Kubu Syarif Hadler Cs Kalah – Ambon Ekspres
Trending

Kubu Syarif Hadler Cs Kalah

AMBON, AE— Gejolak di Partai Persatuan Pembangunan bakal terjadi, setelah Pengadilan Tata Usaha Negara memenangkan PPP kubu Djan Faridz atau muktamar Jakarta. Kubu Romahurmuzy pun siap banding. Kubu Syarif Hadler pun kalah. PPP sejumlah daerah mulai mengangkat bendera kemenangan.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Maluku versi Djan Faridz, Abdul Manan Latuconsina meminta kubu Romahurmuzy di Maluku untuk menghargai putusan keputusan  Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan kubu Faridz. Menurut dia, upaya banding yang akan diupayakan kubu Romy hanya memperlebar konflik.

“Sebagai warga negara yang baik kita harus menghormati keputusan hukum ynag ada di negara ini. Kemenangan di PTUN itu adalah kemenangan keluarga besar  PPP secara keseluruhan. Jadi sebaiknya putusan PTUN itu bisa menjadikan kita berjiwa besar untuk membangun islah ramai-ramai terhadap apa yang telah terjadi,”ujar Latuconsina kepada Ambon Ekspres, Jumat (27/2).

Latuconsina melanjutkan, secara hukum PPP versi Muktamar Jakarta atau kubu Djan Fariz telah diakui oleh PTUN sebagai kepengurusan yang sah. Namun, apabila ada upaya hukum banding ke Mahkamah Agung, kata dia, merupakan hak kubu Romy.

“Saya kira masih tetap berproses. Karena menurut informasi yang saya dengar, kubu Romahurmuziy akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung. Menurut kita sah-sah saja. Mereka punya hak untuk melakukan langkah-langkah hukum berikutnya,”papar dia.

Dia menilai, upaya banding yang direncanakan dilakukan kubu Romy, menandakan tidak ada keinginan bersama mengakhiri konflik PPP yang telah berlarut. Bahkan, banding ke MA akan memperlambat konsolidasi dan agenda partai.

“Karena kalau kita kian larut dalam konflik internal, maka ruang untuk membangun komunikasi, koordinasi dan sosialisasi partai dalam rangka melaksanakan amanat konstitusi partai menjadi terhambat.  Dan ini punya preseden buruk terhadap eksistensi partai. Pokoknya namanya konflik itu tidak menguntungkan,” tandasnya.

Mantan ketua Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Seluruh Indonesia (BKPRMI) Provinsi Maluku juga mengajak semua kader PPP untuk bergerak bersama membangun konsolidasi sesuai dengan aturan dan mekanisme yang diamanatkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). “Selain itu, kami juga megajak teman-teman yang berproses di Jakarta maupun yang mengikuti Muktamar Surabaya, mari kita semua bergabunglah. Itu harapan kami,”kuncinya.

Sementara itu ketua DPC PPP Kota Ambon versi Romy, Rofik Akbar Afiffudin saat dimintai tanggapan soal putusan PTUN yang mengabulkan gugatan atas mantan ketua umum PPP, Suryadharma Ali dan Djan Fariz, enggan memberikan komenter.

Seperti dilansir laman detik.com, (25/2/2015), Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara memutuskan menerima gugatan yang diajukan mantan Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali terkait pengesahan Kemenkumham terhadap kepengurusan PPP kubu Romahurmuziy atau Romi.

Dalam putusannya itu PTUN memerintahkan kepada Tergugat (kubu Romi) untuk menunda pelaksanaan SK Menkumham RI Nomor M.HH 07.AH.11.01 Tahun 2014 tanggal 28/10/14 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Kepengurusan DPP PPP, selama proses pemeriksaan perkara berlangsung, sampai dengan putusan dalam perkara memperoleh kekuatan hukum tetap.

Majelis hakim menilai gugatan ini terjadi karena pihak tergugat yaitu Kemenkumham melakukan intervensi terhadap konflik internal parpol. Sikap tergugat tidak menimbulkan kepastian hukum. Selain itu, pengadilan tidak bisa membiarkan tergugat yang menerbitkan SK dan membiarkan masalah ini dengan melempar ke PTUN.

Sebelumnya Menkumham Yasona Laoly mengesahkan kepengurusan PPP Romi yang merupakan hasil Muktamar VIII PPP di Surabaya tanggal 15-18 Oktober 2014. Langkah Menkumham itu dituding bermuatan politik, karena pengesahan dilakukan saat internal PPP bergejolak.

Sesuai undang-undang, seharusnya masalah dalam internal parpol diselesaikan oleh Mahkamah Partai, dan dalam hal ini Mahkamah Partai telah menyatakan Muktamar VIII PPP dilakukan tanggal 30 Oktober-2 November 2014 di Jakarta.
(TAB/dtk)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!