Walikota Harus Beri Sanksi Haidee Nikijuluw – Ambon Ekspres
Metro Manise

Walikota Harus Beri Sanksi Haidee Nikijuluw

Terkait Korupsi Pengadaan Mobil Penyuluh DKP

AMBON, AE— Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mobil penyuluh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ambon, Haidee Nikijuluw harus diberi sanksi oleh Pemkot Ambon. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku pada 2014 lalu.

Walaupun telah berstatus tersangka, namun Haidee masih tampak menghirup udara bebas karena berstatus tahanan kota. Walaupun demikian, banyak pihak yang menginginkan agar dia seharusnya diberi sanksi oleh Pemkot Ambon.

Ketua Bidang Hukum dan Ham HMI Cabang Ambon, Hasbul Rumakeving meminta agar Walikota Ambon memberikan saksi terhadap bawahannya itu. “Pemkot Ambon melalui Walikota Richard Louhenapesssy seharusnya memberikan sanksi kepada Haidee karena terlibat dalam kasus korupsi,“ ungkap Rumakeving saat menghubungi koran ini, kemarin.

Menurut Rumakeving, sanksi merupakan langkah tepat yang seharusnya diambil walikota. Karena hal itu dilakukan untuk memberikan contoh bagi pihak lain agar tidak melakukan tindakan melawan hukum. “Salah satu visi dan misi Walikota Ambon adalah bersih dari korupsi. Oleh sebab itu, saya meminta agar orang nomor satu di Kota Ambon itu dapat bertindak tegas terhadap bawahannya yang terlibat kasus korupsi,“ tandas dia.

Dirinya berharap, walaupun kasus yang menjerat Haidee belum diputuskan di PN Tipikor Ambon dan belum memiliki kekuatan hukum, namun status tersangka yang disandang dianggap tidak baik bagi banyak pihak. ‘’Olehnya itu para tersangka yang terjerat korupsi harus dikenakan sanksi tegas,” tandas dia.

Kasus dugaan korupsi atas naman Haidee Nikijuluw kini sudah masuk ke pengadilan untuk disidangkan. Karena tim JPU dari Kejati Maluku telah menyerahkan BAP dengan tersangka Heidee selaku PPTK dalam proyek tersebut.

Seperti diketahui, DKP Kota Ambon pada tahun anggaran 2013 lalu mendapatkan alokasi anggaran senilai Rp 429,8 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengadaan mobil penyuluh lapangan. Namun, mobil penyuluh tersebut baru direalisasikan tahun 2014. Sialnya lagi, mobil tersebut tidak dilengkapi dengan aksesoris.
(AFI)

Most Popular

To Top