Perbankan Perkuat Modal Usaha Bagi Pelaku UMKM di Maluku – Ambon Ekspres
Amboina

Perbankan Perkuat Modal Usaha Bagi Pelaku UMKM di Maluku

AMBON,AE.—Peran perbankan ini penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menegah)  di Maluku pada era Ekonomi Masyarakat Asean (MEA) 2015.

“Untuk itu, perbankan selain harus teliti dalam penyaluran  kredit, mereka juga harus memberikan kemudahan  akses permodalan UMKM agar usaha kerakyatan itu mampu meningkatkan kualitas dan produksinya,”kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Laksono Dwiongho di Ambon, belum lama ini.

Misalnya, kata Lakso- no,jika pelaku UMKM kesu litan dalam memperoleh mod al usaha, lalu mendapatkan pinjaman modal usaha dari rentenir dengan bunga pinjaman yang tinggi, maka sangat sulit untuk mengembalikan pinjaman modal usaha tersebut.

“Contonya, pinjam Rp 1 juta, diberi bunga 10 persen, yang dikembalikan harus Rp1 juta 100 ribu. Ya, bagaimana mau mengembangkan usaha, untuk mengembalikan pinjaman dan bunga yang  tinggi sangat sulit,” paparnya.

Dia menilai, akses kredit perbankan yang mudah akan mendorong kompetisi dunia usaha yang lebih memadai sehingga tercipta persaingan harga.

“Mudah-mudahan dengan dipermudahnya akses permodalan UMKM di Maluku, maka akan memperkuat modal usaha pelaku ekonomi kerakyatan ini, sehingga mereka siap bersaing dengan produk asing pada era ekonomi global nanti yang sangat ketat,” ujarnya.

Perkembangan UMKM akan memberi dampak positif berupa penyerapan tenaga kerja dan berkurangnya jumlah pengangguran di Maluku.

“Selain itu, membantu pemerataan pembangunan dan pendapatan di setiap daerah,”ungkapnya.

Jika sektor UMKM lokal mampu meningkatkan daya saing usahanya, MEA 2015 akan menjadi peluang emas bagi sektor ini untuk berkembang lebih lanjut.

“Perdagangan ASEAN pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Ditambah lagi, program kebijakan pemerintah pusat saat ini sangat berpihak kepada UMKM dan industri kreatif,”terangnya.

Ditambahkan, pertambahan dari segi kuantitas juga perlu diimbangi. Sehingga kualitas dan daya saing yang baik untuk dapat setara dengan pesaing dari negara-negara ASEAN lainnya.

“Keterbatasan permodalan dan  kreativitas menjadi salah satu kendalanya. Oleh sebab itu, diharapkan perusahaan perbankan  yang ada di Maluku dapat bekerjasama dengan memberikan sejumlah dukungan bagi para pengusaha UMKM. Terutama melalui bantuan tambahan modal,”harapnya. (IWU)

Most Popular

To Top