Penyidik Kesulitan Penerjemah – Ambon Ekspres
Metro Manise

Penyidik Kesulitan Penerjemah

Terkait Kasus Cabul ABK Asal Kamboja

AMBON,AE— Untuk pertama kali seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Kamboja tersandung masalah hukum di wilayah Polres Ambon dan Pp Lease. Hal ini membuat penyidik kesulitan dalam menerjemahkan keterangan tersangka yang bernama Maisaron (35) itu. Dia diduga mencabuli seorang siswi SMP di kawasan tanjung Batu Merah.

Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Ambon, Iptu Isaak Salamor mengaku, kesulitan penerjemah menyebabkan pihaknya mengalami hambatan dalam memeriksa tersangka. Pasalnya, tersangka tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia.

“WNA yang terjerat hukum dan biasa kita tangani diantaranya Thailand dan Filipina. Kita kesulitan kesulitan pada di penerjemah ketika WNA itu asal Kamboja,” tutur dia.

Dikatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Polda Maluku agar segera melaporkan kasus ini ke Kedutaan Kamboja di Jakarta sehingga proses kasus ini bisa dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

‘”Dalam pekan ini juga kami kita layangkan pemberitahuan ke Polda Maluku sehingga kasus ini bisa secepatnya diproses lebih lanjut,” jelasnya.

Untuk diketahui, aksi bejat pelaku terjadi pada 18 Februari 2014 sekitar pukul 22.00 WIT. Saat itu pelaku diduga dalam keadaan mabuk. Kejadian berawal ketika korban hendak melewati lokalisasi disekitar kawasan itu untuk kembali ke rumahnya.

Namun dia dicegat pelaku. Pelaku kemudian meremas payudara korban. Kasus tersebut kini ditangani penyidik di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). (ERM)

Most Popular

To Top