Kelompok Bertikai Sepakat Damai – Ambon Ekspres
Trending

Kelompok Bertikai Sepakat Damai

Kapolda-Pangdam Turun ke Hila

AMBON, AE— Paska bentrokan massif yang terjadi antar dua kelompok warga Desa Hila dan Dusun Waitomu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah,  Kamis kemarin, situasi mulai kondusif. Dua kelompok sepakat berdamai, dan tidak akan berkonflik lagi. Kapolda dan Pangdam, kemarin, juga bertemu kelompok bertikai

Namun di daerah perbatasan masih terlihat tegang. Warga Waitomu pun main razia di setiap mobil angkutan yang melintasi wilayahnya.

Aksi ini tak berlangsung lama. Aparat keamanan yang bersiaga di perbatasan dan perkampungan di wilayah berkonflik, membubarkannya. “Tadi pagi memang ada sempat aksi swiping warga namun itu hanya beberapa menit saja karena langsung dihentikan oleh aparat keamanan yang berada di Waitomu,” kata salah satu sumber kemarin.

Informasi razia ini dibantahkan oleh Komandan Kodim 1504 Pulau Ambon, Letnan Kolonel Infanteri Indrawan. Menurut Dandim tidak ada aksi swiping yang dilakukan warga Dusun Waitomu. “Tidak ada aksi itu (Swiping red), kalaupun ada maka aparat yang kami tempatkan disana sudah pasti melakukan langkah pencegahan. Biasa karena kan baru selesai insiden jadi wajar jika masyarakat takut melintasi dusun itu,” katanya.

Mantan Komandan Batalyon Infanteri 734/Satria Nusa Samudera yang terletak di Maluku Tenggara itu, mengaku hingga kini situasi keamanan diperbatasan pemukiman kedua perkampungan warga sudah aman terkendali dan tidak ada lagi, kosentrasi massa..

“Situasi sudah aman dan sangat kondusif, apalagi tadi pagi sekitar pukul 08.30 WIT, Pak kapolda dan Pak Pangdam sudah menemui dua kelompok warga desa, baik itu masyarakat Dusun Waitomo maupun warga Desa Hila, prinsipnya kedua masyarakat menginginkan untuk berdamai dan tidak lagi berkonflik,” jelasnya.

Kemarin, Panglima Kodam XVI/Pattimura, Mayor Jenderal TNI Wiyarto dan Kapolda Maluku Brigadir Jenderal Polisi Murad Ismail, yang didampingi Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, serta Dandim dan pejabat utama TNI/Polri lainnya, turun ke Hila dan Waitomu. Pertemuan informasinya dilakukan secara terpisah, tidak bersamaan.

Dalam pertemuan itu, masyarakat Waitomu, yang diwakili La Madi mengatakan, pihaknya sangat menyesali tindakan dua kelompok warga yang saling serang. “Kami masyarakat Waitomu, sangat menyesali insiden itu. Waitomu dan Hila ini merupakan saudara sekandung. Untuk itu kami menyerahkan insiden ini sepenuhnya kepada aparat keamanan untuk menyelesaikan insiden ini sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata La Madi, dihadapan pangdam dan Kapolda, yang melakukan pertemuan dengan Warga dusun Waitomo, sebelum berangkat menuju Desa Hila.

Usai melakukan pertemuan, dengan warga Dusun Waitomu, Pangdam maupun Kapolda bertemu lagi dengan tokoh masyarakat Hila. Dalam pertemuan di kediaman Raja Desa Hila, masyarakat setempat meminta pihak kepolisian memproses hukum terhadap siapapun yang terlibat dalam insiden tersebut. “Kami anak cucu masyarakat Hila, adalah anak cucu yang memiliki adat yang kuat, bukan  petarung. Untuk itu siapapun yang bersalah harus diungkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Abdul kadir Selang, warga masyarakat Desa Hila, dihadapan kedua petinggi TNI Polri.

Kapolda Maluku Brigjen Pol, Murad Ismail menegaskan insiden antar kedua warga itu segera diselesaikan tanpa ada dendam ataupun hal lain yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan keamanan.

“Harus diselesaikan dan tidak ada lagi konflik ataupun sebagainya. Silakan melakukan aktifitas sebagimana mestinya. Situasi sudah aman dan kondusif. Tidak ada lagi konflik semacam ini terjadi lagi,” tegas Kapolda sebagimana informasi yang dihimpun oleh Ambon Ekspres.

Sementara untuk proses hukum, Dandim memastikan, langkah tersebut telah diambil oleh pihak kepolisian. “Sudah itu kewenangan teman-teman dari kepolisian yang pastinya sesuai dengan hasil pertemuan dengan masyarakat dengan pangdam sama Kapolda proses hukum jalan disamping proses perdamaian juga jalan,” terang dia.

Sabtu (hari ini), dua kelompok warga akan melaksanakan penandatangan kesepakatan damai, yang rencananya disaksikan oleh Camat Leihitu, Danramil, Kapolsek, serta kedua tokoh masyarakat. Kesepakatan damai akan dilakukan pukul 14.00 WIT. (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!