Ancam Boikot Kalau Pilih Huwae – Ambon Ekspres
Trending

Ancam Boikot Kalau Pilih Huwae

AMBON,AE— Suhu politik menjelang putusan DPP PDIP soal siapa kandidat yang ditunjuk sebagai calon ketua DPD PDIP Maluku, terus memanas. Sejumlah kader PDIP mengingatkan Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae agar tidak ‘serakah’ merebut kursi ketua DPD PDIP Maluku. Ini agar Huwae maksimal menjalankan tugasnya sebagai ketua dewan.

Tidak mungkin satu kader menjabat Ketua DPD PDIP Maluku dan Ketua DPRD Maluku. Mesti ada pembagian atau distribusi tugas kepada kader yang lain,” harap dua kader PDIP Johanes Timisela dan Hence Hitalessy kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Timisela mengatakan, distribusi penting untuk membesarkan partai kedepan. Kata dia, Ketua DPRD yang rangkap jabatan sebagai ketua partai tidak ada ruang koreksi. ”Kalau ada pendistribusian yang baik saya kira tugas dan tangungjawab yang dipercayakan dilaksanakan secara maksimal. Kalau rangkap jabatan tidak ada ruang koreksi,” ingatnya.

Hitalessy mengatakan, kader ditingkat bawah atau akar rumput mempertanyakan keinginan Huwae yang telah menjabat ketua dewan ingin rebut kursi Ketua DPD PDIP Maluku.”Para kader merasa aneh. Kalau rangkap jabatan siapa kontrol siapa.

Ini pertanyaan. Kalau ada klaim arus bawah dukung Huwae, arus bawah dari mana. Kami justeru berencana memboikot Huwae kalau ditunjuk sebagai Ketua DPD PDIP Maluku. Jangan arogan,” terangnya.

Sesepuh PDIP, Jusuf Leatemia menyesalkan, sejumlah kader pendatang yang selama ini menjagokan Huwae selalu mengadu domba para kandidat. ”Sebagai sesepuh partai saya mau tanya mereka ini ada dimana sejak era perjuangan. jangan sampai partai sudah besar baru datang kasih rusak. kami minta petinggi DPD PDIP Maluku segera menyikapinya,” tegasnya.

Leatemia menegaskan, politik adu domba yang digagas kader pendatang baru seolah-olah menunjukan ke publik kalau PDIP saat ini hancur. Padahal, lanjut dia, PDIP solid. ”Apakah dukungan PAC selama ini murni atau dibayar-bayar. mari kita bertarung sehat,” ingatnya.

”DPP PDIP mesti tegas terhadap mereka yang mengadu domba kader. Mereka ini hanya numpang ngekos di PDIP. Sesuai aturan main khan menjadi pengurus harus menjadi anggota 7 tahun. Nah, selama ini mereka dimana? Mereka ini biang kerok di partai,” sebutnya.

Sekretaris DPD PDIP Maluku, Efert Kermite menegaskan, tim pemenangan kandidat agar menghentikan polimik. ‘’Jangan buat pernyataan soal kebolehan kandidat, yang membingungkan kader partai dan masyarakat. Hentikan polimik,” tandasnya.

Dia mengaku, 39 tahun menjadi pengurus PDIP dari bawah hingga provinsi. Kata dia, sejak menjadi pengurus partai tidak pernah membuat polimik soal kepemimpinan di partai. ”Kita dudukan sesuai aturan main. Soal senior dan junior saya sudah laksanakan,” terangnya.

dia menuturkan, sejak PDI (sekarang PDIP) dipimpin Suryadi ditawarkan pimpin partai, namun dia memberikan kepada kader senior lainya. ”Begitu juga PDIP dipimpin Megawati Soekarnoputri, saya masuk formatur tapi saya menyerahkan pimpinan partai kepada Eli Soplely. Padahal, waktu saya ditawari menjadi pimpinan partai, tapi saya legowo dan berikan kepada kader senior. sebagai kader saya tahu etika,” ingatnya.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!