PKS Wakafkan Alkatiri, Gerindra Pilih Raat – Ambon Ekspres
Trending

PKS Wakafkan Alkatiri, Gerindra Pilih Raat

Soal Pilkada SBT

AMBON, AE— Kepastian Pemilukada serentak di 2015, membuat sejumlah partai politik di Maluku mulai membuka kran pendaftaran. Partai Keadilan Sejahtera dipastikan mencalonkan Fachri Husni Alkatiri sebagai bupati kabupaten Seram Bagian Timur. Sementara Partai Nasional Demokrat (Nasdem) masih menimbang figur internal.

Sekretaris umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Maluku, Suhfi Majid mengatakan, dalam waktu dekat, akan dibentuk Tim Optimalisasi Musyarokah (TOM). Tim ini akan menggodok seluruh mekanisme dan pentahapan Pilkada SBT, Maluku Barat Daya, Buru Selatan dan kepulauan Aru yang masuk dalam jadwal pilkada serentak 2015.

“Pembentukan TOM melalui musyawarah DPW dengan berpedoman pada petunjuk pelaksana dari DPP PKD. Jika sudah terbentuk, TOM akan segera mengatur proses tersebut. Ada Juklaknya, nanti dibahas dalam rapat DPW,” ujar Suhfi kepada Ambon Ekspres, via pesan pendek atau sms, Kamis (19/2).

Disinggung soal figur yang nantinya diusung, ketua Komisi D DPRD Provinsi Maluku ini menandaskan, PKS tetap mengusung Fahcri Husni Alkatiri sebagai calon tunggal Bupati SBT lima tahun kedepan.

Dari berbagai pandangan dan pertimbangan, lanjut Suhfi, PKS memiliki kematangan dan pengalaman untuk mendorong Alkatiry berlaga dalam Pilkada SBT mendatang. Keinginan internal kader juga menjadi pertimbangan serius.

“Internal kader juga cukup kuat untuk meminta beliau maju sebagai calon bupati SBT periode 2015-2020 mendatang,” kata dia. Suhfi menegaskan, bagi PKS, Alkatiry merupakan aset partai yang memiliki kompetensi untuk memberikan arah dan harapan baru bagi kebangkitan kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa, yang dipimpin Abdullah Vanath selama dua periode.

“PKS mewakafkan FHA (Fachri Husni Alkatiry-red) untuk SBT,”tegas anggota legislator daerah pemilihan Seram Bagian Barat ini.

Dia menjelaskan, ada mekanisme internal yang akan diikuti oleh Alkatiry untuk mendapatkan rekomendasi nantinya. Namun, arah dukungan kepada Alkatiry semakin kuat. “Ada mekanisme internal, namun arah dukungan untuk menjadikan FHA mengambil bagian sebagai calon bupati SBT cukup kencan. Itu merupakan fakta yang direspon oleh struktur partai,” paparnya.

Partai Gerindra juga hampir pasti akan mengusung Raat Rumfot. Namun berbeda dengan PKS, Gerindra lebih memilih mengusung Raat sebagai Wakil Bupati. “Pak Raat ingin kursi wakil bupati saja. Komunikasi sudah kita lakukan dengan pak Raat. Bahkan konsolidasi dengan DPC Gerindra SBT juga sudah dilakukan,” kata sumber Koran ini, kemarin.

Menurutnya, putusan memilih kursi wakil bupati, disinkronkan dengan basis massa figur yang akan diusung. “Raat sudah hampir final dengan Mukti Keliobas. Komunikasi sudah dilakukan. Disamping itu, Raat juga punya basis massa kuat. Itu terlihat dari dia sebagai peraih suara terbanyak untuk kursi anggota DPRD Maluku daerah pemilihan SBT,” terang sumber ini.
Hanya saja, Sekretaris DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) SBT, Alimudin Kolatlena mengatakan, peluang mencalonkan kader tergantung output penjaringan bakal calon.

“Soal kader, memang semua orang punya potensi untuk diusulkan dan kemungkinan itu ada. Namun semuanya sangat tergantung pada hasil penjaringan partai. Hanya saja, bagi Gerindra ruang kepada tokoh-tokoh di SBT selalu dibuka untuk berpartisipasi di pilkada melalui Gerindra,” kata Kolatlena, kemarin.

Anggota DPRD SBT aktif ini mengungkapkan, sejak pendaftaran dibuka 6 Februari, tiga kandidat telah mendaftarkan diri, yakni wakil bupati SBT dua periode Siti Umariah Suruwaky, mantan calon wakil bupati Jusuf Rumatoras dan Kepala Dinas Pertambangan SBT Syarifudin Go.

“ Fachri Husni Alkatiri dan Sam Tukwain mendaftar di Gerindra,”papar dia. Untuk Pilkada SBT, Gerindra membuka pendaftaran hingga 28 Februari mendatang.

Dikatakan, kontestasi Pilkada SBT yang ketat membuat Gerindra memilih rasional dan objektif memberikan rekomendasi. Salah satu kriteria yang harus dipenuhi bakal calon bupati maupun wakil adalah untuk mendapatkan rekomendasi, adalah tingkat elektabilitas.

“Memang banyak kriteri yang menjadi sandaran bagi Gerindra mengusung Calkada. Tapi kriteria utama yang menjadi penilaian Gerindra yaitu elektabilitas. Artinya dukungan dari masyarakat itu menjadi indikator kuat bagi Gerindra untuk memberikan dukungan politik,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Nasdem Maluku, Hamdani Laturua mengaku, sampai kemarin partainya belum membicarakan pencalonan figur partai untuk bertarung merebut kursi bupati atau wakil bupati SBT.

“Kami belum pastikan. Nanti dilihat situasi dan dinamika politik kedepan. Lagian, kami juga belum membahas soal pengusungan figur internal partai,”kata Hamdani, kemarin.
Soal tahapan pendaftaran di Partai Nasdem, Hamdani mengatakan, sesuai dengan Instruksi DPP tentang pelaksanaan tahapan penjaringan dan, penyaringan serta pentahapan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, akan dimulai 23 Februari 2015.
“Sesuai instruksi DPP, kita akan mulai dengan pengorganisasian atau pembentukan tim pilkada daerah 20-21 Februari 2014. Kemudian pengumuman pendaftaran bakal calon kepala daerah tanggal 23-28 Februari,” sebut pengacara kondang di Maluku ini.
Dikatakan, untuk mendapatkan figur yang benar-benar berkualitas, punya elektabiltas, dan akseptabilitas, Nasdem akan melaksanakan survei. Hasil survei kemudian dibahas di internal partai untuk menetapkan bakal calon bupati.
“Tentu survei internal sangat penting dilakukan. Apalagi tahapan uji publik untuk Pilkada serentak dihilangkan. Berdasarkan instruksi DPP, survei elektabilitas dan akseptabilitas di mulai 18 Maret hingga 15 April,”kata Hamdani.
Hamdani merincikan, tahapan penjaringan dan penyaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk kabupaten SBT, Kepulauan Aru, Bursel dan MBD berdasarkan instruksi DPP setelah pengumuman pendaftaran, yakni masa pendaftaran atau penjaringan, 24 Februari hingga 3 Maret.
Selanjutnya, verikasi administrasi, 4-5 Maret. penetapan nominasi (penjaringan) 6 hingga 10 Maret. Penyampaian nominasi, 12-16 Maret, Pemilihan bakal calon 20-27 April dan Penyerahan hasil pengesahan (rekomendasi) ke DPW 23-30 April.

“Untuk jadwal pendaftaran calon, akan kita sesuaikan dengan pentahapan dan jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten masing-masing,” kunci Hamdani. (TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!