BI : Awal April, e-Ticketing Diterapkan di Ambon – Ambon Ekspres
Amboina

BI : Awal April, e-Ticketing Diterapkan di Ambon

AMBON,AE.—Perkembangan pelayanan reservasi setiap perusahaan alat transportasi, semakin hari semakin cepat dan canggih. Demikian juga dengan masalah pelayanan pembelian tiket baik darat, laut maupun udara. Beberapa daerah mulai beralih dari tiket kertas (paper ticket) ke tiket elektronik (e-tiketing).

Untuk itu, melalui program non tunai dari Bank Indonesia (BI) bersama dengan beberapa pihak bekerjasama untuk menerapkan elektronik tiket di Kota Ambon.

“Awal April 2015, BI bekerjasama dengan sejumlah pihak diantaranya BRI, BNI, PT Angkutan Sungai Darat dan Penyebrangan (ASDP), Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dan Telkom Maluku, untuk  penerapan e-Ticketing di penyeberangan Kapal Ferri Galala-Poka.Transaksi elektronik atau non tunai juga akan diterapkan di unpatti tepatnya di Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera),”ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Wuryanto, Kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Jumat(27/2).

Dikatakan, pihak bank pun diminta siap membantu masyarakat untuk memperoleh elektronik tiket tersebut. Pemakaian jasa digital service juga digunakan oleh sebagian besar perusahaan transportasi di Indonesia. Program ini mengajak masyarakat untuk menggunakan uang elektronik. Hal ini dimaksudkan agar penyebaran uang elektronik semakin luas.

“BI ingin transaksi non-cash ini bisa dilakukan di tempat-tempat yang melakukan banyak transaksi dan uangnya kecil-kecil di Ambon. Selain itu, merupakan kewajiban perbankan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perkembangan teknologi khususnya saat melakukan transaksi keuangan,”ungkapnya.

Wuryanto menjelaskan, penggunaan tiket elektronik di Pelabuhan Kapal Ferri Galala-Poka, pihak yang bertanggungjawab ASDP dan BRI yang memiliki produk BRI atau uang elektronik BRI sebagai sarana pembayaran menggunakan teknologi Chip dengan saldo minimal Rp1 juta.

“Semua orang bisa merasakan manfaatnya karena nilai uang di dalam kartu BRIZZI dapat diisi ulang/top up.

Mengakomodir pembayaran transaksi mulai dari Rp1 sampai dengan Rp.1 juta Transaksi dapat dilakukan cepat dan mudah tanpa pembayaran menggunakan uang tunai dan tidak direpotkan dengan uang recehan,” ungkap Wuryanto.
Sedangkan, untuk sistem transaksi elektronik Pujasera yang menghidangkan bermacam-macam makanan, yang bertanggungjawab  adalah Unpatti Ambon dan BNI. “BNI menyediakan kartu prabayar yang diberi nama BNI TAPCASH,” katanya.

Ditambahkan,  Telkom adalah pihak pendukung yang memberikan pelayanan online melalui internet dengan menggunakan kabel fiber optic yang mengakses data lebih banyak dan mempunyai keunggulan dibandingkan menggunakan kabel logam.

Wuryanto juga berharap, pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik turut serta dalam perkembangan teknologi yang ada, agar dapat mendukung program non tunai lewat elektornik tiket tersebut di Kota Ambon, Maluku.
“Apalagi saat ini, pemerintah telah membayar gaji pegawai  secara non tunai dan bisa saja ke depannya ada yang lain, misalnya penagihan retribusi parkiran. Di Ambon bisa menggunakan transaksi elektronik atau non tunai. Karena itu, kami akan melakukan sosialisasi di beberapa tempat termasuk di universitas-universitas dan juga masyarakat sebelum dioperasikan program tersebut,” ujarnya. (IWU)

Most Popular

To Top