Thio Kumpul Kadis Diknas se-Maluku – Ambon Ekspres
Pendidikan

Thio Kumpul Kadis Diknas se-Maluku

Bahas Guru Non S1

Pada petermuan itu, Thio menjelaskan pada (3/3) lalu, Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaf telah bertemu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan. Pertemuan yang berlangsung selama dua jam ini, membicarakan berbagai persoalan yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

“Dan yang paling fokus dibicarakan adalah menyangkut sampai hari ini masih banyak guru di Maluku kurang lebih puluhan ribu guru yang belum S1. Padahal sesuai dengan ketentuan tahun depan semua guru sudah mesti S1,”demikian ujar Thio.

Hal ini lanjut dia, tentu sangat mendapat sambutan positif dari Mendikbud dan berjanji akan mengalokasikan miliaran rupiah untuk membantu para guru di Maluku, agar dapat mengikuti  pendidikan S1.

“Tidak hanya sebatas menyetujui saja, tetapi langsung mengadakan kerjasama dengan pihak Universitas Pattimura (UT), hingga hal itu sangat disambut gembira oleh Gubernur dan juga saya selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku. Karena benar-benar ada perhatian serius dari pemerintah kepada kami yang ada di Indonesia Bagian Timur terutama untuk Maluku,” jelasnya.

Selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, pihaknya menyambut hal ini dan sengaja mengumpulkan para kadis untuk mempersiapkan para guru yang belum mendapat gelar S1 untuk bisa melanjutkan studinya.

“Mereka yang akan ikut program S1 itu mulai dari tingkat TK sampai dengan SMA dan SMK. Sejak Maret 2015 ini sudah mulai pendaftaran dan pada Juni sudah mengikuti kuliah pada UT sesuai kesepakatan Menteri dengan pihak UT,” ungkapnya.

Lebih lanjut Thio mengatakan, biaya yang disiapkan bervariasi untuk guru TK, SLB, SD, SMP berjumlah  Rp3,5 juta. Sedangkan untuk SMA dan SMK sebesar Rp5,5 juta per/tahun. Dengan ketentuan kuliah selama dua tahun. Dia berharap hal itu mesti mendapat perhatian penuh dari seluruh kepala dinas agar secepatnya memasukan data verifikasi guru.

“Kiranya dalam waktu dekat ini pihak UT dapat berikan jumlah dana yang digunakan untuk guru S1. Agar seandainya memangnya dana dari pemerintah pusat tidak cukup maka kami akan usahakan melalui bantuan Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota,”ujarnya.

Thio berharap ada  kerjasama yang baik dari seluruh Kepala  Dinas agar dalam waktu singkat ini semuanya terselesaikan hingga siap disampaikan ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

‘’Dan yang paling utama ditegaskan supaya para guru di Maluku pada tahun mendatang tidak ada lagi yang belum S1,’’ tandasnya. (PRO1)

Most Popular

To Top