Hari Ini Gubernur Rombak Birokrasi? – Ambon Ekspres
Trending

Hari Ini Gubernur Rombak Birokrasi?

Ambon, AE— Hari ini, Gubernur Maluku Said Assagaff berencana membongkar lagi birokrasi pada jenjang eselon dua dan tiga. Belum diketahui, siapa-siapa saja yang digeser, setelah tiga bulan lalu dilantik menjadi kepala dinas, badan maupun biro. Selain itu, dia juga menunjuk Komisaris PD Panca Karya, dan Direktur PD Panca Karya yang baru.

Rencananya hari ini. Saya belum tahu siapa-siapa yang diganti,” kata sumber Koran ini, tadi malam. Informasi siapa yang akan diganti sangat tertutup rapat. Bahkan sejumlah pejabat diganti, juga informasinya baru mengetahui. “Mereka juga baru tahu,” kata sumber ini.

Perombakan birokrasi ini, dinilai merupakan bagian dari janji atau komitmen gubernur melakukan evaluasi terhadap pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dilantik tahun lalu, termasuk pimpinan SKPD yang masih dipertahankan sejak masa pemerintah gubernur Karel Albert Ralahalu.

UTAMAKAN INTEGRITAS
Pengamat politik Unidar, Almudatsir Sangadji menilai, perombakan birokrasi yang dilakukan gubernur Said Assagaff, harus berbasis pada evaluasi kinerja. Terutama soal integritas dan kapasitas selama diberikan tanggung jawab. “Minimal perombakan itu punya standar. Pertama dari aspek evaluasi kinerja harus terukur dengan baik. Karena apa yang mau diganti jika tidak ada landasan kinerja,”ujar Almudatsir.

Karena itu, mereka yang diroling ataupun diganti, harus punya standarisasi kepangkatan dan kinerja yang memadai. Kata dia, perombakan yang bertujuan untuk peningkatan kinerja birokrasi harus di didukung semua pihak.

“Yang penting berorientasi pada peningkatan kinerja. Karena itu, gubernur harus berhati-hati melakukan perombakan birokrasi. Publik tentu punya penilaian terhadap semua kebijakan yang diambil pemerintah. Terutama soal kinerja orang-orang yang akan diangkat,” tandasnya.

Gubernur lanjut dia, perlu menghindari aspek suka dan tidak suka dalam proses perombakan birokrasi.Selain itu menurutnya, perombakan birokrasi dalam kurun waktu tiga bulan lebih tidak baik bagi sosialisasi program dan kinerja.

”Kemudian, kalau dalam jangka waktu tiga bulan, menurut saya tidak efektif untuk mengevaluasi kinerja birokrasi. Kalau dari sisi manejerial, maka yang paling baik harus satu tahun setelah dilantik,” katanya.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!