Warga Mulai Ketakutan – Ambon Ekspres
Trending

Warga Mulai Ketakutan

Kapolres: Banyak Kawasan Rawan Aksi Begal

Ambon, AE— Aksi pencurian dan perampasan dengan menggunakan tindakan kekerasan atau lebih dikenal dengan begal, yang belakangan terjadi di beberapa kawasan di Kota Ambon, membuat warga mulai rasa dan merasa ketakutan. Mereka berharap polisi dapat bertindak cepat, sehingga tidak jatuh korban.

Aksi ini mulai marak terjadi pada awal Febuari lalu. Kelompok ini kerap memilih waktu sekira pukul 22.00 malam sampai pukul 06.00 dini hari. Operasi mereka di dalam kota, dan memilih korbannya ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor.

Ambon Ekspres mencatat ada beberapa aksi yang telah dilakukan kelompok begal. Awal Februari, seorang ibu separuh baya, dirampok di Pantai Losari, pada pukul 6.00 dini hari. Perampok ini menggunakan sepeda motor dan kemudian menghilang menuju pemotongan ternak Mardika.

Di akhir Februari, sekira pukul 00.15 dini hari, di kawasan Batu Gajah atau tepatnya di Makorem, kelompok ini melakukan aksi dengan merampok seorang ibu yang sedang mengendarai sepeda motor.

Di Awal Maret, kelompok ini kembali beraksi di belakang Ambon Plaza dan membawa kabur tas milik seorang ibu yang sedang mengendarai sebuah motor.

Berikutnya di depan Kantor Ikes Karpan, sekira pukul 02.00 dinihari, Februari lalu. Seorang ibu kembali menjadi korban. Dia ditendang, hingga tersungkur dari kendaraan roda duanya. Setelah itu, kelompok ini bereaksi.

Aksi serupa juga terjadi terminal Transit Passo, Minggu (1/3), yang menimpah seorang ibu bersama anaknya. Hal serupa kini menimpah Nur Ida Tualeka, sekira pukul 21.00 WIT, di Depan Kantor Pertanahan Maluku. Saat itu korban bersama anaknya hendak pulang ke kediamannya di kawasan Gunung Malintang. Korban mengendarai sepeda motor miliknya dengan kecepatan rendah. Waktu itu dia membawa tas yang digantung di pundaknya. Setibanya di TKP, tiba-tiba korban dipepet dua pria tak dikenal yang juga mengendarai motor tanpa nomor polisi.

Dari beberapa kejadian aksi begal yang baru diketahui itu membuat sejumlah warga kota Ambon, kini dihantui rasa ketakutan. Kebanyakan dari korban aksi begal menimpah kaum wanita. Untuk itu pihak kepolisian dan pemerintah daerah diminta turun tangan dan mengambil sikap guna mencegah aksi tersebut. Jangan sampai korban terus berjatuhan.

“Sangat menakutkan bagi kami (warga red), terlebih korbannya hampir rata-rata itu kaum perempuan. Jangan biarkan hal ini terus terjadi karena Maluku terutama Kota Ambon, sangat jauh berbeda dengan daerah lain,” kata ibu Nurna Ningsi, salah satu warga Kota Ambon, yang mendiami kawasan Batu Merah Dalam, kepada Ambon Ekspres, Senin kemarin.

Ibu muda ini, mengaku setelah mendengar insiden yang terjadi belakangan ini di Kota Ambon, membuatnya ketakutan untuk keluar rumah dengan membawa barang perhiasan yang dianggap berharga.

“Tidak seperti biasa kalau keluar harus bawa ini dan itu. Setelah mendengar kejadian begal terjadi di kota Ambon, saya tidak berani lagi. Aparat keamanan dan pemerintah jangan diam. Kami sangat takut, saya harus bilang Lebih baik mencegah daripada mengobati pemerintah harus tegas,” terangnya.

Iwan Ridwan warga yang mendiami kawasan Wara Airkuning, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, kota Ambon ini, menambahkan setelah mengetahui aksi begal yang terjadi di kawasan Kota Ambon, membuat dirinya harus mengurungkan niat untuk kembali ke rumahnya pada malam hari, terlebih diatas pukul 22.00 Wit.

“Kita harus waspada apalagi aksi ini sudah sangat meresahkan warga karena kami berpikir itu tidak mungkin terjadi di Kota Ambon. Tetapi setelah kami ketahui aksi begal juga sudah ada di Kota Ambon, membuat kami sangat ketakutan,” katanya.

Terpisah, Gafar Bahta Ketua DPD Ikatan Pelajar Muhammadiyah Maluku, mengatakan aksi begal terus terjadi disebabkan tidak adanya kepedulian dari pemerintah dalam melakukan program yang memberdayakan para pemuda yang ada. Akibatnya kata dia, pemuda yang tidak memiliki potensi yang baik untuk meningkatkan kreativitas mereka dengan mudah terjerumus kedalam tindakan kriminal.
Terpisah Ketua DPRD Kota Ambon, James Maatita mengatakan, pemerintah khususnya pihak kepolisian harus serius memberantas para pelaku begal yang sering meresahkan warga Kota Ambon.

Saat ini kata politisi PDIP itu, pembegalan motor sering dilakukan oleh para oknum yang tidak dikenal. Dengan mengendarai kendaraan yang sengaja tidak dilengkapi seperti plat nomor, dan bagian motor lainnya yang tidak dilengkapi, akan membuat para korban sulit untuk mengenali pelaku.

Untuk itu, lanjut dia, polisi harus mengambil sikap dengan melakukan swiping atau pemeriksaan kendaraan bermotor bagi setiap pengendara. “Inikan sementara dilakukan swiping kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan. Swiping ini juga perlu ditingkatkan terus, dan perlu diwaspadai,” jelasnya.

Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ajun Komisaris Besar Polisi Komaruz Zaman, yang ditemui ditempat terpisah kepada Ambon Ekspres menegaskan, setelah pihaknya mengetahui adanya tindakan aksi pembegalan, langsung dilakukan pengamanan bahkan peningkatan patroli.

“Kami sementara tengah melakukan upaya pencegahan dengan adanya peningkatan patroli baik di siang hari maupun malam. Personil PRC kita setiap jam harus lakukan patroli baik dengan mobil maupun dengan motor. Termasuk dengan adanya penyebaran anggota disetiap titik yang menurut kami itu rawan,” katanya.

Daerah mana saja yang dianggap rawan, mantan Kapolres Pulau Buru ini, mengaku hampir semua kawasan itu dianggap rawan. “Kalau soal titik itu, hampir semua rawan, tetapi aksi mereka (Begal) itu tidak menentu. Itu bukan alasan kami tidak melakukan pengamanan. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin hingga mereka ini bisa tertangkap. Dan jika ditemukan maka akan ditindak tegas,” terang Zaman.

Soal dua rekan RM, pelaku begal yang telah diamankan oleh pihaknya beberapa waktu lalu, pria dengan dua melati dipundaknya ini menambahkan, pihaknya masih terus mengejar dan memburu R dan B itu. Bukan saja kedua pelaku itu, kelompok begal lainnya yang melakukan aksi pembegalan juga dalam pengejaran pihaknya.

“Sudah dikantongi namuan kami masih akan berupaya hingga keduanya bisa tertangkap. Dan kami masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap kelompok yang lain. Bukan saja kedua orang ini tetapi siapapun yang melakukan tindakan itu (begal) akan kami kejar,” tegasnya.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat untuk bersama memerangi tindakan yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat itu. “Begal ini merupakan musuh bersama kita semua. Mari kita perangi mereka dan jika menemukan adanya hal-hal yang mengarah kepada aksi sperti itu akan segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib biar segera ditindak,” tutupnya. (AHA/ISL/ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!