Perbankan Jangan Sembarangan Menyalurkan Kredit – Ambon Ekspres
Amboina

Perbankan Jangan Sembarangan Menyalurkan Kredit

AMBON,AE.—Guna mengantisipasi rasio kredit macet atau non perfoming loan (NPL) yang terlalu tinggi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengingatkan  perbankan agar menyalurkan kredit dengan tepat dan tidak sembarangan.

“Pihak  bank harus  berhati-hati menyalurkan kredit. Apabila tidak,  maka NPL pun dapat meningkat dan kenerja perbankan terganggu,” tegas Kepala OJK Provinsi Maluku, Laksono Dwionggo, kepada Ambon Ekspres, diruang kerjanya, kemarin.

OJK mencatat, NPL perbankan di Maluku sepanjang 2014 mencapai 2,73 persen. Rasio NPL tersebut dinilai cukup aman dalam penyaluran kredit. Sementara mayoritas penyaluran kredit perbankan di Maluku merupakan kredit konsumsi sebesar 56,34 persen.

“NPL di Maluku di tahun 2014 sebesar 2,7 persen. Resiko kredit bank masih aman. Kalau kita menggunakan threshold, itu sekitar 5 persen,”kata Laksono.

Data penyaluran kredit yang diterima OJK ini juga, merupakan data yang disesuaikan dengan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku. Dimana pada akhir tahun 2014 lalu mencatat, jumlah pembiayaan kredit yang telah disalurkan perbankan  kepada masyarakat di Maluku mencapai Rp 8 triliun 26,45 Miliar. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mengalami pertumbuhan hanya 8,35 persen.

“Pertumbuhan ini tergolong rendah, dimana rata-rata pertumbuhan kredit yang ditargetkan berkisar 11-15 persen,”ujarnya.

Penyaluran kredit di Maluku  sambung Laksono, hanya berkisar pada modal kerja, investasi dan konsumsi. Mayoritas merupakan kredit konsumsi 56,34 persen, kredit modal kerja 28,97 persen, dan kredit investasi 14,69 persen.

“Melihat komposisi pinjaman yang disalurkan kepada masyarakat, saya melihat masih terdapat cukup ruang bagi perbankan untuk terus mendukung perkembangan sektor-sektor yang ada dengan terus meningkatkan penyaluran kredit di Provinsi Maluku,”simpulnya. (IWU)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!