Menunggu Mobil Bantuan Pempus Dioperasikan – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Menunggu Mobil Bantuan Pempus Dioperasikan

Bantuan angkutan darat dari Pemerintah pusat (Pempus) untuk masyarakat perdesaan di Kabupaten Buru Selatan hingga sekarang belum juga dioperasikan. Padahal kendaraan itu sangat dinantikan masyarakat.

Informasi yang diperoleh, sarana angkutan darat itu belum dapat dioperasikan, selain karena ada beberapa unit yang mengalami kerusakan teknis, juga karena tidak ada dana operasional yang disubsidi pemerintah daerah kepada perusahaan daerah sebagai pengelola.

Untuk diketahui ada lima mobil bantuan mobil dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) tahun 2013 lalu untuk dapat dimanfaatkan sebagai angkutan masyarakat, khususnya di kecamatan-kecamatan. Dan sebelumnya sudah dioperasikan, termasuk untuk kecamatan terpencil, Fena Fafan.

Keberadaan mobil-mobil ini sangat membantu mobilisasi masyarakat, baik antar desa maupun dengan ibukota kecamatan maupun kabupaten.

Sementara mobil yang diperuntukan untuk Kecamatan Fena Fafan saat ini dalam kondisi rusak setelah beberapa bulan dioperasikan.Dan sekarang masih terparkir di Namrole, dan belum diketahui kapan akan dioperasikan.
Disisi lain, masyarakat di Kecamatan Fena Fafan masih mengeluhkan terbatasnya sarana transportasi darat. Akibat terbatasnya sarana transportasi darat, mobil milik  para pengusaha yang  beroperasi di wilayah tersebut sering kali mencari untung dengan menaikan tarif seenaknya. Kondisi ini tentu sangat memberatkan masyarakat.
“Masyarakat resah, bahkan ada yang tidak bisa menjangkau   tarif tersebut dan memilih untuk berjalan kaki,” ujar salah satu warga Fena Fafan belum lama ini.

Sementara itu, salah satu staf di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi  Bursel, mengaku, salah satu faktor yang menyebabkan mobil-mobil tersebut belum dioperasikan karena ada gangguan teknis di mesin mobil.

Ia mengaku, tidak ada kesengajaan dari pihak pengelola untuk menghentikan operasi mobil pedesaan tersebut. “Masyarakat di Kecamatan Fena Fafan belum bisa terlayani dengan mobil angkutan pedesaan bukan disengaja, tapi mobil itu sementara mengalami gangguan teknis,” ujarnya yang meminta namanya tidak disebutkan.

Selain itu, masalah anggaran  yang terbatas juga menjadi penyebab terparkirnya mobil-mobil tersebut. “Sampai sekarang anggaran operasional untuk kendaraan itu sangat terbatas. Untuk mengoperasikan mobil itu, kita butuh minyak,  upah untuk sopir dan kernet yang diperkerjakan mengoperasikan kenderaan tersebut,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, kata dia, sudah memasukan anggaran operasional mobil-mobil itu di APBD tahun 2015. Tapi masalahnya sampai sekarang APBD belum disahkan atau sementara baru disampaikan ke pusat. (ESI)

Most Popular

To Top