Ambon Bebas Dari Konflik – Ambon Ekspres
Amboina

Ambon Bebas Dari Konflik

The Habibie Center Kunjungi DPRD Ambon

AMBON,  AE.—The Habibie Center mengunjungi Komisi I DPRD Ambon dalam mengkaji perdamaian dengan topik, konflik Maluku tahun 1999 silam. Dari kunjungan tersebut, organisasi ini memastikan Maluku khususnya Kota Ambon sudah aman dan bebas dari kekerasan. Karena jika terjadi konflik, maka dengan sendirinya akan segera berakhir tanpa campur tangan orang luar. Dan ini akan menjadi baromter bagi daerah lain.

Peneliti Senior The Habibie Center, Muhammad Hasan Asory mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka pembangunan perdamaian di Maluku khususnya Kota Ambon kedepan. Karena tujuan dari The Habibie Center adalah agar Maluku yang dinilai sangat luar biasa ini bisa menjadi barometer dan pengalaman yang berharga.

Maluku yang awalnya merupakan daerah konflik di tahun 1999 lalu, kini terlihat sangat berkembang dengan perubahan pembangunan dengan campur tangan pemerintah daerah dan masyarakat Maluku khususnya Kota Ambon.

“Kita apresiasi Komisi I DPRD Ambon dan kita akan mereview hasil ini. Kita akan lihat mungkin ada inisiatif yang bisa membantu. Ini keseluruhan Maluku. Kita akan lihat apakah fokus untuk daerah tertentu atau dari segi level dewasa hingga anak-anak,” ungkap Asory.

Dijelaskan, Maluku adalah daerah konflik yang terkenal dengan adat istiadat yang kental atau disebut dengan bumi raja-raja. Saat ini, lanjut dia, The Habibie sangat fokus pada Maluku, Aceh dan Papua. “Kita ingin mengambil hal yang strategis dan yang mungkin perlu intervensi atau inisiatif lebih lanjut.

Jadi kita sangat senang dengan perkembangan di Maluku karena ini sangat luar biasa. Kalau bisa kita tawarkan, tentang cerita Maluku yang hebat, pastinya membantu dinas pariwisata. Dan menjelaskan kepada wisata tentang Maluku yang sudah sangat luar biasa.

Yang saat ini tidak ada kekerasan, sangat damai dan Maluku aman,” puji Asory.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Komisi I DPRD Ambon Leonora Far-Far yang memimpin langsung pertemuan tersebut menjelaskan, kunjungan tersebut untuk mencari solusi perdamaian di Maluku. Karena Maluku menjadi salah satu target yang dinilai sebagai daerah konflik. Namun dengan kuatnya adat-istiadat pela gandong, orang basudara dan kearifan lokal membuat Maluku bisa terbebas dari daerah konflik.

“Mereka juga ingin mendapatkan data dan masukan dari Komisi I terkait dengan konflik di Maluku yang sekarang sudah dirasakan mulai membaik. Karena dilihat pada saat konflik itu melibatkan Maluku dan orang Ambon pada umumnya itu pada soal adat istiadat dan soal agama yang pernah terprovokasi,” jelas Politisi PDI-P ini.

Menurutnya, Kota Ambon untuk sekarang ini sudah kondusif, karena jika terjadi konflik di berbagai daerah maka dengan sendirinya akan diselesaikan oleh kedua belah pihak yang berseteru sehingga tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

“Ini benar terjadi di Maluku khususnya Kota Ambon. Ini adat pela gandong, orang basudara. Kearifan lokal inilah yang membuat konflik di Maluku bisa diselesaikan orang Maluku sendiri tanpa ada campur tangan orang luar,” tuturnya. (ISL)

Most Popular

To Top