Isu Sesat di Bursa Ketua PDIP – Ambon Ekspres
Trending

Isu Sesat di Bursa Ketua PDIP

AMBON,AE— DPP PDIP belum juga memutuskan siapa bakal calon Ketua DPD PDIP Maluku. Namun, intrik politik mulai dimainkan untuk menjatuhkan kandidat tertentu. Akibatnya, para kandidat bersama tim pemenangnya saling serang.

‘’Jangan main isu suku, agama dan ras (SARA) begitu dong. DPP PDIP tidak terpengaruh dengan isu itu. Mari kita main ide dan gagasan untuk membesarkan partai kedepan,” kata salah satu kader PDIP kepada Ambon Ekspres, yang menolak menyebutkan namanya.

Siapa kandidat yang memainkan isu di DPP PDIP,  kader yang enggan namanya dikorankan tak menyebut siapa kandidat yang dimaksud. Dia hanya mengaku. ”Saya kira semua fungsionaris dan kader PDIP mengetahui itu. Isu yang dimainkan tidak mempan dan tidak mendidik. Mari kita bertarung secara sehat,” tantangnya.

Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Maluku, Jhon Jokohael menegaskan, isu SARA yang disebutkan tidak masuk akal. Dia mengaku, selama ini banyak isu dimainkan kandidat tertentu.”Memang selama ini banyak isu negatif dihembuskan. Ada upaya menjatuhkan LW (Lucky Wattimury) dengan berbagai isu miring yang menyudutkan Wattimury di DPP PDIP. Itu isu tidak mempan. Ketua DPD PDIP Maluku sudah pasti ke Lucky Wattimury. Itu bentuk ketakutan saja,” sindirnya.

Salah satu kandidat Ketua DPD PDIP Maluku, Efert Kermite menegaskan, DPP PDIP memutuskan tiga nama yang akan dikirim atau disampaikan dalam Konferda berdasarkan pertimbangkan semua faktor. ‘’Bukan isu yang dimainkan. Silakan lempar isu, semua tergantung DPP yang menentukan. Kita tunggu saja,”sebutnya.

Soal kapan DPP PDIP memutuskan tiga bakal calon ketua DPD PDIP Maluku, Kermite belum bisa memastikan. ”Belum putuskan. Kita belum tahu kapan. Mungkin DPP PDIP sementara ada laksanakan fit and proper test Ketua DPD PDIP di daerah lain, jadi belum putuskan,”terangnya.

Salah satu bakal calon ketua DPD PDIP Maluku, Thobyhend Sahureka menekankan, sebagai bakal calon ketua, hendaknya semua berpolitik dengan santun dan elegan serta tidak saling serang. ‘’Itu pembunuhan karakter. Pemimpin partai itu mesti legowo. Jadi pemimpin partai itu khan jadi pemimpin juga bagi masyarakat. Jadi mari kita beri contoh yang baik,”ingatnya.

Dia menilai, dengan cara-cara yang tidak sehat untuk merebut kursi ketua partai, akan berimplikasi negatif bagi perkembangan partai kedepan. ”Tentu dengan karakter seperti itu akan menghancurkan partai. Dan ini tidak baik bagi konsolidasi dan regenerasi partai,” sebutnya.

Jokohael menambahkan, penentuan siapa kandidat yang diputuskan, sulit diprediksi. Namun, dia memperkirakan DPP akan memutuskan siapa yang diusung sehari sebelum pelaksanaan Konferda. ”14 Maret 2015 Konferda. Sampai sekarang DPP belum juga memutuskan calon ketua DPC kabupaten/kota. Sementara Konfercab digelar 5 Maret 2015 mendatang secara serentak. Saya kira mendekati pelaksanaan Konferda baru diputuskan,” kata Jokohael.
(JOS)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!