH, dengan HB (18),   berkelahi di kawasan pantai pasir putih atau lebih dikenal warga dengan sebutan Lipi.

Perkelahian dipicu oleh kecurigaan HB terhadap FH. FH dituduh mengintip HB yang lagi asyik pacaran. HB langsung menganiaya FH. Bukan hanya melakukan penganiayaan, HB kemudian menikam FH dengan benda tajam dari bagian punggung. Usai melakukan perbuatannya itu, pelaku kemudian melarikan diri namun diamankan aparat BKO dari Yon Armed 13, yang berada tak jauh dari tempat kejadian.

Sementara korban langsung ditolong oleh aparat. “Kejadian sekira pukul 12.45 WIT. Babinsa dan Satgas BKO, menyerahkan pelaku kepada Polsek Leihitu, sedangkan korban dibawa untuk dirawat,” jelas Kapolres yang di dampingi Komandan Kodim 1504 bersama Kabag operasional Polres Ambon, sore kemarin.

Mendengar adanya penganiayaan terhadap FH,  warga Hila spontan melakukan penyerangan terhadap pemukiman warga Dusun Waitomu yang tidak jauh dari desa Hila. Awalnya, aparat keamanan sudah menyampaikan informasi kalau pelaku sudah ditahan, namun masyarakat tidak puas hingga melakukan penyerangan. Akibatnya, 8 rumah hangus terbakar serta 11 buah rumah lainnya dirusaki massa.

Massa yang begitu banyak membuat aparat keamanan sempat kewalahan, namun akhirnya aparat berhasil menghentikan aksi saling serang dengan menggunakan batu dan parang itu. “Dari awal kami sudah mengimbau dan mengatakan bahwa pelaku penikaman itu telah kami amankan, namun masyarakat tetap saja melakukan penyerangan melalui berbagai jalur terutama belakang kampung dan lewat pantai,” papar Zaman.

Pria dengan dua melati dipundaknya itu, memastikan dalam insiden tersebut tidak ada korban meninggal dunia, yang ada hanyalah korban luka. “Kalau untuk korban meninggal tidak ada sementara korban luka itu ada tiga orang, termasuk FH itu. Yang satunya itu, saat aparat keamanan menghalau massa, dia terkena serpihan peluru karet yang ditembak ke udara, sementara yang satunya itu luka memar dipelipis mata. Korban dalam kondisi baik. Dirawat pada dua rumah sakit yang berbedan yakni Haulussy sama RST,” terang dia.

Saat kejadian pihaknya langsung menerjunkan sedikitnya tiga Satuan Setingkan Kompi (SSK), dari Sat Sabhara Polres, Brimob dan TNI, guna membantu pengamanan dan menghalau massa yang terlibat aksi Saling serang itu. Aparat keamanan tetap akan melakukan proses hukum terhadap pelaku penikaman maupun pelaku yang diduga melakukan penyerangan ini.

“Kita tetap akan proses, baik itu pelaku penikaman maupun penyerangan itu. Kami berharap agar segera berdamai. Namun setelah tadi kami melakukan pertemuan, warga Waitomu minta supaya warga Hila menggantikan kerusakan rumah mereka. Kami sementara ini masih terus melakukan penyelidikan atas aksi warga ini” ujarnya.

Sementara itu Komandan kodim 1504 Pulau Ambon Letnan Kolonel Infanteri Indamawan menambahkan, situasi keamanan di lokasi kejadian hingga kini sudah aman terkendali. “Situasi sudah aman terkendali. Untuk saat ini kami tetap bersama Polri guna mengamankan setiap wilayah dan masyarakat. Terutama dari segala macam bahaya dan ancaman yang dapat mengganggu situasi keamanan,” tuturnya.

Mantan Danyon 734 Maluku Tenggara ini, mengaku pihaknya akan menempatkan aparat BKO Yon Armed 13, guna membantu pengamanan di wilayah perbatasan kedua pemukiman warga itu. “Anggota baik TNI maupun Polri masih kita siagakan di TKP yakni  1 platon brimob Sub Den 1 Ki A,  1 pelaton Sabhara dari Polres Ambon, 12 personil Yonif 731/kabaressi,  1 regu PRC Polres Ambon, 1 tim Gegana Polda Maluku, koramil, polsek dan aparat BKO yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, baik Dandim maupun Kapolres, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan segera melakukan perdamaian. “Mari kita jaga dan ciptakan situasi keamanan yang aman,” tutup Dandim.
(AHA/ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!