Kilikily Ingin Heat to Heat dengan Orno – Ambon Ekspres
Nasional

Kilikily Ingin Heat to Heat dengan Orno

AMBON,AE— Suhu politik di Kabupaten Maluku Barat Daya mulai memanas, setelah daerah otonom baru yang berbatasan dengan Timor Leste menggelar akan Pilkada medio Desember 2015 mendatang. Sejumlah figur mulai mengemuka ingin merebut kursi Bupati MBD yang kini diduduki Barnabas Orno.

Mereka adalah, Niko Kilikily (pendeta), Melkias Frans (anggota DPRD Maluku), Mose Maahury (birokrat), dan Arnolis Laipeny (bekas anggota DPRD Maluku). Sejumlah putra terbaik MBD itu kini tengah melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan sejumlah partai politik bersama pasangan wakilnya meraih tiket merebut kursi Bupati MBD dari Orno. Bahkan, dari sejumlah figur itu, Kilikily dikhabarkan tengah membangun komunikasi dengan sejumlah partai politik, seperti NasDem, PKPI, PKB, Golkar, Gerindra dan sejumlah parpol lainya. ”Hasilnya, sejumlah Parpol bersedia memberikan rekomendasi. Nah, kita ingin duel atau heat to heat dengan Orno di Pilkada MBD,” kata Poly Etalo kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Tak hanya disitu, Kilikily juga telah menggandeng sejumlah tokoh MBD dan akademisi di daerah ini untuk memback up dirinya maju merebut kursi Bupati MBD. Salah satunya tokoh masyarakat MBD yang juga mantan Ketua KPU MBD George Leasa didaulat sebagai ketua tim pemenangan. Keinginan mereka mendukung Kilikily karena komitmen nya sangat jelas membangun MBD kearah yang lebih baik. ”Apa yang saya diskusikan bersama dengan teman-teman untuk diminta mengkaji dan menyusun visi dan misi pak Kilikily. Pak Kilikily memang punya pikiran soal Sumber Daya Manusia atau SDM, yang perlu ditingkatkan karena di MBD masih dalam bentuk standar. Meski belum menyeluruh karena daerah pemekaran. Mesti 5 tahun kemarin ada letakan dasar sebagai penguatan struktur pemerintahan yang dibangun,” kata Leasa ketika dihubungi kemarin.

Begitu juga dengan potensi Sumber Daya Manusia Alam atau SDA. Kata mantan dekan Fakultas Hukum Unpatti itu, SDA di MBD sangat potensial, namun belum didukung dengan SDM yang baik. Dia kuatir, jika tidak didukung dengan SDM potensi alam untuk memberdayakan masyarakat MBD yang dikategori termiskin kedua versi BPS mengalami kepincangan. ’’Saya lihat pak Kilikily ingin untuk merumuskan visi dan misi secara baik, sehingga betul-betul menjawab kebutuhan MBD 5 tahun yang akan datang. Memang beliau (Kilikily) tidak pungkiri pemerintahan (MBD) sekarang ini ada plus minus. Minusnya, jika terpilih harus diperhatikan,” terangnya.

Salah satunya, lanjut dia, keinginan Kilikily bangun MBD berbasis gugus pulau. Menurut dia, jika MBD dibangun sesuai potensi alamnya di tiap pulau masyarakatnya akan disejahterakan. ”Itu pikiran beliau bangun gugus pulau. Ini jawaban terhadap Pemprov. Jadi perlu dapat dukungan untuk itu, sebagai daerah baru, SDA yang belum dikembangkan belum berimbang. Penempatan pimpinan SKDP juga tidak sesuai kompetensi dan dikemukanan oleh beliau,” jelasnya.

Tak hanya itu, adat istiadat di daerah itu juga mendapat perhatian Kilikily. Lanjut dia, dalam perkembangannya ketika MBD masih bergabung dengan Malra, MTB hingga MBD menjadi daerah otonom sendiri, arus budaya yang hidup dan tumbuh berkembang mesti ditingkatkan. ‘’Itu tertuang dalam pokok pikiran.Tim susun visi dan misi jawab pikiran itu,” sebutnya.

Mantan akademisi Unpatti ini mengaku, dengan adanya komitmen Kilikily selaras dengan program pemerintah pusat soal poros maritim dan tol laut. ”Konsep gugus pulau yang digagas, menurut hemat saya selaras dengan Pempus dibangun. SDA laut yang notabene untuk MBD luar biasa, itu belum diekaplorais. Itu pikiran Kilikily. Saya simpati pola pikiran Kikilikily. Konsep ini bisa diterima masyarakat untuk mendapat dukungan untuk diimplementaskan,” tandasnya.

Leasa juga kepincut dengan Kilikily karena pernah menjadi tim pemenangan Orno. Namun, prediksi Leasa keinginan Kilikily soal pembangunan di MBD sepertinya belum diimplementasikan oleh Orno. ”Ada hal yang menarik. Pak Kilikily mantan tisu Orno, tapi mungkin ada yang belum terjawab oleh Bupati sekarang, sehingga beliau ingin menantang. Itu yang ingin heat to heat. Mungkin ingin apa yang belum terwujud di masyarakat. SDM dan SDA dibangun secara baik. Itu tantangan bagi para kandidat lain,” katanya.

Lebih menarik lagi, tambah dia, Kilikily ingin semua gaji dan honor melekat dijabatan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, namun diberikan atau dibagi kepada masyarakat. ‘’Ini tantangan bagi kandidat lain. Ini terobosan luar biasa. Kematangan ekonomi cukup. Menjadi bupati bukan untuk kepentingan pribadi, tapi demi kepentingan masyarakat. Ada kematangan ekonomi yang luar biasa. Tidak ada kesan hadir untuk sebuah jabatan untuk perkaya diri, tapi perekonomian pribadi cukup matang. Apalagi, komitmen pak Kilikily hanya satu periode. Itu membuat saya tertarik dari pikiran yang baik. Paling tidak kecenderungan korupsi kecil,” sebutnya.

Juru bicara Kilikily, Polly Etalo menambahkan, masyarakat MBD dan sejumlah Parpol mulai kepincut dengan visi dan misi Kilikily yang berlatar belakang pengusaha dan pendeta. Hal ini, sebut dia, ada keinginan Kilikily membawa perubahan signifikan di MBD. ”Tentu di MBD saat ini krisis kepemimpinan. Dan terjadi sejumlah dugaan penyimpangan, sehingga masyarakat MBD saat ini sudah jenuh dan apatis. Karenanya, kami tertarik dengan komitmen Kilikily ingin memimpin MBD hanya dalam satu periode dan tidak menerima gaji Bupati dan membagikan ke gereja di MBD secara bertahap selama memimpin. Intinya, pemimpin MBD kedepan rendah hati dan takut Tuhan. Saya kira itu ada di Kilikily,” paparnya.

Apalagi, lanjut dia, visi dan misi Kilikily membangun MBD dengan konsep gugus pulau sangat tepat dengan kharatestik MBD. Kata dia, MBD punya 20 pulau dengan potensi alam yang berbeda. Dia mencontohkan, Wetar dan Romang dijadikan daerah tambang. ‘’Sementara Luang dijadikan daerah perikanan. Sedangkan Babar, Moa, Letty serta Damer dijadikan daerah pertanian dan peternakan. Saya kira dengan pembangunan gugus pulau ini potensi yang ada dikembangkan secara baik masyarakat sejahtera. Apalagi, dengan sendirinya ada centra-centra ekonomi baru. Nah, selama ini tidak dilakukan. Akibatnya, masyarakat MBD termiskin ke 2 versi BPS,” jelasnya.

Tak hanya itu, Wetar, sebut dia akan dijadikan daerah khusus atau otorita. Dia menyebut, Wetar singkatan dari Wahana, Ekonomi, Terpadu, dan Regional. ”Jadi Pulau Wetar itu akan dijadikan daerah dengan wahana dengan karetestik alam tersendiri dengan keunggulan ekonomi yang terpadu untuk kawasan regional. Tentu mewujudkan itu Kilikily sudah membangun komunikasi dengan investor asing untuk menanamkan modalnya di Wetar dan daerah lainya di MBD,” paparnya.

Kilikily sebut dia, juga berkomitmen untuk membangun MBD dari sektor pendidikan dan kesehatan. Selain pembangunan infrastruktur kesehatan dan pendidikan, Kilikily berkomitmen mendatangkan tenaga kesehatan dan tenaga pendidik. ”Selama ini khan angka kematian ibu hamil tinggi. Ini karena tidak ada fasilitias dan tenaga dokter yang memadai. Kilikily juga berniat membangun universitas di Tiakur dan menyekolahkan Birokrasi di MBD untuk studi pasca sarjana. Kilikily juga jadikan Kisar sebagai kota Pariwisata dan pusat pendidikan. Jadi pembangunan tidak terpusat di ibukota, tapi dilakukan pemerataan,” terangnya.

Karenanya, dia optimis konsep dan komitmen Kilikily yang didukung sejumlah parpol untuk menghadang langkah Orno akan diwujudkan. ”Semua pihak akan dilibatkan dalam pemenangan Kilikily. Apalagi, Kilikily hanya ingin memimpin MBD hanya satu periode. Setelah letakan dasar orang lain lanjutkan. Ini tradisi baru yang mesti ditiru dan dilanjutkan. Saatnya kita lakukan perubahan di MBD dengan mendukung Kilikily,” ajaknya. (JOS)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!