Pertamina Perlu Sosialisasikan Harga BBM – Ambon Ekspres
Metro Manise

Pertamina Perlu Sosialisasikan Harga BBM

AMBON, AE— Dengan adanya kenaikan BBM jenis premium secara nasional sejak 1 Maret 2015 maka Komisi II DPRD Ambon meminta PT Pertamina bisa mensosialisasikan kenaikan harga tersebut kepada masyarakat. Dewan menilai, perlu ada sosialisasi bagi masyarakat Kota Ambon yang belum sepenuhnya mengetahui kenaikan BBM secara nasional. Disperindag juga diharapkan bisa meningkatkan pengawasan terhadap dampak kenaikan BBM.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Ambon, Christianto Laturiuw mengatakan, adanya kebijakan pemerintah terhadap kenaikan harga premium sebesar Rp 200 per liter perlu disikapi PT Pertamina Ambon untuk bisa menyampaikan kepada masyarakat atau ketika masyarakat melakukan transaksi di SPBU. Karena hingga kini, sebagian warga Kota Ambon belum mengetahui ada kenaikan harga BBM. “Seharusnya Pertamina memberitahukan kepada masyarakat sehingga mereka bisa lebih tahu,” ucap Laturiuw kepada wartawan, kemarin.

Politisi Gerindra ini menilai, bukan hanya Pertamina yang memiliki tanggung jawab terhadap sosialisasi kenaikan BBM. Tetapi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon juga perlu meningkatkan pengawasan. ‘’Karena sebelumnya ketika terjadi penurunan BBM sebanyak dua kali dalam sebulan, tidak terjadi penurunan harga bagi sembako dan lainnya. Untuk itu, jika tidak dilakukan atau ditingkatkan pengawasan maka pastinya akan terjadi kenaikan harga oleh para pedagang nakal,” tutur dia.

Menurut dia, disperindag juga perlu melakukan pengawasan. Karena kenaikan harga BBM akan berdampak pada kenaikan barang oleh pedagang. ‘’Akhirnya beban masyarakat bertambah juga,” tandas dia.

Dijelaskan, jika disperindag bisa segera melakukan operasi pasar, maka harga barang dipasaran akan terjaga dan tetap stabil. Sebaliknya jika tidak dilakukan pengawasan maka oknum pedagang akan memanfaatkan kesempatan menaikkan harga sejumlah barang dan yang pasti akan membawa dampak bagi masyarakat, khususnya rakyat kecil. “Ini menjadi kewenangan pemerintah dan Pertamina untuk harus melihat tingkat relevansinya. Jika harga BBM jenis premium naiknya hanya Rp 200, maka harga barang juga disetarakan dengan kenaikan tersebut,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi II DPRD Ambon, Max Pattiapon. Menurut dia, Pertamina perlu melakukan sosialisasi sehingga masyarakat bisa memahami kalau ada kenaikan harga minyak. Namun sosialisasi ini juga harus disertai dengan kebijakan disperindag untuk melakukan operasi pasar demi menjaga kestabilan harga. ”Karena sebelumnya ketika terjadi penurunan BBM, harga sembako dan lainnya tidak ikut turun. Dan ketika terjadi kenaikan seperti ini, para pedagang bisa secepatnya ikut menaikan harga sembako,” tanda dia.

Untuk itu, politisi Golkar ini berharap, dengan terjadinya kenaikan dan penurunan harga BBM pada 2014-2015, pemerintah harus dapat memprediksi harga yang baik bagi masyarakat. “Ini perlu diperhatikan. Kalau pemerintah lepas tangan dengan naiknya harga BBM maka masyarakat akan menjadi korban dari permainan pengusaha maupun pedagang,” pungkas dia.(ISL)

Most Popular

To Top