Kelompok Begal Kembali Beraksi – Ambon Ekspres
Trending

Kelompok Begal Kembali Beraksi

Polisi: Hindari Tempat Sepi

AMBON,AE— Aksi begal belum berhasil dicegat polisi, mereka masih menguasai jalanan, bahkan kian berani melakukan aksinya dengan mengacak waktu operasi. Senin (9/3) sore, Dewi Dwiyanti Rolobossy (25) jadi korbannya setelah dirampok dua pemuda dengan mengendarai sepeda motor.

Dewi baru saja meninggalkan pusat pembelanjaan Ambon City Center (ACC), Passo. Dia sendiri mengendarai sepeda motornya. Kanan kirinya, cukup banyak kendaraan bermotor, karena itu dia tak terlalu risau. Namun tanpa sadar, dia sudah diintai pelaku begal sejak dari ACC.

Dia dibuntuti. Lewati Lateri, terus Halong, saat memasuki Desa Galala, jalanan mulai sepi. Sepeda motor yang dikendarai Dewi dan kendaraan lain berjarak, kecuali sebuah motor yang ditumpangi dua pemuda. Dua pemuda itulah menghampiri Dewi. Dia di begal, sekira pukul 18.30, tepat di depan PT Hasrat Abadi.

Dewi terjatuh. Pelaku langsung beraksi, dan membawa kabur barang milik korban yang diletakan di atas motor. Dewi tak mampu melawan, ketika barang miliknya itu diambil oleh pelaku yang tidak dikenalinya.

Warga langsung menolong korban. Selang beberapa saat korban kemudian mendatangi Sentara pelayanan terpadu Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, melaporkan kejadian itu. Sementara identitas dari pelaku dan jenis kendaraan yang digunakan juga belum teridentifikasi oleh pihak kepolisian Polres Ambon. Polisi sendiri kini masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.

Hal ini dibenarkan Kapala Subag Humas Polres Ambon dan Pp Lease, Inspektur Polisi Satu, Meity Jacobus. Kata dia, aksi itu terjadi sesaat setelah korban meinggalkan pusat perbelanjaan. “Kita terima laporan sekira pukul 20. 00 Wit. Pelaku belum diketahui identitasnya maupun jenis kendaraan yang dipakai untuk melakukan aksi mereka. Sementara kita masih dalam penyelidikan.” Katanya, kepada sejumlah wartawan di Mapolres Ambon Selasa (10/3).

Aksi yang menimpah wanita mudah itu menambah daftar aksi begal di Kota Ambon. sebelumnya sudah terjadi beberapa kejadian yang sama mulai dari kawasan Batu Gajah, tepatnya di depan Makorem hingga di depat kantor pertanahan akhir pekan kemarin.

Kaur Operasional Satreskrim, Inspektur Polisi Satu Izack Salamor mengatakan, untuk mencegah aksi begal, kepolisian dari Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, hingga kini terus melakukan upaya pencegahan dengan melaksanakan patroli secara intensif dengan melibatkan seluruh satuan yang dimilik Polres.

“Kalau pencegahan, setelah mendapatkan informasi adanya aksi begal, kami terus melakukan patroli secara intensif dengan melibatkan seluruh fungsi yang kita miliki. Patroli itu 24 jam,” kata dia, kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Selasa kemarin.

Bukan saja patrol, dalam waktu dekat polisi juga melaksanakan operasi khusus guna mencegah dan menuntaskan aksi pembegalan itu. “Mulai sekitar tanggal 14 atau 15 Maret ini, kami akan melaksanakan operasi khusus yang diberi nama ‘Bina Waspada Siwalima 2015’, untuk mencegah aksi begal itu. Dan tempat-tempat yang dianggap rawan dan tempat berkumpulnya orang-orang yang tidak ada arah dan tujuannya, kemudian sajam, miras ataupun tindakan dan aksi yang dapat mengganggu situasi keamanan kota ini,”jelas Salamor kepada wartawan ditempat terpisah.

Salamor mengaku untuk tempat rawannya berkumpul begal, polisi belum bisa memastikan, karena pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Baginya semua tempat, dan semua kawasan yang berada di Kota Ambon merupakan rawan kriminal terutama tempat yang dianggap sepi, disitulah aksi pembegalan terjadi.

Sudahkah teridentifikasi jumlah kelompok yang terus melakukan aksi pembekalan di Kota Ambon ini, penyidik senior di Reskrim Polres Ambon ini, mengaku belum mengindentifikasi seberapa banyaknya kelompok begal tersebut di Kota Ambon.

“Kami belum bisa memastikan hal itu. Namun bagi kami itu banyak karena aksi belakangan ini sering terjadi dan itu di kawasan yang berbeda-beda. Dan kami hanya baru mengetahui satu kelompok yang kebetulan salah satu anggota dari kelompok itu telah kami amankan,” ujarnya.

Disinggung soal, kebanyakan wanita yang menjadi korban, pria berkumis tebal ini dengan santai menanggapinya. Menurut dia, wanita menjadi sasaran utama aksi pembegalan, lantaran wanita memiliki daya ketahatan tubuh yang lemah, itu menjadi alasan utama. Namun tidak menutup kemungkinan lelaki juga akan menjadi target aksi begal itu sendiri.

“Tidak juga karena ada lelaki yang menjadi korban aksi begal ini. Tetapi kalau untuk perempuan karena perempuan inikan lemah, dan sering bepergian dengan membawa barang-barang yang mungkin saja dianggap berharga. Akan tetapi itu bukan alasan untuk kami biarkan mereka terus beraksi. Kami akan tuntaskan aksi mereka,”tegasnya.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika melintasi daerah yang dianggap sepi kemudian waspadai ketika ada yang membuntuti dengan menggunakan kendaaraan bermotor. “Barang-barang yang dianggap penting itu kalau bisa lebih mewaspadainya. Hati-hati melintasi daerah yang dianggap sepi itu,” pintahnya.
(AHA/ERM)

Most Popular

To Top