Jaksa Menanti Tersangka Vanath – Ambon Ekspres
Trending

Jaksa Menanti Tersangka Vanath

AMBON, AE— Reserse kriminal khusus Polda Maluku masih terus fokus melengkapi sejumlah dokumen penyidikan tersangka Bupati Seram Bagian Timur, Abdullah Vanath. Dua hari lalu Vanath dipanggil untuk menandatangi sejumlah berita acara. Namun penyidik membantah, dia menjalani pemeriksaan lanjutan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, Komisaris Besar Polisi Sulistiono mengaku, pihaknya kini lebih fokus menuntaskan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang senilai Rp 2 milyar, dengan tersangka utamanya Abdullah Vanath.

“Kami sementara fokuskan menyelesaikan TPPU itu. Kasus ini menjadi prioritas utama, karena dipantau langsung KPK. Apalagi kasus itu kini sudah kami p19, ke JPU Kejati Maluku, sambil menunggu hasil HPKP dari BPK itu,” kata dia, kepada Ambon Ekspres Selasa kemarin.

Terkait kasus lain yang juga melibatkan Vanath, Sulistiono mengatakan, tak akan ditinggalkan, tetap berjalan. “Semua kasus tetap berjalan. Kita tetap proses semua kasus dalam penyidikan,” terang pria berkulit sawo matang ini.

Soal tersangka lain, yang terlibat bersama mantan calon Gubernur Maluku Tahun 2013 ini, perwira menengah Polda itu menegaskan, masih melakukan penyidikan. “Pastinya untuk siapa-siapa dugaan calon tersangka yang terlibat bersama pak vanath, sementara dan sedang kami dalami dan kita masih melakukan penyidikan terus. Kita lihat saja nanti setelah hasil perhitungan kerugian keuangan negara itu dikeluarkan oleh BPK RI yang sementara melakukan perhitungan,” jelasnya.

Sementara informasi terkait pemeriksaan lanjutan yang dilakukan oleh penyidik terhadap Vanath, yang berlangsung Senin (2/3), langsung ditepis oleh orang nomor satu di Reskrimsus itu. Kata dia, tidak ada pemeriksaan lanjutan, karena pemeriksaan dianggap cukup, atas kasus tersebut.

“Tidak ada agenda pemeriksaan terhadap yang bersangkutan (Vanath red). Kemarin siang (Senin) itu hanya datang untuk menandatangani beberapa lembar surat yang perlu ditandatangani oleh tersangka untuk dilengkapi saja. Itupun tidak lama disini, cuman sekitar 10 menit aja setalah itu langsung pulang,” tutup pria bermurah senyum itu.

Raport Merah
Sementara itu, lembaga antikorupsi di SBT menilai polisi lamban menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang melibatkan Vanath. “Kita pertanyakan, ada apa sehingga proses hukum terhadap kasus-kasunya tidak terdengar lagi,” ungkap penggiat anti korupsi asal kabupaten SBT, Jafar Tukwain, Selasa (3/2).

Ketua Aliansi Maluku Bersatu (AMB) ini mengungkapkan, sesuai catatan yang dimiliki, ada sejumlah kasus lain yang tidak tuntas ditangan penyidik Reskrimsus Polda Maluku.

Diantaranya, kasus dugaan korupsi anggaran pembangunan infrastrutur di kecamatn Kilmury. Proses hukum atas kasus ini diketahui telah dihentikan tanpa alasan yang jelas.

Berikutnya, kasus dugan mark up anggaran pembangunan gedung DPRD Kabupaten SBT yang dihentikan dengan dalih, tidak ada indikasi kerugian negara berdasarkan hasil telaah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Maluku.

“Memang kita tidak dapat mengatakan adanya kongkalikong, karena kita tidak punya bukti. Tapi ini menunjukkan penyidik tidak maksimal dalam bekerja,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga kemarin Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku masih menunggu penyerahan berkas kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) anggaran milik pemerintag daerah kabupaten SBT, dengan tersangka Abdullah Vanath.

“Masih ada kekurangan, sehingga pada tanggal 19 Februari lalu, JPU kembalikan ke penyidik untuk dilengkapi. Sampai hari ini (kemarin) penyidik polisi belum menyerahkan kembali ke JPU,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas (Kejati) Maluku Bobby Kin Palapia.

Menyoal apakah Abdullah Vanath akan dipanggil juga oleh Jaksa, Palapia mengungkapkan, setelah menerima berkas dari penyidik, dan JPU menyatakan berkas telah lengkap (P21), maka JPU akan meminta penyidik untuk menyerahkan barang bukti dan tersangka pada tahap II.
“ Jadi bukan dipanggil, tapi penyerahan barang bukti dan tersangka dari penyidik. Yang bersangkutan akan dipanggil saat kasus ini telah siap untuk dilimpahkan ke pengadilan, bukan untuk diperiksa, tapi untuk memastikan fisik tersangka itu, jangan sampai salah orang,” ungkapnya.

Saat ini lanjut Palapia, JPU hanya menanti penyerahan berkas dari pnyidik. Bila nanti JPU masih menemukan kekurangan lagi, maka akan dikembalikan ke penyidk lag untuk dilengkapi. (MAN)

Most Popular

To Top