Assagaff Pertemukan Mukti-Fachri – Ambon Ekspres
Trending

Assagaff Pertemukan Mukti-Fachri

Soal Koalisi Dalam Pilkada SBT

AMBON,AE— Kepastian Mukti Keliobas dan Fachri Husni Alkatiri berpasangan pada Pemilihan kepala daerah Kabupaten Seram Bagian Timur mulai tampak. Meski belum dideklarasikan secara resmi, namun pertemuan terbatas antara kedua tokoh SBT ini sudah dilakukan. Gubernur Maluku, Said Assagaff bahkan pernah mempertemukan dua politisi berbeda partai politik ini.

Pekan lalu, pertemuan digelar di perumahan Gubernur, Mangga Dua. Selain Mukti dan Fachri, Direktur Media Survei dan Strategi (MSS), Husein Marababessy juga diundang Assagaff.

Mukti Keliobas yang juga Ketua DPD Golkar SBT, saat dikonfirmasi membenarkan pertemuan tersebut. Pertemuan dengan Assagaff juga dipastikan membicarakan Pilkada SBT. Meski begitu, salah satu kandidat kuat bupati ini tidak merincikan hasil pertemuan tersebut.

“Memang ada pertemuan itu, namum saya belum bisa menjelaskan secara rinci hasilnya. Karena saya masih melakukan komunikasi dengan teman-teman. Dalam waktu satu dua hari kedepan baru bisa saya menyampaikan ke publik. Pertemuan itu sudah di singgung soal pilkada,”ujar Mukti kepada Ambon Ekspres, via seluler, Rabu (25/2).

Mukti mengaku, ada kemungkinan dirinya berpasangan dengan Alkatiri sebagai calon wakil bupati pada Pilkada SBT. Untuk memastikan hal itu, pihaknya telah menggandeng Media Survei dan Strategi (MSS) pimpinan Husen Marabessy untuk melakukan survei.

“Paket bakal calon bupati dan wakil bupati SBT antara Golkar dengan PKS, kemungkinannya pasti ada. Sekarang kita sedang melakukan survei bakal calon bupati dan wakil bupati di SBT. Kemungkinan dua minggu kedepan hasilnya sudah bisa diperoleh dan disampaikan ke partai sebagai landasan untuk menentukan siapa yang maju jadi bupati dan wakil bupati SBT,” ungkap Ketua DPRD SBT dua periode sampai sekarang.

Soal rekomendasi Golkar yang dinilai banyak kalangan akan direbut Sekretaris DPD Golkar Maluku Fatani Sohilauw, Mukti menjelaskan, ada mekanisme internal partai yang dilalui secara bertahap. Apalagi lanjut dia, Golkar masih diperhadapkan dengan konflik internal.

“Saat ini kita belum bisa bilang bahwa rekomendasi itu nantinya diberikan kepada siapa. Ada mekanisme partai yang harus kita lalui sebagai syarat konstitusi untuk mendapatkan rekomendasi Golkar. Olehnya itu, mari kita sama-sama menunggu keputusan Mahkamah Partai Golkar. Soal Fatani yang dapat atau saya, untuk sementara kita masih berproses,”jelasnya.

Mukti juga memastikan akan mendaftarkan diri di DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) SBT sebelum masa pendaftaran bakal calon berakhir 28 Februari. Sementara untuk partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dia mengaku, melakukan komunikasi politik dengan pimpinan DPD sebelum resmi mendaftar.

“Insha Allah sebelum penutupan, saya akan mendafkar di DPC Gerindra SBT. Untuk Hanura ada langkah-langkah lain yang akan kita ambil. Saya akan ketemu dengan ketua DPD Partai Hanura Maluku terkait dengan pendaftaran bakal calon bupati SBT,”kata Mukti.

Disinggung soal peluang mendapatkan rekomendasi dari partai lain, mantan calon bupati SBT 2010 ini tidak mau berandai-andai. Menurut dia, kewenangan memberikan rekomendasi sepenuhnya menjadi kehendak pimpinan masing-masing partai politik.

“Kita tidak bisa mendahului keputusan partai yang akan ditentukan setelah proses internal partai masing-masing dilakukan. Kami para bakal calon hanya melakukan komunikasi politik dengan pimpinan partai dan merujuk pada mekanisme internal partai mereka,” tandasnya.

Fachri Husni Alkatiri mengatakan, sejak awal ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar yang juga Gubernur Maluku, Said Assagaff, mengingingkan adanya koalisi Golkar dan PKS pada Pilkada SBT mendatang. Namun, kata dia, keinginan itu baru bersifat komunikasi.

“Pertemuan kita dengan pak gubernur itu bukan baru kali ini saja. Kan sudah beberapa kali dilakukan pertemuan. Pak gubernur memang dari awal menginginkan saya dengan pak Mukti berpasangan. Tapi masih dalam tahap komumikasi,”papar Alktiri via seluler, kemarin.

Anggota DPRD Provinsi Maluku dapil SBT dua periode ini juga menanggapi penggiringan opini soal Golkar dan PKS atau dirinya dan Mukti yang sulit berpasangan. Kata dia, tidak ada kata mustahil dalam dunia politik.”Tidak ada yang mustahil dalam politik. Jadi kemungkinan paket itu bisa saja terjadi,” tandas Ketua Fraksi PKS di DPRD Maluku ini.

Menurut dia, untuk menentukan sikap politik, PKS secara institusi maupun dirinya sebagai bakal calon, perlu mempertimbangkan Undang-Undang nomor 1/2014 tentang pilkada, yang menyatakann pilkada hanya berlangsung satu putaran. Selain itu juga soal peluang kemenangan, baik aspek elektabilitas, dukungan internal partai dan publik.

“Tentu tujuan bertarung adalah menang. Selain itu, sikap kami juga kan tergantung regulasi. Kalau dari awal kan sesuai dengan Perppu yang belum di revisi menyatakan Pilkada serentak tidak menggunakan sistem paket, tapi setelah di revisi, sistem paket tetap dipakai. Nah, karena itu kita mesti menyikapi regulasi ini secara bijaksana,”kuncinya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, dari survei tiga lembaga survei, menempatkan Mukti Keliobas sebagai peraih elektabilitas tertinggi. Namun, sumber Ambon Ekspres tidak merincikan berapa hasilnya. “Beda tipis dengan wakil bupati sekarang,” kata sumber ini.

Selain survei dilakukan terhadap kandidat calon bupati, survei pasangan juga dilakukan. Dari semua bakal calon wakil yang dipasangkan dengan Mukti Keliobas, sumber ini menyebutkan, pasangan Mukti-Fachri yang memiliki elektabilitas tertinggi.(TAB)

Most Popular

To Top