Ambon Bebas Begal, Jambret Bereaksi – Ambon Ekspres
Trending

Ambon Bebas Begal, Jambret Bereaksi

AMBON, AE— Kota Ambon bebas dari kekejian begal motor, yang kini marak terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia. Namun aksi penjambretan dengan menggunakan sepeda motor justeru banyak terjadi di Ambon. Sejumlah warga mengaku, ini sering terjadi, saat malam, bahkan siang hari.

Kepala subag Humas Polres Ambon Inspektur Polisi Satu Meity Jacobbus, kepada Ambon Ekspres, di Mapolres Ambon Rabu (4/3) kemarin, mengatakan peluang munculnya aksi begal di Ambon kecil terjadi, karena karakter masyarakat berada dengan daerah lain.

“Ambon sangat kecil sekali bagi aksi ini. Kalau aksi dilakukan, akan sangat cepat ketahuan. Apalagi dibarengi dengan karakter masyarakat Maluku, sangat jauh berbeda ini,” katanya.

Selasa (3/3) malam, sekira pukul 22.00 di belakang Ambon Plaza, terjadi perampokan dengan menggunakan sepeda motor. Seorang ibu yang mengendarai sepeda motor dirampok oleh dua pemuda. “Di belakang Amplas,” kata ibu itu kepada Ambon Ekspres, Selasa (3/3) malam.

Dia baru saja keluar dari ATM sebuah bank. Dalam perjalanan pulang, dia dibuntuti dua pria dengan sepeda motor, namun ibu muda itu tidak mengetahui kendaraannya dibuntuti. “Saat mengendarai motor, saya sambil telepon,” kata dia.

Dia mengaku menelpon dengan menggunakan headset, tanpa mencurigai dua pemuda tersebut. “Kan masih banyak orang di jalan, jadi saya tidak curiga. Tiba-tiba, kedua pria itu mendekati saya,” tandas wanita yang menolak menyebut namanya.

Pria yang diboncengi bereaksi. Dia mengambil tas ibu muda itu, lantas bersama temannya kabur dengan menggunakan sepeda motor. Ibu itu coba mengejar, sambil meneriaki copet. “Saya teriak copet. Warga keluar cari-cari, tapi mereka berdua sudah menghilang menuju arah pelabuhan (Pelabuhan Jos Soedarso –red),” kata dia.

Seorang remaja yang menggunakan sepeda motor mencoba mengejar kedua orang itu sampai di Trikora, depan Gereja Silo. Hanya saja, keduanya memacu kendaraan lebih cepat. “Keduanya cepat. Saya coba cari-cari sudah tidak ditemukan lagi,” kata pria itu.

Ibu itu mengaku, dalam tas terdapat uang sebesar Rp1,4 juta, yang baru diambil dari ATM. Sebelumnya di dalam tas, masih terdapat uang sebanyak Rp300 ribu lebih, ditambah dua ATM.

Di Jalan Transit Passo, Minggu (1/3), seorang ibu bersama anak perempuannya mengendarai sepeda motor. Keduanya kemudian dihampiri dua lelaki dengan menggunakan sepeda motor. Kedua pria yang diduga masih remaja ini lantas merampas tas milik ibu itu. “Ibu itu berteriak, mengundang kerumunan warga. Warga lalu mengejar kedua pelaku,” kata Max warga Passo.

Sejumlah warga Passo dibantu anggota TNI mencoba mengejar dua remaja itu, namun sampai di Desa Halong keduanya sudah tidak terlihat lagi. “Ibu itu akhirnya menangis.

Karena di dalam tasnya ada barang-barang penting, termasuk uangnya,” kata Max.
Beberapa warga di waktu terpisah juga menuturkan seorang ibu warga Ponegoro, Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, juga sempat dijambret dua pria dengan menggunakan kendaraan bermotor. Saat itu, ibu paruh baya ini hendak menuju Pasar Mardika. “Saat di jembatan Mardika, dua orang pria dengan kendaraan bermotor menghampiri ibu itu, lalu mengambil dompetnya,” kata seorang warga Ponegoro yang biasa disapa Ayah ini.

Ibu itu hanya bisa pasrah, karena kejadiannya juga berlangsung cepat dan disaat kondisi jalan di Pantai Losari itu masih sepi. “Kejadian masih sekitar setengah 6, jadi masih sepi. Keduanya lalu lari menuju terminal dalam kota menuju arah kantor Dinas PU,” kata Ayah.

Polisi sendiri mengaku sering melakukan patroli untuk melakukan pencegahan terhadap aksi kejahatan. “Kami selama ini rutin melakukan patroli maupun razia, terhadap minuman keras (miras), dan razia preman. Bahkan jika saat patroli dilakukan diatas pukul 24.00 dini hari, ada warga yang kumpul dipinggiran jalan tanpa ada alasan jelas kita suruh bubar,” terangnya.

Selain patroli, kata dia, polisi juga telah membentuk badan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas). Ini dilakukan guna melakukan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

“Kita bentuk ini diseluruh polsek yang ada dibawah Polres Ambon. Satu anggota untuk satu desa ataupun kelurahan. Hal ini untuk mengidentifikasi setiap kemungkinan terjadinya gangguan kamtimbas dan langsung melakukan pencegahan,” urainya.

Tempat terpisah, Komandan Kodim 1504/Pulau Ambon, Letnan Kolonel Infanteri Indrawan mengatakan, pihaknya siap membantu pihak kepolisian dalam menjaga situasi dan kondisi keamanan.

“Jika memang ada (begal red), maka kami siap membantu rekan-rekan kepolisian untuk memerangi hal itu. Apalagi itu demi keamanan dan ketertiban masyarakat. Itu sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kami,” tegasnya.

Mantan Komandan Batalyon Infanteri 734/Satria Nusa Samudera Maluku Tenggara itu, mengaku selama ini pihaknya terus melakukan patroli gabungan bersama kepolisian. (AHA)

Most Popular

To Top