Sandungan Buat Ramli-Richard – Ambon Ekspres
Trending

Sandungan Buat Ramli-Richard

Pindah ke Kubu Agung, Atau Gagal

AMBON,AE— Niat Bupati Buru Ramli Umasugi dan Walikota Ambon Richard Louhenpessy untuk bertarung di Musyawarah daerah DPD Partai Golkar Maluku, bakal dipenuhi syarat berat. Keduanya boleh masuk bursa, bila sudah bergabung dengan kubu Agung Laksono, jika tidak, nama keduanya dicoret.

Pengurus Golkar kubu Agung, Djamil Divinubun mengatakan, perubahan situasi politik Golkar secara nasional paskah putusan Mahkamah Partai berpengaruh kuat sampai ke daerah. Kata dia, semua kader punya hak mencalonkan diri dan dipilih pada Musda. Namun, syaratnya mereka harus bisa mengkonsolidasikan partai Golkar pimpinan Agung.

Konsolidasi organisasi, lanjut Divinubun juga sangat menentukan terpilih atau tidaknya para kandidat untuk mendapatkan kursi Ketua DPD Golkar Maluku. Kandidat yang tidak mengindahkan instruksi DPP soal konsolidasi, akan dipertimbangkan pencalonannya.

“Jika tidak, kami juga akan mempertimbangkan keberadaan mereka sebagai calon ketua DPD. Kemudian DPP juga punya hak suara. Memang belum ada format baku soal aturan dan mekanisme pelaksanaan Musda Golkar yang baru dari DPP. Tapi kisi-kisinya seperti itu,” kata Divinubun.

Soal Musda, wakil ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Golkar Maluku yang masuk kubu Agung, Hendrik Jauhari Oratmangun mengatakan, pihaknya telah mendaftarkan partai Golkar ke Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM), kemarin. Karena itu, Oratmangun memastikan, dalam waktu dekat konsolidasi partai menuju Musda segera dilakukan.

“Putusan Mahkmah Partai salah satunya konsolidasi partai. Karena itu, kami akan lakukan konsolidasi partai sampai ke tingkat daerah. Untuk Musda kan sudah ada caretaker. Jadi kita tinggal mempersiapkan hal teknisnya saja,” ujar Oratmangun via seluler dari Jakarta, Rabu (4/3).

Meski begitu soal kepastian waktu Musda (bulan dan tanggal) dia tidak memastikan. ”Memang kepengurusan Golkar Maluku saat ini sudah selesai. Namun untuk memilih kepemimpinan yang baru, kita belum tentukan waktunya kapan. Kita akan putuskan setelah ada SK dari Kemenkum dan HAM,” tandansya.

PARTAI BARU SULIT
Pengamat politik Universitas Pattimura Ambon, Jen Latuconsina menilai, perseteruan Golkar masih panjang paska putusan Mahkamah Partai. Hal ini ditandai, upaya kasasi yang dilakukan Golkar kubu Aburizal ke Mahkamah Agung.

“Jalan masih panjang. Dimana masih dilakukan upaya hukum terakhir (kasasi) yang dilakukan Golkar kubu Aburizal Bakrie di Mahkamah Agung,” kata Latuconsina via short message service (sms), kemarin.

Perpecahan di internal Golkar, lanjut dia memang telah terjadi seiring kemenangan kubu Agung Laksono. Hanya saja, sampai saat ini pemerintah dalam hal ini Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) masih mengakui hasil Munas Riau 2009 yang dipimpin Aburizal. “Hal ini dijadikan dasar hukum oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memproses pencalonan kandidat kepala daerah yang diusung oleh partai Golkar,”jelasnya.

Soal kemungkinan akan dibentuk partai baru oleh pihak yang kalah (Aburizal Cs), Latuconsina berpendapat, ”masih terlalu dini untuk disimpulkan akan dibentuk partai baru pasca putusan Mahkamah partai Golkar,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pembentukan partai baru dari pecahan Golkar bukan menjadi tradisi. Perpecahan muncul akibat dinamika internal Golkar ketika TNI masih bagian dari Golkar termarginalkan seiring dengan reformasi, Sehingga tokoh senior Golkar yang terpental dalam dinamika internal Golkar itu yang kemudian mendirikan partai baru.

Friksi partai berlambang pohon beringin ini kemudian melahirkan 4 partai yang hingga kini masih eksis, yakni Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) digagas oleh Jenderal Edi Sudrajat, partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) oleh Jenderal Wiranto.

Kemudian Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang didirikan Letnan Jenderal Prabowo Subianto dan partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang merupakan anomali dari faksi Golkar TNI dan faksi Golkar sipil, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan pengusaha. Dimana didirikan Surya Paloh. Sedangkan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) yang dirikan Jenderal Hartono sudah tidak eksis dalam dunia perpolitikan Indonesia.(TAB)

Most Popular

To Top