BMKG Perkirakan Kota Ambon Tidak Alami Musim Penghujan – Ambon Ekspres
Amboina

BMKG Perkirakan Kota Ambon Tidak Alami Musim Penghujan

AMBON, AE.—Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, George Mahubessy mengatakan, Maluku khususnya Kota Ambon tahun ini akan mengalami kondisi cuaca normal. Kondisi cuaca akan jauh dari musim hujan yang berkepanjangan dan musibah banjir.

Sementara untuk gelombang, dipastikan akan terjadi minggu-minggu kedepan. Namun, tidak terlalu tinggi hanya sedikit diatas normal. “Untuk cuaca di Maluku kebalikan dengan cuaca di Pulau Jawa.

Dimana, musim hujan di Pulau Jawa dari bulan November hingga Maret. Sementara di Maluku musim hujan dari Mei hingga Agustus. Namun, curah hujan di Kota Ambon rendah dan tidak menyebkan musim hujan hingga banjir,” ungkap Mahubessy kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (24/2).

Dijelaskan, bulan Januari hingga Februari ini, banyak terjadi hujan di Maluku khususnya Kota Ambon karena gejala alam yang disebut El Nino sudah melemah. Jika dilihat, sambung dia, tahun 2014 lalu, sempat ada kekhawatiran tentang musim hujan yang akan sama seperti di tahun 2010 lalu. Dimana musim hujan terjadi dalam satu tahun penuh yang disebut dengan gejala La Nina.

Dan La Nina ini membawa curah hujan yang tidak henti-hentinya untuk Indonesia termasuk di Kota Ambon. “Kalau gejala lawan dari La Nina ini adalah El Nino yang membuat curah hujan di Indonesia termasuk di Maluku berkurang.

Dan tahun 2014 lalu itu juga pengaruh dari gejala El Nino yang menyebabkan kurangnya curah hujan,” jelasnya sambil memperagakan lewat layar perkiraan cuaca.

Menurutnya, tahun 2014 hingga 2015, cuaca di Kota Ambon bisa dikatakan netral, tapi posisinya tidak terlalu kuat. Posisi ini bisa mendatangkan hujan maupun panas yang tidak berdampak hingga banjir. Karena, jika terjadi gejala El Nino yang kuat maka bisa dipastikan Kota Ambon akan kekeringan.

Sementara itu, lanjut dia, yang menjadikan Januari hingga Februari ini banyak terjadi hujan karena ada peningkatan atau banyak gangguan di bagian Benua Australia yang disebut dengan badai. Badai ini juga yang sering terjadi dan jarang terjadi untuk Indonesia termasuk Maluku.

“Dalam bulan Februari ini sudah terjadi 2 kali badai di Australia sehingga menyebabkan akhir-akhir ini terjadi hujan. Kalau karena badai, maka masyarakat tidak perlu khawatir, karena Kota Ambon tidak akan terjadi hujan berkepanjangan hingga menyebabkan banjir. Karena, kini badainya sudah berakhir atinya sudah mati dan masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar pria berkaca mata ini.

Dia berpendapat, badai inilah yang membuat khawatir masyarakat akhir-akhir ini. Apakah Kota Ambon masuk dalam kategori musim hujan atau badai. Karena pastinya, curah hujan akan diatas normal namun tidak mendatangkan musibah banjir di Kota Ambon dan sekitarnya.  “BMKG sering memonitoring. Apakah turun hujan atau tidak.

Karena jika badai, kita akan prediksi untuk potensi banjir saya rasa tidak karena pastinya membutuhkan waktu yang lama. Dan tahun ini tidak terjadi badai atau banjir, hanya normal paling diatas normal sedikit dan tidak perlu ada kekawatiran,” jelas dia.

Sementara untuk cuaca badai, dirinya mengaku akan menginformasikan kembali untuk dipublikaskan ke masyarakat agar diwaspadai. ’’Perlu ada antisipasi warga terkait gelombang. Karna badai ini terbentuk di laut dan mendatangkan angin yang kuat serta gelombang yang tinggi. Kedepan cuaca masih seperti ini walaupun kadang berubah dengan cepat.

Sampai saat ini, indikasi El Nino dan La Nina tidak ada karena semua netral. Kalau diluar Maluku terlihat gelombang yang tinggi, tapi untuk Maluku khususnya Kota Ambon tidak terlalu tinggi karena ketinggian hanya berkisar 1,5 hingga 2 meter. Jika ada informasi maka diwajibkan waspada,” pesannya. (ISL)

Most Popular

To Top