Kinerja PT Bipolo Gidin Mengecewakan – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Kinerja PT Bipolo Gidin Mengecewakan

Kinerja PT Bipolo Gidin, Badan  Usaha Milik Daerah  yang dibentuk  Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) sejauh ini sangat mengecewakan. Sejumlah kalangan meminta pemerintah dan dewan segera mengevaluasi pimpinan dan staf perusahaan ini.

Keberadaan perusahaan yang dimodali pemerintah daerah itu sampai sekarang belum memberikan kontribusi positf untuk peningkatan sumber pendapatan daerah. Malah hanya menguras anggaran daerah hanya untuk membiayai operasional pimpinan dan karyawannya.

PT. Bipolo Gidin terkesan hanya menguras keuangan daerah, dan sejauh ini belum memberikan kontribusi kepada daerah. Sejumlah peluang dan asset usaha yang diserahkan ke perusahaan ini, seperti KMP Tanjung Kabat dan angkutan darat bantuan pemerintah pusat juga tak dapat diberdayakan maksimal.

“Saya kira Bupati  dan Wakil Bupati harus mengambil langkah untuk mengevaluasi kinerja dari PT Bipolo Gidin. Perusahaan ini dibentuk untuk dapat membantu pemerintah daerah dalam melayani masyarakat dan juga menopang sumber pendapatan daerah, tapi nyatanya sejauh ini tidak ada hasil apa-apa,” ujar anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan Samy Latbual belum lama ini.

Latbual mengaku, langkah evaluasi sudah saatnya dilakukan oleh  pemerintah daerah, karena keberadaan PT Bipolo Gidin  saat ini belum memberikan kontribusi apa-apa untuk daerah. Malah daerah terus mengeluarkan subsidi untuk membiayai mereka.

“Tidak mungkin setiap tahun pemerintah daerah memberikan subsidi kepada PT Bipolo Gidin. Mestinya sudah harus ada  income yang diberikan kepada pemerintah daerah, dan itu harus disampaikan secara terbuka sehingga bisa diketahui masyarakat luas,” ujarnya.

Terkait dengan kondisi ini, Latbual mengaku akan mengusulkan kepada  pimpinan DPRD Bursel untuk mengagendakan pemanggilan kepada Dirut PT Bipolo Gidin, serta semua direksi guna mempertanggungjawabkan kinerja mereka selama ini.
“Pemanggilan penting untuk mengetahui apa yang mengakibatkan usaha yang dilakukan selama ini tidak menghasilkan keuntungan bagi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh, tahun 2014 lalu, Pemkab Bursel memberikan bantuan sebesar Rp  1 miliar kepada perusahaan itu untuk  biaya operasional  perusahaan.   Belum diketahui apakah bantuan tersebut dalam bentuk pinjaman atau tidak.

Selian itu, kantor perusahaan ini juga belum dibangun. “Informasinya perusahaan mengontrak satu rumah untuk kantor di Namrole, tapi sampai sekarang tidak diketahui alamatnya dimana,” ujar salah satu sumber Koran ini.

Namun, lanjut dia, hampir semua pegawai dan unsur pimpin perusahaan daerah itu lebih banyak kelihatan di atas KMP Tanjung Kabat yang dipercayakan pengoperasiannya kepada mereka. (ESI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!