DPRD Minta Disperindag Operasi Pasar – Ambon Ekspres
Amboina

DPRD Minta Disperindag Operasi Pasar

AMBON, AE.—Melonjaknya harga beras di seluruh daerah hingga ke Kota Ambon membuat warga resah. Untuk itu, demi menjaga kestabilan harga serta menghindari para oknum pedagang yang nakal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Ambon bersama Perusahan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) Ambon  diminta agar segera melakukan Operasi Pasar (OP).

Anggota Komisi II DPRD Ambon, Taha Abubakar mengatakan, untuk beberapa minggu terakhir di Maluku khususnya Kota Ambon, banyak mengalami kenaikan beras yang cukup fantastik dan tidak terkendali. Dan bukan saja di Kota Ambon tapi diseluruh daerah hal ini terjadi. Kondisi ini bisa menyebabkan pedagang nakal maupun oknum distributor dengan sengaja menimbun beras atau bermain harga kepada konsumen.

Untuk itu, Disperindag diminta agar segera melakukan peningkatan pengawasan yang efektif di seluruh pasar tradisional di Kota Ambon maupun di toko-toko dan super market yang mendistributorkan atau mengecer beras kepada seluruh konsumen di Maluku khususnya Kota Ambon.

“Pemkot Ambon melalui Disperindag agar melakukan pengawasan terhadap harga beras dipasar. Karena semenjak bulan Februari ini, setiap minggu ada kenaikan harga beras. Untuk menjaga kestabilan harga, maka segera melakukan pengawasan atau operasi pasar,” tegasnya kepada Ambon Ekspres ketika dikonfirmasi via selulernya, kemarin.
Menurutnya, disperindag harus meningkatkan pengawasan karena ini sesuai dengan instruksi dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman guna menghindari penimbunan beras oleh pedagang nakal maupun oknum distributor. Dengan begitu, lanjut dia, masyarakat ekonomi lemah tidak dipersulit dengan harga beras yang terus mengalami kenaikan.

“Disperindag perlu melakukan pengawasan demi menghindari pemnimbunan beras di pasar. Jangan sampai ada pedagang yang melakukan penimbunan maupun dan jauh dari pengawasan. Ini kan lebih merugikan masyarakat, khususnya rakyat kecil yang berpenghasilan pas-pasan,” tandas Taha.

Sementara untuk Bulog, Ketua DPC PPP Teluk Ambon ini mengaku, sebagai penyalur beras, juga perlu melakukan operasi pasar terhadap pedagang eceran maupun distributor di pasar. Jangan sampai ada permainan harga atau penimbunan beras yang merugikan warga.

“Kasihan kalau setiap hari ada kenaikan beras. Walaupun kita sadari sungguh bahwa Pulau Jawa terjadi terjadi paceklik membuat harga beras naik. paling tidak jika dilakukan operasi pasar oleh Bulog dan pasti berimbas pada kestablilan harga di pasar,” pesan dia.

Lain tempat, anggota Komisi II DPRD Ambon, Ali Rahman Ohorella menambahkan, ini merupakan tanggung jawab Pemkot Ambon. Disperindag dan Bulog harus bekerja sama melakukan operasi pasar terhadap para pedagang nakal yang sengaja mencari keuntungan dengan mencampur beras bagus dan beras raskin.

“Harus ada pengawasan karena banyak kedapatan pedagang di luar daerah yang sengaja mencampur beras kualitas terbaik dengan beras raskin dan kemudian dijual dengan harga yang mahal, Makanya harus ada pengawasan dari Disperindag dan Bulog sebagai penyedia beras. Harus terus dilakukan pengawasan agar masyarakat tidak terus dirugikan para oknum ini,” papar dia.

Politisi PAN ini berharap, sementara waktu perlu ada inisiatif untuk lakukan pemantauan di seluruh pasar tradisional maupun pertokoan. Karena masyarkaat saat ini butuh kejelasan terkait stok beras dan harga beras yang tidak stabil. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan atau merugikan masyarakat khususnya masyarakat kecil.

“Harus segera menyampaikan kepada mesyarakat, Jangan sampai ada kebalikan dari masyarakat berbondong-bondong membeli beras dan menimbun karena khawatir dengan harga beras maupun kekosongan beras. Untuk itu bulog sebagai penyalur beras harus memberitahukan kepada masyrakat tentang stok beras saat ini dan kedepan agar tidak ada keresahan dari masyarakat.

Dan juga menghindari pedagang nakal yang berusaha mencampuradukan beras kualitas terbaik dengan raskin,” ingatnya.(ISL)

Most Popular

To Top