PKL Pertanyakan Penarikan Retribusi di Pasar Batu Merah – Ambon Ekspres
Amboina

PKL Pertanyakan Penarikan Retribusi di Pasar Batu Merah

AMBON, AE.—Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon diharapkan menertibkan oknum petugas di Pasar Batu Merah yang setiap kali bekerja nakal dengan meraup keuntungan dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Pasalnya, petugas-petugas ini melakukan penagihan hingga beberapa kali dalam satu hari kepada PKL. Keluhan tersebut disampaikan Aryati, salah satu PKL kepada wartawan di Pasar Batu Merah, Selasa (10/3).

Dikatakan, PKL  Batu Merah merasa  terganggu dengan kerja nakal  yang dilakoni petugas. Mereka menyebut, ada petugas menagih dengan menggunakan pakaian dinas Pemkot Ambon dan ada pula petugas dari Pemdes Batu Merah. Namun bervariasi ini membuat jenuh para pedagang. Mereka berharap para penagih ini bisa ditertibkan.

“Besar tagihan juga bervariasi. Mulai dari Rp 1000 hingga Rp 10.000,’’ ungkap dia.
Ironisnya lagi, kata dia, petugas yang menagih juga terkesan kasar terhadap PKL. Mereka berbicara dengan suara keras dan suka membentak pedagang. Akibatnya, pedagang terpaksa harus membayar kepada mereka. “Sebagian besar pedagang disini harus  membeli lokasi untuk tempat berjualan. Kalau tidak dibeli maka tidak bisa berjualan,” kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Ambon, Morist  Robert  Lantu mengatakan, petugas kebersihan juga ditempatkan di Pasar  Mardika  dan  Batu Merah. Namun para petugas itu tidak menagih karcis dari PKL. ‘’Mereka hanya bertugas menyapu jalan dan membersihkan sampah di jalan. Mereka bekerja setelah selesai aktivitas di pasar,’’ terang dia.

Plt Raja Batu Merah, M Saleh Kiat  mengaku  tidak ada petugas desa yang melakukan pungutan liar terhadap PKL di Pasar Batu Merah. Memang dia mengaku, PKL wajib membayar karcis yang dipatok pemdes setempat dan nilainya tidak bervariasi. “Keluhan PKL perlu ditindaklanjuti. Dalam waktu dekat perlu disosialisasikan sehingga kewenangan petugas yang ditunjuk menjalankan tupoksinya sehingga tidak merugikan PKL,” tandasnya.
Menyangkut tudingan penjualan tempat usaha bagi PKL, Kiat membantahnya. Menurut dia, hal itu sama sekali tidak benar.

Sebab sepanjang PKL melakukan aktivitas dagangan mereka hanya dibebankan membayar karcis. “Tidak ada petugas maupun pemdes menjual tempat usaha untuk PKL,’’ pungkas dia. (AID)

Most Popular

To Top