Pintu Agung Terbuka untuk Mukti – Ambon Ekspres
Trending

Pintu Agung Terbuka untuk Mukti

Penentuan Lewat Survei

AMBON,AE— Golkar kubu Agung Laksono mempersilakan Mukti Keliobas untuk bergabung dan mensukseskan pencalonannya sebagai bupati Kabupaten Seram Bagian Timur. Namun, syaratnya harus meninggalkan kelompok Aburizal Bakrie. Sementara Mukti sendiri belum mengambil sikap.

Ketua DPP Golkar dan Koordinator Wilayah Maluku, Hamzah Sangadji mengatakan, semua kader Golkar punya peluang untuk mencalonkan diri atau di calonkan sebagai kepala derah. Mukti kata Hamzah, harus mengikuti seluruh ketentuan baku dalam proses pencalonan yang tertuang dalam

Pedoman Organisasi dan Petunjuk Pelaksana pencalonan kepala daerah. “Selaku Korwil, saya tegaskan, semua kader punya peluang untuk maju. Termasuk salah satunya adalah Mukti Keliobas. Dan dia harus melakukan pendaftaran sesuai mekanisme partai. Bahwa nanti dia menjadi caretaker atau tidak dan menang pada Pilkada SBT itu soal proses selanjutnya yang nanti kita putuskan,” ujar Hamzah saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Rabu, (11/3).

Terkait mekanisme penentuan calon dan pemberian rekomendasi lanjut Hamzah, bersandar pada hasil survei terhadap tingkat elektabilitas bakal calon. Olehnya, DPP Golkar pekan depan akan menggelar rapat untuk menentukan PO dan Juklak soal mekanisme Musda dan pencalonan kepala daerah. “Hari Senin kami lakukan rapat di DPP untuk memutuskan PO dan Juklak tentang mekanisme pelaksanaan Musda. Juga PO dan Juklak soal proses pemilihan kepala daerah. Kami tetap menggunakan mekanisme survey,” jelas Hamzah yang saat di wawancarai mengaku baru usai mengikuti rapat di Komisi Pemilihan Umum RI mewakili Golkar tentang uji publik Undang-Undang nomor 1/2015 tentang Pilkada.

Disinggung soal Mukti yang masih berada di kubu ARB, dia menegskan, hal tersebut hanyalah intepretasi publik terhadap dinamika Golkar saat ini. Paska putusan Menteri Huklum dan HAM, Yasonna Laoly tidak lagi kubu-kubuan. “Saya kembali tegaskan dengan keputusan Menkum dan HAM ini, semua kader harus rapatkan barisan. Tidak boleh ada lagi yang bicara kubu A dan kubu B. Ini keputusan DPP dibawa kepemimpinan Agung Laksono,” tegasya.

Hal senada juga disampaikan wakil ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Maluku, Hendrik Jauhari Oratmangun mengatakan, anggapan bahwa Mukti sampai saat ini masih berada di kubu Aburizal tidak dipastikan. Justru ia yakin, Mukti akan bergabung dengan kubu Agung. “Itu kan anggapan, namun pada hari ini kan belum bisa dipastikan apakah dia (mukti-red) masih di ARB.

Menurut keyakinan saya, beliau sudah pasti akan bergabung dengan kubu Agung paska sikap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang secara implisit memgakui kemenangan Agung itu,” ujar Oratmangun saat di hubungi via seluler, Rabu (11/3).

Menurut Oratmangun, Mukti merupakan salah satu kader terbaik Golkar saat ini. Namun, untuk pencalonan bupati, Golkar tetap mengacu pada hasil survei dan loyalitas Mukti terhadap kubu Agung Laksono.

“Kalau dia (Mukti-red) sudah bergabung dan hasilnya surveinya baik dan berpeluang, pasti akan di prioritaskan untuk mendapatkan rekomendasi Golkar. Karena dia adalah kader terbaik Golkar saat ini,” tandasnya.

Menurut dia, bukan hanya Mukti, namun semua kader Golkar akan bergabung dengan kubu Ancol. ”Memang pintu sudah terbuka untuk semua orang, bukan hanyak Mukti saja. Sehingga kita bersama membangun partai ini lebih baik lagi kedepan,”paparnya.

Caretaker ketua DPD Golkar Maluku kubu Agung, Paulus Mantulameten menambahkan, kader Golkar punya peluang dicalonkan. Namun, bagi yang masih menunjukan sikap membangkang tidak akan diakomodir. “Soal kader siapapun kalau terus melalukan perlawanan tidak akan kita akomodir dalam kepengurusan. Baik di partai pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota maupun pencalonan kepala daerah,” kata Mantulameten via sms.

Sementara itu, Mukti Keliobas yang dihubungi secara terpisah via seluler, soal jaminan dirinya bergabung dengan kubu Agung, belum menentukan pilihan. ”Nanti kita lihat perkembangannya kedepan bagaimana lah”singkat Mukti yang juga Raja (kepala desa) Amarsekaru, Kecamatan Pulau Gorom ini. Mukti yang juga anggota DPRD SBT ini, memang dikenal dekat dengan elit Golkar Maluku. Bahkan saat Golkar pecah, Mukti masih tetap memilih di kubu Aburizal dan puncaknya pada Musyawarah Nasional Golkar di Bali 2014 lalu.

BANGUN KOMUNIKASI
Pengamat politik Universitas Darussalam, Ali Roho Talaohu menilai, dalam posisi dualisme kepemimpinan Golkar saat ini, Mukti harus berani melakukan komunikasi dengan kedua kubu. Mukti lanjut dia, harus segera bersikap. “Idealnya yang harus dilakukan, yakni membangun komunikasi dengan kedua kubu. Memang elektabiltas Mukti di SBT maish teratas, namun tidak boleh kaku.Dia harus mampu memainkan komunikasi politik secara efektif. Sebab kepastian dalam politik hampir mustahil,” ujar Talaohu.

Soal kemungkinan Mukti akan merapat ke kubu Agung untuk mengamankan kepentingannya, Talaohu justru mengatakan sangat kecil. ”Peluang itu tetap ada sekalipun kecil. Sebab merupakan tokoh sentral di Golkar untuk pencalonana bupati SBT saat ini,”lanjut dia.(TAB)

Most Popular

To Top