Perekaman Warisan Budaya Maluku – Ambon Ekspres
Pesona Manise

Perekaman Warisan Budaya Maluku

BALAI Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Ambon pada tahun anggaran 2014 lalu, melakukan penetapan Program Inventarisasi Warisan Budaya Tak benda sebagai salah satu program unggulan. Program Perlindungan Warisan Budaya ini lebih difokuskan pada representasi karya budaya yang bersifat kreativitas manusia.

Kasubag Tata Usaha BPNB Ambon Julian Pattipeilohy mengatakan, pada tahun 2014 Balai Pelestarian Nilai Budaya Ambon melakukan kegiatan perekaman pada beberapa wilayah di Maluku dan Maluku Utara antara lain, Gula Aren di Saparua Maluku Tengah, Tari Legu di Ternate Maluku Utara, Tari Tide Tide di Tobelo Halmahera Selatan, Inaskua teknologi pengawetan ikan Tradisional di TNS, Tyarka Pantun Tradisional di Maluku Barat Daya, Hibualamo Arsitektur Tradisional di Halaman Selatan, dan juga Tembikar di Desa Ouw, Maluku Tengah.

Pelaksanaan kegiatan perekaman ini adalah untuk melindungi warisan budaya Takbenda dari ancaman kleim negara lain.

Selain itu juga, dapat membantu meningkatkan kesadaran sosial di kalangan generasi muda Maluku. Prinsip dasar yang penting bagi pelestarian warisan budaya di Maluku adalah adanya pengakuan secara nasional atas kepemilikan warisan budaya Takbenda di Maluku.

Hasil penetapan     Direktorat Internalisasi dan Diplomasi Budaya Kemdikbud pada tahun 2013, menetapkan Tari Ehe Lawn di Maluku Barat Daya, Tais Pet kain tradisional di Tanimbar, dan Tari Maku Maku.

Serta di Maluku Utara Tari Soya Soya, Tari Bambu Gila sebagai warisan budaya Takbenda di Maluku. Hal ini tentu akan sangat membantu dalam melestarikan budaya Takbenda di daerah ini. (HIR)

Most Popular

To Top