Di SMA 7, Ameks Didapuk Jadi ‘Bapak Angkat’ – Ambon Ekspres
Pendidikan

Di SMA 7, Ameks Didapuk Jadi ‘Bapak Angkat’

Kepala SMA Negeri 7 Ambon Laurens Makatipu memberikan apresiasi yang tinggi bagi program GMGM yang dilaksanakan Ameks. ‘’Kami berterima kasih karena harian Ameks membuat terobosan baru tentang GMGM.

GMGM sangat membantu apalagi dapat mengajak siswa maupun guru untuk membaca dan menulis. Kalau kita tidak membaca maka kita akan kesulitan, karena banyak baca kita menjadi banyak tahu,’’ kata Laurens dihadapan Tim GMGM.

Roadshow di SMA Negeri 7 Ambon berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Kepsek Makatipu yang sering tampil menulis di beberapa harian di Kota Ambon ini sengaja mengundang staf guru dan perwakilan Osis untuk berbincang-bincang dengan Tim GMGM yang dipusatkan di ruang perpustakaan sekolah itu.

Makatipu mengaku sering membuat artikel yang ditampilkan melalui media, karena penulisan artikel merupakan nilai tambah untuk meraih prestasi. “Saat ini setiap guru maupun kepsek diajak untuk dapat menulis artikel, karena menulis di media merupakan salah satu syarat untuk menambah kredit point,’’ ingatnya.

Para guru SMA Negeri 7 juga berharap sekolah itu dapat menjadi sekolah bimbingan Ambon Ekspres. ‘’Kami berharap Ameks dapat menjadikan SMA 7 sebagai sekolah bimbingan. Ameks bias menjadi ‘bapak angkat’ bagi SMA 7. Kami ingin anak-anak kami didampingi secara khusus soal tulis menulis dan jurnalistik,’’ harap salah satu staf guru.

Para guru juga mempertanyakan lomba cerita rakyat, yang beredar di masyarakat dari budaya bertutur. ‘’Kami kuatir, budaya bertutur ini kalau kemudian dipublikasikan lewat media, akan mendapat komplain dari warga lainnya, apalagi kebenaran cerita yang ditampilkan,’’ tandas guru lainnya.

Terhadap pertanyaan itu, Tim GMGM yang diwakili Pemred Nasri Dumula menjelaskan kalau intinya Ameks merupakan lembaga bisnis, namun tidak menutup kemungkinan untuk diajak melakukan kerjasama dalam bidang pendidikan.

Menyangkut cerita rakyat, dia menjelaskan kalau dalam lomba tentu ada tim yuri yang menilai tulisan yang ada, baik kebenaran cerita maupun gaya penulisan. ‘’Memang akan ada hal teknis yang dinilai para yuri. Tapi intinya kami ajak pelajar dan masyarakat dapat membaca dan akhirnya dapat merangkai sebuah tulisan,’’ tandasnya.  (PRO2)

Most Popular

To Top