Ambon Darurat Begal – Ambon Ekspres
Trending

Ambon Darurat Begal

AMBON,AE— Aksi begal kian tak terkendali, berulang kali mereka melakukan tindakan biadab itu ke kaum hawa. Selasa, (10/3) kembali lagi kelompok ini memangsa korban. Meirista Wati Suneth (28) tak kuasa melawan dua pemuda dengan menggunakan kendaraan bermotor, merampoknya. Wati, adalah warga Galunggung, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Dia pegawai BPK. Insiden ini berawal sekira pukul 18.00 Wit, di kawasan Jalan Wolter Mongosidi Desa Halong, Kecamatan Baguala. Seperti biasa, rupanya dia sudah dibuntuti dua pemuda ini sejak pulang kerja dari kantor BPK, Nania.

Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku kemudian mengambil kesempatan itu dengan Menabrak Ban belakang Sepeda Motor Milik korban. Korban hilang kendali dan terjatuh. Saat terjatuh itulah pelaku kemudian beraksi dengan merampas barang milik korban dan langsung dibawa kabur.

Warga yang berada dekat tempat kejadian maupun para pengendara kendaraan yang melintasi kawasan itu kemudian menolong korban yang sudah terjatuh akibat aksi pelaku yang belum diketahui identitasnya itu. Korban kemudian melapor insiden ini ke Mapolres Ambon.

Kepala Subag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Inspektur Polisi Satu Meity Jacobus, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadiaan tersebut. Menurut dia, peristiwa ini sudah ditangani pihaknya, sementara masih dalam penyelidikan. “Kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Pelaku belum juga diamankan, korban juga tidak mengenal pelaku dan juga kendaraan yang digunakan pelaku.

Sementara kasus ini masih dalam penyelidikan,” kata Mantan Kanit Laka Lantas Mapolres Ambon ini di rungan kerjanya, Rabu, (11/3).

Sejumlah barang milik korban raib dibawa kabur oleh kelompok begal. “Korban ditabrak terjatuh, kemudian pelaku merampas tas korban dan dibawa lari. Barang yang berada di dalam Tas, satu Lembar Bukti Tanda setoran Bank Maluku, Surat Tanda Setor, Satu Lembar STNK, 1 buah Kartu SIM, Satu Buah KTP, 1 buah kartu ASKES, 3 HP, 2 kartu ATM,” rinci dia.

Aparat keamanan dan pemerintah terus didesak guna mengungkap para pelaku itu. Halima Wattimena, yang juga sekertaris Yayasan Satu Darah Maluku, mengaku sangat menyesali adanya aksi pembegalan yang terjadi belakangan ini. Menurut dia, aksi begal harus ditangani serius. “Ini tindakan yang memang sangat mengganggu rasa kenyamanan dan keamanan warga Maluku, terkhusus Kota Ambon. Untuk itu langkah dan sikap tegas dari pemerintah maupun aparat keamanan harus dilakukan,” kata dia, kepada Ambon Ekspres Kamis sore kemarin.(AHA/ERM)

Most Popular

To Top