6 Tersangka Korupsi Dibui – Ambon Ekspres
Trending

6 Tersangka Korupsi Dibui

AMBON, AE— Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Saumlaki bertindak cepat. Enam perkara kasus dugaan korupsi yang ditangani sejak akhir tahun lalu langsung tuntas. Penyidik telah melimpahkan berkas perkara enam tersangka itu ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Ambon. Para tersangka juga langsung digelandang dari Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) ke Kota Ambon dan dijebloskan ke Rutan Waiheru, Senin (9/3) sambil menunggu agenda sidang.

Perkara korupsi yang dituntaskan itu, masing-masing dugaan korupsi docking kapal KM Wetar pada kantor Unit Pelabuhan Klas II Saumlaki senilai Rp 1,9 miliar dengan tersangka Tedja Thomas Wullur dan Margaretha Lilimwelat. Tedja merupakan pihak ketiga (kontraktor, red) yang mengerjakan proyek tersebut sedangkan Margaretha merupakan mantan Plt kepala kantor Unit Pelabuhan Klas II Saumlaki.

Selanjutnya perkara dugaan korupsi pengadaan 3 unit mobil Inova dengan nilai Rp 1,699 miliar pada Setwan MTB tahun 2013 dengan tersangka Stanislaus Londar (mantan Sekwan MTB), Dwi Naryo (Direktur CV Damai Negeriku) serta Josefina Fransisca alias Mami Yoko selaku Direktris CV Surya Cemerlang.

Satu tersangka lainnya yakni Lukas Olinger. Dia diduga melakukan tindakan penggelapan anggaran milik Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten MTB. Lukas merupakan bendahara pengeluaran di instansi tersebut. Dia ditangani penyidik Polres MTB dan telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan. Akibat perbuatannya, negara dirugikan mencapai Rp 410 juta.

Kepala Kejari Saumlaki, Setyo Utomo yang dikonfirmasi Ambon Ekspres mengatakan, pihaknya tidak akan main-main dalam menangani kasus korupsi yang merugikan negara di daerah itu. Setelah ditingkatkan kasus itu ke penyidikan maka penyidik diharuskan segera menuntaskan kasus itu hingga ke pengadilan.

‘’Jadi setelah akhir tahun lalu kita tingkatkan status penanganan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan maka perkara korupsi yang ditangani Kejari Saumlaki sudah bisa dituntaskan. Para tersangka sudah langsung kami bawa ke Ambon untuk segera disidangkan,” tutur dia.

Dikatakan, selain membawa enam tersangka itu ke Ambon, pihaknya juga telah mengeksekusi terpidana korupsi penggelapan pajak di Bank Maluku Cabang Saumlaki atas nama Marsela Hematang alias Sela ke Rutan Klas IA Ambon. ‘’Terpidana Sela Hematang juga sudah kami eksekusi guna menjalani hukuman di rutan setelah sebelumnya divonis hukuman penjara selama 8 tahun. Terpidana ini sebelumnya tidak ditahan karena sementara mengandung,” terangnya.

Setyo menandaskan, setelah menuntaskan kasus dugaan korupsi ini, mereka juga sedang fokus pada sejumlah kasus korupsi di daerah itu. Namun sejauh ini, kata dia, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait beberapa kasus di MTB. Bahkan, sejumlah pejabat pemerintahan juga kini jadi bidikannya, setelah berlimpah laporan masyarakat masuk ke Kejari Saumlaki.

Menurut dia, jaksa tetap tegas memberantas kasus korupsi, bahkan saat ini penyidik juga masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan serta keterangan (pulbaket) dari sejumlah kasus yang diduga terjadi penyalahgunaan anggarannya. Namun dia masih enggan menyebutkan kasus apa saja.

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Ambon, Ahmad Bukhori saat dikonfirmasi Ambon Ekspres membenarkan sudah pelimpahan berkas kasus korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Saumlaki. Namun, hingga saat ini, dirinya belum mengetahui nama-nama tersangka yang berkasnya dilimpahkan itu. “Iya memang benar hari Jumat (6/3) pekan lalu, ada pelimpahan berkas korupsi oleh jaksa,” kata Bukhori.

Ditanya mengenai agenda persidangan dan penetapan majelis hakim terkait kasus-kasus tersebut, juru bicara PN ini belum dapat memastikan hal itu. “Belum dapat dipastikan karena majelis hakim belum ditunjuk. Nanti jika majelis hakim telah ditunjuk, maka penetapan jadwal sidang dapat ditentukan,“ tandas Bukhori.(AFI)

Most Popular

To Top