Tagop Bawah Bursel Wujudkan Kemandirian Pangan – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Tagop Bawah Bursel Wujudkan Kemandirian Pangan

Langkah Bupati Buru Selatan (Bursel) Tagop Soedarsono Soulisa dibidang pangan selama ini patut diapresiasi.

Betapa tidak, ia mampu memimpin daerah itu meraih prestasi dibidang ketahanan pangan.

Padahal, sejak dimekarkan dari Kabupaten Buru pada 2008 silam, Kabupaten Bursel  merupakan salah satu daerah di Tanah Air yang mengalami krisis pangan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, masalah pangan bukan lagi hal yang ditakutkan. Daerah ini telah memiliki ketahanan pangan yang cukup.
Kemampuan keluar dari krisis pangan saat itu, sangat tergantung komitmen dan visi kepala daerah yang dipimpin Tagop Soedarsono Soulisa. Tagop begitu dilantik bersama wakilnya, Ayub Seleky berusaha maksimal mewujudkan ketahanan pangan di masyarakat.

Tagop yang juga mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buru Selatan ini ternyata, sudah lama menginginkan daerah itu keluar dari krisis pangan. Mengingat Bursel memiliki potensi yang banyak dan belum tergarap baik.

Dan, begitu ia terpilih menjadi Bupati Bursel bersama Ayub Seleky sebagai wakil bupati, mulai memaksimalkan program penciptaan ketahanan pangan di masyarakat. Salah satu potensi pangan yang dilirik adalah pangan lokal, berupa umbi-umbian dan hotong. Selain itu, juga memaksimalkan pengembangan pertanian padi lahan kering.

“Motivasi saya saat itu ingin segera membawah Buru Selatan  keluar daerah dari krisis pangan. Apalagi, saat kondisi cuaca ekstrim dan sebagainya, maka suplai pangan sangat terganggu,” ujarnya saat ditemui koran ini, beberapa waktu lalu.

Ia mengaku, krisis pangan saat itu membuat masyarakat kesulitan mendapatkan beras. “Karena itu kita cari jalan keluar untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras, kita ajak masyarakat untuk mengembangkan pangan lokal,” terang salah satu tokoh pemekaran Bursel ini.

Langkah pengembangan pangan local berupa umbi-umbian dan hotong akhir berhasil, dan masyarakat pun tidak lagi ketergantungan dengan beras yang masih dimpor dari luar daerah.

Sebetulnya, Tagop bukan hanya berhasil dibidang ketahanan pangan, tapi juga mampu membuka keterisolasian masyarakat di daerah itu, melalui pembukaan jalur jalan di wilayah terpencil, pembangunan pelabuhan rakyat, hingga penyediaan sarana transportasi yang aman, nyaman, dan cepat.

Hanya beberapa tahun memimpin Bursel, jalur transportasi  darat, baik antar kecamatan maupun antar kabupaten khususnya dengan Kabupaten Buru semakin lancar. Begitu juga dengan perhubungan laut, kapal Pelni sudah menyinggi beberapa dermaga seperti Namrole dan Leksula. Masuknya, kapal cepat dan kapal fery semakin menambah kelancaran arus transportasi barang dan jasa di daerah itu.

Kondisi ini pun kemudian berdampak pada kelancaran roda perekonomian, khususnya di sektor perdagangan dan usaha jasa lainnya. Pembangunan pertokoan dan usaha jasa  penginapan dan perhotelan di Kota Namrole, ibukota Bursel terus terlihat.
Dibidang transportasi udara juga tidak kalah dengan daerah ini. Sejauh ini ada beberapa perusahaan penerbangan komersil, seperti Trigana Air melayani penerbangan Ambon-Namrole pulang pergi.

Dan atas semua keberhasilan itu, Kabupaten Bursel yang diwakili Bupati Tagop Soedarsono Soulisa pada 27 Desember 2014 lalu menerima penghargaan dari pemerintah pusat, atas keberhasilan daerah itu keluar dari berbagai krisis, diantaranya masalah pangan. (ESI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!