Tulehu Jadi Kampung Sepakbola – Ambon Ekspres
Trending

Tulehu Jadi Kampung Sepakbola

Ketua PSSI

PSSI terus menyeriusi upaya pembinaan pemain usia muda. Otoritas tertinggi sepakbola Indonesia ini akan mendirikan enam sentra pembinaan pemain yang tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air, salah satunya di Tulehu.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, saat meresmikan Tulehu sebagai Kampung Sepakbola sekaligus menjadi sentra pembinaan usia muda di Maluku, Rabu (18/2) di Tulehu, Salahutu, Maluku Tengah.

Menurut orang nomor satu di PSSI ini, upaya tersebut sebagai bentuk perhatian kepada bibit-bibit muda yang ada di Maluku (Tulehu). “Kami akan melakukan pembentukan enam sentra pembinaan bagi usia muda. Di antaranya enam wilayah, di Sumatera itu Padang dan Medan. Di Jawa yaitu Surabaya dan Bandung. Lalu di Maluku dan Jayapura. Sehingga kita punya bibit yang selalu ada setiap waktu,” jelasnya.

Dikatakan, program ini akan dimulai tahun ini. Dan di Maluku, kami realisasikan pada, Rabu (18/2). ”Jadi anak-anak muda yang selama ini belum tersentuh nantinya akan mengikuti festival atau kompetisi di wilayah ini. Ini program jangka panjang. Jadi nantinya kita punya stok dan produksi pemain timnas,” sambungnya.

Arifin menuturkan, potensi pemain sepakbola di Maluku (Tulehu) sangat menjanjikan. Ini dilihat dari sumbangsi pemain asal desa ini di Timnas Indonesia. ”Kalau di Bali, Sumatera hingga Kalimantan, hanya satu dua pemain saja yang membela timnas, tapi di Tulehu ada 10 orang. Ini sungguh luar biasa,” ucapnya bangga.

Mantan Ketum Komda (sekarang Asprov) Sumut ini mengakui bahwa negeri berjuluk Haturessy ini telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan dunia sepakbola  Indonesia sejak dulu. ”Pemain asal desa ini juga yang mengharumkan nama Indonesia di ajang Internasional. Sepakbola Indonesia tidak terlepas dari kontribusi pemain-pemain asal desa ini,” terang dia.

Arifin menjelaskan, PSSI memang ingin mengarah pada perubahan mendasar paradigma pembinaan sepakbola di negeri ini. Jika selama ini istilahnya lebih berupa  ‘menemukan pemain’ yang terbentuk secara alamiah untuk memperkuat timnas, maka ke depan haruslah ‘menciptakan’ pemain yang andal untuk timnas. ”Jadi, bukan lagi seperti sekarang, di mana dari jutaan penduduk harus temukan 11pemain yang kalau boleh saya sebut ukurannya lumayan bagus, untuk memperkuat  timnas. Tidak bisa begitu lagi. Justru dari sekarang, kita harus sudah ciptakan dan siapkan pemain-pemain andalan itu. Itulah yang sama-sama kita inginkan,” jelasnya.

Arifin berharap, dengan peresmian Tulehu sebagai  kampung sepakbola ini bisa memberikan dampak positif. Setidaknya dengan dijadikannya Tulehu sebagai sentra pembinaan usia muda dapat menginspirasi pemain untuk  makin termotivasi dan bisa berprestasi di ranah nasional maupun internasional. ”Saya yakin, apa yang kami putuskan hari ini bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan sepakbola di negeri seribu pulau ini,” demikian Arifin.

Sementara itu, Alibaba Tawainella, Penjabat Negeri Tulehu mengatakan, apa yang dilakukan oleh PSSI merupakan keinginan atau mimpi yang dinantikan oleh warga Tulehu.” Sudah lama kami ingin negeri ini dijadikan sebagai sentra pembinaan usia muda dan alhamdulilah sudah diwujudkan oleh Pak Djohar hari ini. Terima kasih untuk semuanya,” singkat Tawainella.

Peresmian Tulehu sebagai  kampung sepakbola ditandai dengan penarikan tirai kain di sebuah tugu bertuliskan ‘Selamat Datang  di Kampung Sepak Bola Tulehu’ serta dilanjutkan  penandatanganan prasasti oleh Djohar dan disaksikan sejumlah orang tua pemain tim nasional (timnas), pelatih, mantan pelatih, mantan pemain dan ratusan warga Tulehu.
(ZAL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!