WNA Kamboja Cabuli Siswi SMP – Ambon Ekspres
Metro Manise

WNA Kamboja Cabuli Siswi SMP

AMBON, AE—  Maisaron (35), salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Makera 05 yang juga berkebangsaan Kamboja terpaksa meringkuk dalam tahanan polisi. Dia diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap seorang siswi SMP yang masih berusia 13 tahun. Perbuatan bejat itu dilakukan berdekatan dengan lokalisasi Tanjung Batu Merah, Kecamatan Sirimau.

Informasi yang dihimpun Ambon Ekspres, aksi bejat pelaku terjadi pada 18 Februari 2014 sekitar pukul 22.00 WIT. Saat itu diduga pelaku dalam keadaan mabuk. Kejadian berawal ketika korban hendak melewati lokalisasi disekitar kawasan itu untuk kembali ke rumahnya. Namun dia dicegat pelaku. Pelaku kemudian meremas payudara korban.

Ternyata korban tidak tinggal diam. Aksi pelaku ini kemudian dilaporkan kepada orang tuanya. Ibunya yang mendengar cerita anaknya langsung menuju lokasi kejadian. Dia kemudian menceritakan kejadian yang menimpa anaknya itu kepada sejumlah pemuda di kawasan itu.

Tidak lama, para pemuda ini kemudian ikut meringkus pelaku dan membawanya ke Mapolsek Sirimau untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Beberapa hari diamankan, pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Ambon. Kini pelaku harus menjalani proses hukum sesuai perbuatan bejat yang telah dilakukannya.

Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Ambon, Iptu Izaak Salamor ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Menurut dia, kasus tersebut kini ditangani penyidik di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). ”Kejadiannya Rabu pekan lalu. Senin (23/2) dilimpahkan ke Polres Ambon untuk diproses lebih lanjut,” ungkap Salamor diruangan kerjanya, Selasa (24/2).

Dijelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Pelaku diketahui memiliki paspor kewarganegaraan Kamboja. Olehnya itu, pihaknya berkordinasi dengan Polda Maluku agar segera melaporkan kasus ini ke Keduaan Kamboja di Jakarta. ”Kita akan koordinasi dengan Polda Maluku untuk disampaikan ke kedutaan Kamboja karena penanganan kasus khususnya warga asing harus diberitahukan ke kedutaan sebagai perwakilan negaranya. Ini prosedurnya dan harus sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tuturnya.

Dia mengaku, pihaknya telah memeriksa dua orang saksi dalam kasus ini. ”Dua saksi sudah diperiksa. Satu warga negara asing. Pemeriksaan juga kita libatkan penerjemah dari Indonesia. Saat ini proses hukum masih dilakukan,” tegasnya.
(ERM)

Most Popular

To Top