Penyidik Periksa Pekerjaan Andreas Intan – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Penyidik Periksa Pekerjaan Andreas Intan

AMBON, AE.—Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku diturunkan ke Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) untuk memeriksa proyek pekerjaan yang dikerjakan oleh Andreas Intan, tersangka dalam proyek dana keserasian milik Dinas Sosial Maluku tahun anggaran 2006. Demikian disampaikan Kepala Kejati Maluku, I Gede Sudiatmaja saat memberikan keterangan kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan, penyidik yang diturunkan itu untuk memeriksa dan memastikan paket pekerjaan yang dikerjakan tersangka yang juga Direktur CV Beringin Dua itu. “Kami telah menurunkan penyidik untuk memeriksa paket pekerjaan yang dikerjakan oleh tersangka dana keserasian di Malteng,“ ungkap Sudiatmaja, Jumat (27/2).

Dijelaskan tujuan penyidik turun ke lapangan untuk memeriksa paket pekerjaan Andreas Intan alias Kim Fui ini karena ada perbedaan antara keterangan tersangka dan saksi-saksi saat diperiksa serta keterangan BPKP Perwakilan Maluku.

Dimana, lanjut Sudiatmaja, menurut data perhitungan BPKP, tersangka hanya memberikan bantuan kepada 125 KK yang berada di Malteng. Sementara menurut saksi-saksi yang telah diperiksa, kontraktor telah memberikan bantuan secara keseluruhan yakni bantuan kepada 175 KK di Malteng.

“Dari perbedaan data BPKP dan keterangan saksi-saksi dan juga tersangka, maka saya putuskan untuk turunkan penyidik untuk periksa. Sehingga, kami bisa memastikan hal itu. Karena penyidik nantinya akan memeriksa para penerima bantuan secara langsung, “jelasnya.

Dikatakan, pihaknya akan bekerja secara profesional dan transparan sehingga dalam menjerat para tersangka, tidak akan ada tebang pilih. Karena menurutnya, jaksa akan bekerja sesuai mekanisme dan aturan hukum.

“Kami akan proses para tersangka yang memang sudah ditetapkan beberapa tahun lalu, sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Selain itu kami juga sementara memburu tersangka yang telah menjadi DPO, yaitu Ustad Syahroni,“ jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Andreas Intan selaku Direktur PT Beringin Dua, Direktur CV Riayaya, Thobyhend Sahureka dan Ongels Elisabeth yang diberikan kuasa oleh Direktur CV Trijaya Lestari, Rentje Busouw ditetapkan sebagi tersangka sejak 5 tahun lalu.

Andreas Intan mendapatkan jatah anggaran sebesar Rp 700 juta yang diperuntukan untuk 175 KK di Malteng.  Sementara Thobyhend yang mantan anggota DPRD Maluku ini dipercayakan menyalurkan bantuan sapi untuk 175 KK di Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah.

Namun, anggaran cair 100 persen dan realisasinya diragukan. Sedangkan, Ongels kebagian Rp 1,40 miliar yang diperuntukkan bagi 351 kepala keluarga (KK) di Kota Ambon meliputi Desa Rumah Tiga, Desa Wayame, Desa Hunuth, Desa Nania dan Gunung Malintang. (AFI)

Most Popular

To Top