2017, PLTU Waai Beroperasi – Ambon Ekspres
Trending

2017, PLTU Waai Beroperasi

AMBON, AE— Terhentinya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Waai, Kabupaten Maluku Tengah mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Kontrak dengan pihak kontraktor yang menangani pekerjaan sebelumnya pun dihentikan, karena dinilai tidak maksimal dalam bekerja.

Pekerjaan segera dilanjutkan, dan direncanakan berakhir tahun 2017.
“Ditargetkan, PLTU Waai sudah beroperasi tahun 2017. Jadi mungkin dalam waktu dekat pekerjaan sudah dapat dilanjutkan,” ungkap General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Iksan Asaad kepada Ambon Ekspres, di ruang kerjanya, Rabu, (11/3).

Dari hasil koordinasi dengan Direksi PLN pusat dan pihak Unit Induk Pembangunan (UIP) 14, diketahui bahwa terhambatnya pekerjaan PLTU hingga saat ini karena masalah finansial dari kontraktor.

“Memang dari informasi yang saya dapatkan, baik dari Direksi PLN maupun dari general manajer UIP 14, ini ada kendala di kontraktornya, ada beberapa hal, masalah finansial, masalah kenaikan kurs, rupiah anjlok. Barang-barang yang digunakan ini kan impor semua. Jadi mungkin kontraktor menghentikan pekerjaan,” jelasnya.

Akibat hambatan tersebut, rencana mengopersikan PLTU Waai yang dibangun sejak 2010 itu pada 2013, gagal. Namun Saad mengaku belum mengetahui pasti ada tidaknya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak kontraktor perusahaan konsorsium itu. “Saya tidak bisa masuk sampai di ranah itu. Menurut informasi, sih katanya KPK (Komisi Pemberantsan Korupsi) pernah datang ke sini, tapi itu hanya informasi,saya tidak bisa pastikan. Tapi kalau memang salah, pasti kena. Masalah, ya masalah hukum, tapi pekerjaan harus tetap jalan. Kita tetap komitmen untuk menyelesaikan,” tegas dia.

PLTU Waai yang berkapasitas 2 X 15 Mega Watt telah di masukan dalam Rencana Umum Pekerjaan Tenaga Listrik di Kementerian Enegeri Sumber Daya Mineral (ESDM). Bila selesai, PLTU Waai sangat membantu dalam pelayanan listrik di Kota Ambon.

“Ini untuk Kota Ambon saja, karena PLTU ini 2X 15 mega watt. Kalau sekarang, kita Ambon saja, 56 mega watt. Jadi belum cukup sebenarnya untuk melayani Ambon. Saya kira, tahun depan beban puncak Ambon sudah 65 mega watt, karena rata-rata naik 5 sampai 6 mega waatt per tahun. Makanya kita bangun lagi di Tulehu dengan tenaga panas bumi,” terang dia.

Pekerjaan lanjutan akan diserahkan kepada kontraktor lain yang lebih siap untuk bekerja hingga tuntas. Sejumlah kontraktor besar telah menyatakan kesiapannya. Namun, belum ditindak lanjuti. Bila dinilai mendesak, maka akan ditangani langsung oleh anak perusahaan milik PT PLN. “Pak Wapres berkali-kali memanggil Direksi PLN, agar proyek-proyek yang tertunda, termasuk di Waai itu diselesaikan. Kontrak dengan kontraktor kemarin diputus walaupun kontraktornya masih berminat untuk melanjutkan tapi nggak ada progres, ya udah, putus saja,” ungkapnya.

Pelaksanaan lanjutan bisa saja dengan menggunakan sisa dana, pekerjaan proyek tersebut sebelumnya. Saat ini ada tim yang dibentuk oleh PLN, terdiri dari konsultan untuk menghitung kembali kebutuhan dana untuk melanjutkan proyek itu. Koordinator Mollucas Democratization Watch (MDW) M. Ikhsan Tualeka mengemukakan, pembangunan PLTU Waai memang sudah harus dilanjutkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan listrik kepada masyarakat. “Harus dilihat betul rekam jejak kontraktor, khusus dalam pembangunan PLTU. Perusahaan atau kontraktor pengganti harus pernah menangani pekerjaan serupa. Agar tidak lagi terjadi masalah,” ujar Peneliti Indonesia Goverance Index (IGI) ini. (MAN)

Most Popular

To Top