Pembunuh Lekatompessy Jadi Terdakwa – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Pembunuh Lekatompessy Jadi Terdakwa

AMBON, AE.—Enam terduga pelaku pembunuhan terhadap Aiptu Paulus Lekatompessy mulai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Kamis (26/2). Sidang dengan agenda pembacan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kathy Lesbata cs dipimpin hakim ketua Herri Setiabudy SH didampingi hakim anggota Samsudin La Hassan SH dan Halima Umaternate SH. Selama persidangan, para terdakwa didampingi penasehat hukum Dani Nirahua dan Tomy Wattimury.

Dalam dakwaannya, JPU menjelaskan, peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya anggota polisi Paulus Lekatompessy terjado pada 29 September 2014 di asrama militer TNI AD Benteng Atas (Bentas). JPU menjelaskan bahwa ketika itu, korban Paulus Lekatompessy datang melayat di rumah almarhum Manti Sadou.

Saat itu, para terdakwa yakni Jefri Serhalawan (Bei), Ferdi Yohanes Rupidara (Berti) Yesda Persulessy, Ferry Latipeirissa (Efer), Demianus Wenhenubun (Guru Dang), Lukas Abarua, Vino Laturake (masih DPO), Jacob Laturake (anggota TNI yang telah diadili di Peradilan Militer) sementara duduk bernyayi menggunakan gitar sambil meminum alkohol jenis sopi. Saat itu, saksi Romi Sadou yang mengenal korban dan memanggilnya. Korban menghampiri dan menyapanya.

Kemudian, lanjut JPU, terjadi kesalahpahaman yang berujung adu mulut antara korban dengan Jacob Laturake. Saat itu, Jacob alias Jopi, yang merupakan anggota TNI, membentak korban dengan mengatakan ‘ose sapalah’. Kemudian korban menjawab Jopi dengan mengatakan ‘beta Latuhalat’.

Saat itu Jopi langsung memukul korban dengan kepalan tangan ke bagian wajah sebanyak tiga kali dan korban terjatuh. Setelah korban terjatuh, terdakwa Berti menghajar korban sebanyak dua kali menggunakan kepalan tangan dibagian wajah.

Tidak hanya itu, korban kemudian dihajar secara bergantian oleh terdakwa Yesda Persulessy, Jefri Serhalawan, Ferry Latupeirissa dan Demianus Wenhenubun hingga tidak berdaya. Selanjutnya, terdakwa Demianus Wenhenubun dan Ferry Latupeirissa mengangkat korban keluar dari dalam tenda dan dibawa ke lapangan voli diikuti terdakwa Yesda Persulessy dan Jefri Serhalawan serta saksi Lukas Abarua.

Saat korban dibawa menuju lapangan voli, terdakwa Ferdi langsung balik menuju tenda sementara terdakwa Yesda Persulessy dan Jefri Seherlawan pulang ke rumah. Ketika korban dibawa menuju lapangan voli, masih sedikit sadar, sehingga memegang kerah baju terdakwa Demianus Wenhenubun. Namun, korban kembali dihajar oleh terdakwa Demianus diikuti Lukas Abarua dan Vino Latureke.

Selanjutnya, saksi Izack Tuhumury yang mendengar keributan langsung pergi melihat kejadian itu. Saksi yang melihat korban tidak sadarkan diri, langsung memanggil Jhon Ramantenan, yang merupakan pemilik mobil untuk membawa korban ke rumahnya di Latuhalat.

Sesampai di rumah, korban langsung diberi perawatan oleh istrinya. Namun karena kondisi korban semakin kritis, korban dilarikan ke RSUD dr Haulussy. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong karena mengalami luka serius dibagian kepala yang mengakibatkan patah tulang tengkorak dan menyebabkan pembuluh darah korban robek.

Akibat perbuatan itu, para terdakwa dijerat pasal 170 ayat (2) ke-3, jo pasal 351 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Majelis hakim kemudian menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pemeriksan saksi.(AFI)

Most Popular

To Top