Berkas Tiga Tersangka Korupsi Jembatan Gaa Tahap II – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Berkas Tiga Tersangka Korupsi Jembatan Gaa Tahap II

AMBON, AE.—Berkas tiga tersangka dalam kasus korupsi proyek pembangunan jembatan Gaa, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) senilai Rp 2 miliar resmi dilimpahkan ke tahap penuntutan, Selasa (24/2). Ketiga tersangka yang berkas pemeriksaan sudah dinyatakan lengkap itu masing-masing Tommy Andreas, Nurdin Mony dan Bader Azis Alkatiri. Berkas satu tersangka lainnya yakni Harus Lestaluhu masih dalam pemberkasan. Demikian disampaikan Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Dikatakan, pelimpahan berkas tiga tersangka dalam kasus jembatan Gaa dilakukan karena telah dinyatakan lengkap oleh JPU. Dengan demikian, penyidik menyerahkan berkas dan tiga tersangka kepada JPU untuk selanjutnya dilanjutkan hingga ke PN Tipikor Ambon. “Berkas tiga tersangka telah lengkap maka penyidik telah menyerahkannya ke JPU untuk melanjutkan proses hukum kasus ini,“ ungkap Palapia.

Palapia menambahkan, ketika proses pelimpahan, para tersangka didampingi kuasa hukumnya. Tomy Andreas didampingi Adolof Saleky cs, Nurdin Mony dan Bader Azis Alkatiry didampingi Fachri Bahmid SH.

Selain berkas tiga tersangka kasus jembatan Gaa, pihaknya juga melimpahkan berkas tahap II pada kasus korupsi proyek pembangunan ruang tunggu Pelabuhan Jawalang di Kabupaten MBD yang melibatkan Direktur CV Surya Mega Pratama, Samuel Angki sebagai tersangka.

Terkait dengan kasus, sebagaimana pernah diterbitkan koran ini sebelumnya, proyek pembangunan ruang tunggu Pelabuhan Jawalang milik Dinas Perhubungan MBD terletak di Kisar Kecamatan Pulau-pulau Terselatan. Anggaran untuk merealisasikan pryek ini dibiayai dengan APBD MBD tahun 2013 senilai Rp 400 juta lebih.

Dalam proses pekerjaannya, terdapat sejumlah item yang belum diselesaikan. Bahkan terdapat banyak kekurangan.

Hasil tersebut didapat ketika dilakukan pemeriksaan oleh ahli PU. Terdapat sejumlah item pekerjaan belum selesai namun anggaran sudah dicairkan 100 persen. Akibat perbuatan itu, negara dirugikan Rp 200 juta lebih. Selain itu, jaksa juga telah menahan Samuel Angki di Rutan Klas IIA pada 27 November 2014 lalu.(AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!