Mantulameten CS Yakin Menang – Ambon Ekspres
Trending

Mantulameten CS Yakin Menang

Kubu Sahuburua Giliran Pesimis

AMBON,AE— Pasca Mahkamah Partai Golkar menunda pengambilan keputusan terhadap gugatan perselisihan kepengurusan DPP, harapan islah pun muncul dari kubu Agung Laksono. Namun, disisi lain mereka juga yakin MP akan membuat keputusan yang menguntungkan pihak Agung jika tidak ada islah.

Pengurus DPD Golkar Maluku kubu Agung Laksono, Paulus Mantulameten mengatakan, kesepakatan islah tergantung dari kedua pihak, yakni Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. Berdasarkan informasi yang dia peroleh, sampai dengan kemarin belum ada sinyal perundingan.

“Perkara tetap berjalan, tapi islah selalu terbuka bila kedua kubu menggunakannya. Setelah gagal perundingan, sampai saat ini belum ada perundingan lagi untuk melakukan islah,”ujar Mantulameten kepada Ambon Ekspres via short message servis atau sms, Kamis (26/2).

Mantulameten berharap, keputusan mahkamah partai nantinya dapat mendorong kedua kubu untuk islah. Selain islah sebelum keputusan MP, bentuk islah lainnya bisa melalui penyatuan atau penggabungan kepengurusan dari kubu ARB.

“Bentuknya bagaimana tergantung dari Mahkamah Partai setelah hasil pemeriksaan bukti dan saksi di MP. Misalnya saja setelah memeriksa bukti dan saksi lalu mahkamah partai berpendapat bahwa Tim Penyelamat Partai (TPP) yang di pimpin Agung adalah sah dan konstitusional, namun MP juga menginstruksikan Agung melakukan rekonsiliasi dengan menampung orang Aburizal dalam kepengurusan Agung, maka itu juga bentuk islah yang di paksa oleh MP,” jelas caretaker Ketua DPD Golkar Maluku versi Agung ini.

Kader Golkar kubu Agung lainnya, Hendrik Jauhari Oratmangun mengatakan, apabila islah telah disepakati kedua kubu sebelum putusan MP, maka itu akan diadopsi hakim MP untuk membuat keputusan. “Sebelum tutup sidang kemarin (Rabu-red) ada saran bahwa seandainya sebelum keputusan MP, apabila terjadi islah maka kesepakatan islah tersebut langsung di adopsi untuk keputusan MP,” jelas Hendrik yang mengikuti proses persidangan terakhir MP Golkar di kantor DPP Golkar, Slipi Jakarta Pusat, Rabu kemarin.

Hal senada juga disampaikan Djamil Divinunbun yang berada di pihak Agung. Meski tidak bisa memprediksi keputusan MPG, namun dari bukti yang disampaikan kubu Agung berikut keterangan para saksi, dia optimis, keputusan MPG akan memihak pada Agung Cs.

“Saya tidak bisa memprediksi apalagi memastikan keputusan Mahkamah Partai. Tetapi, dari proses persidang pertama sampai ketiga yang dilakukan MP itu menunjukan kubu Agung Laksono lebih siap memaparkan bukti-bukti dan saksi-saksi. Baik itu saksi fakta maupun saksi lainnya yang dibutuhkan MP untuk memeriksa perkara-perkara terjadi kedua kubu,” papar Divinubun yang juga mengikuti persidangan MP di markas Golkar, Slipi Jakarta Pusat itu.

Sebaliknya berdasarkan peryataan hakim MPG yang diketuai Profesor Muladi, lanjut Divinubun, bukti-bukti yang disampaikan kubu ARB belum lengkap dan tidak teratur. Selain itu, perkara yang dipermasalahkan kubu ARB dalam persidangan hanya soal Munas Ancol yang digelar pihak Agung.

Penyampaian pokok perkara oleh kubu ARB tersebut, kata Divinubun sangat berbeda dengan apa yang dipersoalkan kubu Agung. Kubu Agung tidak hanya menyampaikan perkara soal Munas Bali saja, tetapi mulai dari pelaksanaan Rapat Pimpinas Nasional (Rapimnas), Rapat pleno DPP tanggal 24 Oktober 2014 sampai pada keputusan pelaksanaan Munas pada November 2014.
Sementara itu, ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Maluku, Rony Sianressy mengatakan, apapun keputusan yang diambil MPG diterimanya dengan legowo. Akan tetapi pilihan yang diambil sudah mempertimbangkan asas hukum yang kuat.

“Politik itu pilihan dan pilihan itu menimbulkan konsekwensi. Secara pribadi dan sebagai kader Golkar yang dibesarkan di partai ini, saya sudah siap apabila firasat politik ini salah. Tetapi dari apa yang maknai dan yakini ini adalah benar,”kata dia.
Meski begitu kata dia, kubu ARB tetap mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung terhadap petusan Pengadilan Negri Jakarta yang menolak gugatan ARB. Sebab lanjutnya, kubu ARB menilai ada intervensi MP terhadap PN Jakarta Barat sebelum keputusan.

“Terhadap keputusan MPG, kita tidak menempuh upaya hukum. Yang kita kasasi ke Mahkamah Agung adalah putusan PN Jakarta Barat. Kubu ARB menilai ada intervensi dari MPG,” tandas pengurus DPD Golkar Maluku ini.

Dia juga meminta kubu Agung Laksono agar tidak mengeluarkan pernyataan yang justru menyesatkan publik. Sebab kata dia, keputusan PN Jakarta belum final. “Tetapi yang harus kita dudukan adalah keputusan PN Jakarta Barat bukan putusan final, sehingga jangan kita mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak didasarkan pada mekanisme aturan. Saya meminta kepada kubu sebelah (Agung Cs) untuk tidak melakukan penyesatan opini,” kuncinya. (TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!