Pekerja Kecewa Upah Dipotong Kontraktor – Ambon Ekspres
Amboina

Pekerja Kecewa Upah Dipotong Kontraktor

AMBON, AE.—Penanganan proyek pembangunan talud jalan tahun 2014 di Negeri Hatalai Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon terkesan merugikan pekerja tukang besi. Pasalnya, kontraktor diduga memotong habis ongkos kerja mereka selama 14 hari. Hal ini diungkapkan salah satu pekerja tukang besi, Isak Pasanea kepada wartawan, kemarin.

Menurut Isak, dia bersama teman-temannya sangat kecewa dengan kontraktor yang memegang proyek dengan nilai mencapai Rp 2 miliar itu.

Tukang besi pekerjaan talud penahan badan jalan di kawasan tersebut, kata dia, bekerja selama  selama 14 hari dan hanya dibayar Rp 600 ribu. Padahal seharusnya mereka dibayar sesuai kontrak.

“Mereka potong uang makan. Padahal semula tidak dibicarakan hal  tersebut sebab kami tinggal berdekatan dengan  kawasan itu dan awalnya semua fasilitas makan minum di luar biaya kontrak,” kesal dia.

Isak menilai, proyek tersebut dijadikan untuk mencari untung. Padahal semestinya upah pekerja tukang besi dibayar sesuai waktu. Meskipun kecewa, namun dia berharap  proyek miliaran rupiah itu bisa selesai tepat waktu.

“Kami sangat kecewa dengan gaji yang dibayar tidak cukup. Bayangkan volume pekerjaan sangat keras namun dibayar tidak sesuai alasan dan dipotong biaya makan minum,”tandas dia.

Dia mengaku kaget dan dan kecewa mengetahui upah kerjanya hanya Rp 600 ribu karena tidak sesuai dengan volume pekerjaan besi. Sebelumnya, dalam kontrak selama 14 hari tidak dijelaskan adanya pemotongan uang makan minum.

Hingga saat ini proyek tahun anggaran 2014 itu belum selesai dikerjakan.  “Saya tidak tahu kenapa pekerjaan belum selesai. Mungkin masih kurang anggaran. Namun pastinya anggaran tersebut sudah dikucurkan 100 persen tahun 2014,’’ terangnya. (AID)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!