JPU Limpahkan Empat Berkas Korupsi ke PN Tipikor – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

JPU Limpahkan Empat Berkas Korupsi ke PN Tipikor

AMBON, AE—Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Dobo melimpahkan empat berkas tersangka kasus korupsi sejumlah proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kepulauan Aru ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Ambon. Pelimpahan ini dilakukan guna mempercepat  proses hukum terhadap kasus tersebut. Demikian disampikan Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia kepada koran ini, kemarin.

Dikatakan, pelimpahan itu setelah jaksa merampungkan berkas tahap II di Kejari Dobo. Diharapkan secepatkan perkara tersebut segera disidangkan. “JPU telah melimpahkan empat berkas tersangka ke PN Tipikor Ambon untuk disidangkan. Empat berkas yang dilimpahkan itu antara lain milik mantan Kadispora Aru Carolina Galanjinjinai dan Bruri Tandra terlibat kasus pengadaan meubeler tahun 2010.

Sementara berkas Rosdiana Gardjalai merupakan tersangka kasus penyalahgunaan DAK tahun 2009 dan Henry Dwi Prabowo terlibat dalam kasus pengadaan buku tahun 2010. Untuk itu, kami berharap agar kasus-kasus ini segera disidangkan,” kata Palapia.

Sementara itu, Humas PN Ambon, Achmad Bukhori ketika dikonfirmasi membenarkan pelimpahan berkas itu. Dijelaskan, empat berkas tersebut dilimpahkan JPU Ajit Latuconsina dan diterima panitera Tipikor PN Ambon.

“Hari ini kami telah menerima empat berkas perkara korupsi. Empat berkas tersangka ini dijerat karena  terkait  kasus dugaan korupsi  dana pengadaan  buku  tahun 2010,  dugaan  korupsi dana pengadaan meubuler tahun 2010,  dan dugaan penyalahgunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun 2009,“ kata Bukhori.

Dalam perkara pengadaan buku tahun 2010,  kerugian negara Rp 1,4 milyar. Dugaan korupsi dana pengadaan meubuler tahun 2010 kerugian negara Rp 106 juta. Sementara perkara dugaan penyalahgunaan  dana DAK 2009, kerugian negara sebesar Rp 460 juta.

Selain itu, ketika sudah dilimpahkan ke pengadilan, maka status para tersangka ini berubah menjadi terdakwa. “Statusnya telah beralih dari tersangka menjadi terdakwa. Panitera maupun hakim akan berkoordinasi untuk menetapkan majelis hakim yang akan mengadili perkara itu. Kemudian akan ditentukan jadwal persidangannya,’’ pungkas dia.(AFI)

Most Popular

To Top